Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

MEMBERI DGN IKLAS

 *MEMBERI DGN IKLAS* Matius 6:4 Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Ketika kita memberi kepada sesama karena kasih kita kepada Allah, tanpa memikirkan pujian atau pengakuan dari orang lain, kita dapat percaya bahwa pemberian itubaik besar atau kecil untuk memenuhi kebutuhan mereka yang menerima-Nya. Setelah melakukan serangkaian penyembuhan fisik yang menunjukkan kebaikan dan kredibilitasNya (Matius 4:23-25), Yesus lalu menjelaskan hidup seperti apa yang layak dijalani (5:1-16). Di dalam prosesnya, Dia mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai para pemuka agama yang kebaikannya hanya di permukaan (ay.20). Namun, seperti banyak bagian Kitab Suci lainnya, Khotbah di Bukit (pasal 5—7) tidak pernah dimaksudkan untuk berdiri sendiri. Khotbah yang berakar kuat pada perkataan Musa dan para nabi itu merupakan pengantar yang diberikan Yesus untuk segala sesuatu yang akan terjadi. Lewat hidup dan matiNya, Yesus mewujudkan prinsip-prinsip kerajaanNya dan menanggung...

KETIKA TAK DI MENGERTI

 *KETIKA TAK DIMENGERTI* Ibrani 4:15   “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya saja Ia tidak berbuat dosa. Perjalanan hidup itu terkadang begitu melelahkan. Kita bekerja dari saat matahari terbit hingga terbenam untuk memastikan semua tugas terselesaikan. Di sana kita berusaha keras memenuhi kebutuhan setiap orang. Kita bahkan bekerja lebih dari kewajiban kita, membanting tulang. Terlalu kerasnya kita bekerja mungkin membuat kita tidak sempat makan siang. Punggung kita pegal, kepala berdenyut, kaki dan tangan kita terasa nyeri, hingga tak berapa lama kemudian kita diminta untuk menyelesaikan beberapa tugas lagi. itulah kehidupan yg mungkin terasa tidak bisa dimengerti, tapi biarlah rasa syukur senantiasa kita naikan kpd Tuhan. Berita baiknya adalah ada sebuah Pribadi yang sangat mengerti dan memahami kelelahan kita. Dia adalah Yesus! Yesus, Dia m...

MANUSIA LEMAH DAN TIDAK SEMPURNA

 MANUSIA LEMAH DAN TIDAK SEMPURNA 1 SAMUEL 12 :9a “Mengapa engkau menghina  TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? “ Jika kita membaca kisah tentang Raja Daud, kita tahu bahwa di bawah kepemimpinannya kerajaan Israel berkembang dengan pesat. Banyak perubahan yang ia buat: mulai dari sentralisasi pemerintahan, pemindahan tempat ibadah ke Yerusalem, dan lain lain. Ia juga seorang yang hebat, pemberani dan sangat populer.  Daud sadar bahwa keberhasilannya adalah karena Allah. Selain kepemimpinannya yang luar biasa, Daud juga memiliki karakter yang  baik dan terpuji: ia tidak saja menunjukkan belas kasihan kepada teman sendiri tetapi juga kepada keturunan  Saul yang membencinya, bahkan kepada musuh dan pemberontak yang lain. Walaupun Daud begitu hebat, ia juga memiliki kelemahan yang menyebabkan ia tersandung dan jatuh dalam dosa,  yaitu wanita. Ketika Nabi Natan menegur kesalahan Daud karena berzinah dan mengambil istri Uria serta membunuh Uria di ...

MAKANAN ROHANI

 *MAKANAN ROHANI* Yohanes 6:35 _Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi._ Tuhan Yesus menginginkan kita untuk merindukan makanan sejati santapan rohani yang memberikan kepuasan bagi jiwa kita. Dia berkata, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh. 6:35). Dengan membuat pernyataan ini, Yesus menyampaikan dua poin penting:  Pertama, roti yang Dia maksud adalah satu Pribadi, bukan barang (ay.32). Yaitu Tuhan Yesus sendiri. Kedua, ketika kita mempercayai Tuhan Yesus untuk pengampunan dosa dan keselamatan maka kita  benar2 memikiki hubungan yang benar denganNya, serta menemukan keintiman atau kedekatan yg sungguh. Roti Hidup ini adalah santapan rohani yang kekal, yang menuntun orang kepada kehidupan sejati. Ketika kita mempercayai Tuhan Yesus, Roti sejati dari ...

PENYERTAAN DAN PERLINDUNGAN TUHAN

*PENYERTAAN DAN PERLINDUNGAN TUHAN* Mazmur 107:29 Dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. Dalam Mazmur 107, pemazmur mendorong kita berharap kpd Tuhan di tengah masa-masa sulit. Ia menggambarkan orang-orang yang berada di tengah badai itu seperti “kehilangan akal” (ay.27). “Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka” (ay.28). Tuhan mengerti bahwa anak-anakNya yg bergumul dan terus berharap ketika hidup terasa seperti badai yang berkecamuk. Maka perlu diingatkan kembali akan kesetiaan Tuhan yg tdk pernah berubah, terutama ketika langit tampak gelap dan kacau. Tuhan sanggup untuk menolong kita dan menenangkan badai hidup, tinggal bagaimana kita, mau berharap penuh dan mengandalkan dan percaya kpd Tuhan Yesus atau tidak. Tentunya kita anak2 Nya selalu berharap dan percaya akan pertolongan Tuhan di dalam  pergumulan yg kita hadapi. Entah badai yang kita alami itu berupa masalah besar da...