Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Tuhan Yesus sungguh sangat baik

Mazmur 118:6 Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut. Firman Tuhan meyakinkan bahwa karena “Tuhan di pihak kita,” kita tidak perlu “takut.” (Mzm. 118:6). Meski pertolongan manusia bisa mengecewakan. Allah merupakan tempat perlindungan yang dapat dipercaya ketika kewalahan menghadapi pergumulan hidup.(ay.8-9). Allah akan “menolong” (ay.7), dan kita dapat mempercayaiNya untuk memelihara kita pada momen-momen yang paling sulit dan menakutkan di dalam hidup kita. Terlepas dari kejatuhan, luka, dan derita yang kita alami, kehadiranNya yang menyelamatkan adalah “kekuatan” dan “keselamatan” (ay.14).  Mazmur 118 dibuka dan ditutup dengan seruan kepada setiap orang percaya “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya” (ay. 1,29). Di antara puji-pujian umat tersebut, kita mendengar kesaksian pribadi sang pemazmur tentang bagaimana ia mengalami kebaikan Allah secara nyata. “Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku den...

Pemeliharaan Tuhan

2 Raja Raja 8:1 Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab Tuhan telah mendatangkan kelaparan. Seorang perempuan dari kota Sunem juga mengalami pemeliharaan Allah. Dengan iman, ia mengikuti nasihat Nabi Elisa untuk meninggalkan rumahnya agar terhindar dari bencana kelaparan (2Raj. 8:1-2). Dengan melakukan hal tersebut, ia pun kehilangan hak milik atas rumah dan tanahnya. Sekarang, persis pada saat ia berusaha meminta bantuan raja mengenai masalah ini, sang raja sedang berbicara dengan Gehazi, hamba Nabi Elisa, tentang perempuan itu. Bertahun-tahun sebelumnya, Gehazi telah menyaksikan putra dari wanita itu dibangkitkan dan hidup kembali. Sekarang, kata Gehazi, “Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa” (ay.5). Raja kemudian “menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu” (ay.6) dan mengembalikan segala harta miliknya. Mempercayai Allah dan pemeliharaan...

Pengakuan Dosa

Amsal 28:13 Siapa mengakui pelanggaran dan meninggalkannya akan disayangi. Kehidupan rohani kita tidak mungkin bertumbuh dengan baik ketika dosa merusak hidup kita secara diam-diam. Amsal 28:13 berkata, “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung.” Syukurlah, ayat itu dilanjutkan dengan, “tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi” (ay.13). Terkadang, sulit untuk melihat tindakan kita dari sudut pandang Allah dan mengakui bahwa beberapa kebiasaan kita memang salah. Meski demikian, kebaikanNya menolong kita untuk merendahkan hati kita. Ketika kita menerima kuasa Roh Kristus untuk bekerja di dalam pergumulan kita, kita dimampukan untuk menolak hal-hal berdosa yang menggoda kita (Gal. 5:6-17,22-24). Dengan tuntunan Allah, perubahan dapat terjadi, dan kesehatan rohani kita dapat tetap terjaga. Teruslah menjalani kehidupan yg berkenan di hadapan Tuhan. Amsal 28:13-14 menekankan pentingnya pengakuan dosa sebuah tindakan yang membawa kebaikan bagi mereka yang de...

Sang Pencipta Allah Yang Maha Kuasa

Ayub 41:2 Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku. Alkitab tidak berbicara tentang megalodon. Namun, dalam Kitab Ayub, Allah menggambarkan seekor binatang laut yang disebut Lewiatan. Ayub 41 merinci bentuknya yang mengesankan. “Aku tidak akan berdiam diri tentang anggota-anggota badannya, tentang keperkasaannya dan perawakannya yang tampan,” Perkataan Allah kepada Ayub (ay.3). “Siapa dapat membuka pintu moncongnya? Di sekeliling giginya ada kengerian” (ay.5). Jawaban dari pertanyaan itu? Hanya pencipta Lewiatan itu sendiri. Di sini, Allah mengingatkan Ayub bahwa sehebat-hebatnya binatang itu, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Penciptanya: “Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaanKu” (ay.2). Allah yang memberikan penghiburan ketika hidup ini terasa menekan. Sumber kedamaian dan sukacita hanya dalam Tuhan Yesus, dalam.keadaan yg menekan sekalipun tetap bersandar pada Firman Tuhan. Ayub 41...

Kasih Dan Setia Allah Nyata

  Hakim hakim 3:10 Roh Tuhan menghinggapi dia. Allah memberikan tanggung jawab yang besar kepada Otniel pada masa transisi bagi bangsa Israel. Sebagai hukuman atas penyembahan berhala yang diperbuat bangsa itu, Allah telah menyerahkan mereka “kepada Kusyan-Risyataim . . . dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya” (Hak. 3:8). Di bawah tangan raja Mesopotamia yang kejam itu, “berserulah orang Israel kepada Tuhan, maka Tuhan membangkitkan seorang penyelamat” bagi mereka (ay.9), yaitu Otniel, yang namanya berarti “kekuatan Allah.” Sebagai hakim pertama Israel, Otniel tidak memiliki pendahulu untuk menolongnya. Pemimpin perang ini harus membimbing bangsa Israel untuk kembali menghayati ikatan perjanjian mereka dengan Allah dan membela mereka dari serangan musuh. Namun, karena _“Roh Tuhan menghinggapi dia”_ (ay.10), ia berhasil melakukannya. Dengan kekuatan Allah yang menopang kepemimpinan Otniel, “amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudia...

Kesedihan Dan Penderitaan

Ratapan 1;20 ayt Lihatlah, ya Tuhan, karena aku dalam kesesakan. Batinku gelisah, dan hatiku bergejolak di dalam diriku Kitab Ratapan, yang diyakini sebagai tulisan Nabi Yeremia setelah kehancuran Yerusalem. Dalam syair yang sangat terstruktur itu, sang nabi menyerukan kesedihan dan dukacitanya atas penderitaan umat Allah. “Lihatlah, ya Tuhan, karena aku dalam kesesakan. Batinku gelisah, dan hatiku bergejolak di dalam diriku” (Rat. 1:20 ayt). Meski demikian, ia memandang kepada Allah sebagai hakim yang sungguh adil, karena tahu bahwa hanya Dia yang sanggup mengatasi segala dosa dan kehancuran: “Biarlah semua kejahatan mereka sampai ke hadapanMu” (ay.22 ayt). Seruan kepada Allah yang diutarakan dengan jujur seperti itu dapat membantu untuk mencoba memahami keadaan dunia. Berharap kepada Allah untuk menerima pertolongan, pengharapan, penghiburan, dan keadilan. Demikian dalam hidup orang percaya harus senantiasa berharap kepada Tuhan. Ketika membaca  tentang ratapan dalam Alkitab, mun...

Britakan Injil

 2 Timotius 1:8 Janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita Dalam perkataan Rasul Paulus di surat kepada sahabat mudanya, Timotius: “Janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita” (2Tim. 1:8), karena Roh Kudus memberi kita “roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (ay.7). Kita tidak perlu malu karena Allah “berkuasa memeliharakan apa yang telah kita percayakan kepadaNya” (ay.12 ), yaitu hidup dan masa depan kita.  Dalam 2 Timotius 1:6-14, nasihat Paulus kepada Timotius tidak disampaikan dengan nada arogan atau sembarangan. Ia menulis berdasarkan penderitaannya sendiri yang mendalam, juga dari dalam penjara, dengan kesadaran bahwa kematiannya sudah dekat. “Saat kematianku sudah dekat,” tulisnya (2 Timotius 4:6). Namun, tetap memandang ke depan. Sebagaimana Tuhan Yesus memberikan perintah kepada murid-muridNya sebelum disalibkan, Paulus juga memusatkan perhatiannya kepada pertumbuhan iman dan pelayanan Timotius, sang murid yang akan meneruskan pekerjaannya. “Karena itu...

Taat Akan Perintah Tuhan

 Ulangan 5:33 Lakukanlah semua yang diperintahkan Tuhan Allahmu kepadamu supaya kamu sejahtera dan dapat menetap di negeri yang akan yang akan kamu diami Allah menekankan kebebasan yang diberikan oleh batasan-batasanNya atas kita. Saat memberikan Sepuluh Perintah kepada bangsa Israel, Dia berjanji bahwa menjalani kehidupan dalam batasan yang diberikanNya akan mendatangkan kesejahteraan. “Lakukanlah semua yang diperintahkan Tuhan Allahmu kepadamu supaya kamu sejahtera dan dapat menetap di negeri yang akan kamu diami” (Ul. 5:33). Konsep kesejahteraan itu mencakup kehidupan dengan berkualitas baik. Tuhan Yesus, yang menggenapi hukum Allah dengan kematian-Nya di kayu salib, berseru, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yoh. 8:31-32). Sungguh, batasan-batasan Allah diberikan demi kebaikan kita. Apa yg diperintahkan Tuhan dan ditaati dapat membebaskan dari hal hal yg tidak baik...

Sesuai Maunya Tuhan

KPR 9:3÷4 Tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara. Kisah Alkitab yang paling dramatis tentang “perubahan hidup” adalah kisah hidup Saulus, yang hatinya pernah “berkobar-kobar . . . untuk mengancam dan membunuh” orang-orang percaya (Kis. 9:1). Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya dalam cahaya terang yang memancar dari langit (ay.3) dan berkata bahwa Saulus sedang menganiaya Dia. Pada dasarnya, Saulus diminta untuk berhenti karena sekarang ia mendapat perintah yang baru (ay.6). Saulus mengubah haluan hidupnya dan menerima identitas yang baru di dalam Kristus sebagai rasul yang akan menyebarluaskan Injil ke mana pun ia pergi. Terkadang apa yang di bayangkan sebagai masa depan ternyata tidak menjadi kenyataan. Allah memimpin kita ke arah yang berbeda. Mungkin Dia ingin memanggil kita untuk meninggalkan dosa-dosa tertentu. Mungkin dipanggil untuk mengambil pelayanan atau pekerjaan baru. Ketika Allah mengubah arah hidu...