Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Firman Allah Yang Hidup

Ibrani 4:12 Firman Allah hidup dan kuat. . . ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Alkitab berperan penting untuk mendewasakan iman orang percaya. Karena tidak ada buku lain seperti Alkitab. Keberadaannya yang terpelihara selama berabad-abad adalah sesuatu yang unik. Keaslian serta gambarannya tentang hati manusia sangatlah akurat. “Firman Allah hidup dan kuat. . . ia mampu membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibr. 4:12). Selain itu, “seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah” (2Tim. 3:16 TB2). Kemudian, yang terpenting, Alkitab mengungkapkan sumber dan realitas dari “keselamatan melalui iman kepada Kristus Yesus” (ay.15 tb2). Marilah kita membaca, menghargai, dan menghidupi Firman Tuhan. Lalu, sesuai dengan kesanggupan yang diberikan Allah, mari membantu orang-orang untuk menerima dan memahaminya. Kesaksian hidup kita menjadi berkat bagi orang lain. Kalau kita renungkan, pengilhaman Alkitab adalah konsep yang luar biasa. Dalam hikmatNya yang tak tertandingi, A...

Perubahan Hidup

Kolose 3:15 bimk Allah memanggil kalian untuk menjadi anggota satu tubuh, supaya kalian hidup dalam kedamaian dari Kristus itu. Hidup berdampingan dengan damai adalah sebuah hal yg baik, tetapi Paulus mengajarkan jalan yang lebih baik. Kepada orang-orang yang baru percaya di Kolose, ia berkata, “Buanglah . . . marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu” (Kol. 3:8). Paulus mendorong mereka untuk mengganti cara hidup lama dengan natur baru dalam Kristus: “Kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (ay.12). Sebuah gaya hidup di dalam Tuhan yaitu hidup seperti Kristus. Undangan ini ditawarkan kepada semua orang percaya,. mari lepaskanlah hidup lama seperti suka bertengkar dan gantikanlah dengan hidup baru di dalam Kristus. “Allah memanggil untuk menjadi satu tubuh, supaya hidup dalam kedamaian dari Kristus itu” (ay.15 ). Dalam kedamaian yang  dialami, dunia akan dapat melihat Yesus, melalui kehidupan kita,kita ...

Pegang Janji Tuhan

Kejadian 9:13 bimk Kutaruh pelangi-Ku di awan sebagai tanda perjanjian-Ku dengan dunia. Pelangi itu membawa kepada perenungan yang mendalam bagaimana Allah kekal, dan bahwa Dia menyatakan janji-janjiNya kepada kita di mana pun kita berada. Allah kita yang kekal dan tak berkesudahan menaruh “pelangi di awan” (Kej. 9:13 ) sebagai janjiNya untuk tidak lagi membanjiri bumi dan “membinasakan segala yang hidup” (ay.15). Hingga saat ini, Pencipta kita masih memperlihatkan pengingat akan janji itu kepada kita, makhluk ciptaanNya (ay.13-16). Yesaya 40:28 mengatakan, “Tuhanlah Allah yang kekal, yang menciptakan seluruh bumi. . . . pikiranNya tak dapat diselami”. Sungguh gambaran yang luar biasa! Kita dapat selamanya belajar untuk mengenali Dia yang menepati janjiNya kepada kita, tetapi kita tidak akan pernah bisa menyelami seluruh pikiranNya. Semua yang kita alami, tak perlu kuatir karena Tuhan menggenapi janji-janjiNya atas hidup kita. Kata perjanjian pertama kali muncul di Kejadian 6:18 ketika...

Ikhlas Memberi

 Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi Dalam alkitab kita menemukan bahwa ketika seseorang hidup dengan hati yang murah, mereka mencerminkan hati Allah yang menciptakan mereka. Allah itu murah hati, berbelas kasih, dan penuh kebaikan, bukan hanya kepada sebagian orang, tetapi kepada semua bahkan “terhadap orang-orang jahat” (Luk. 6:35). Oleh karena itu, Yesus mengajar mereka memiliki atau mencerminkan karakter Allah yaitu “mengasihi”, “berbuat baik”, dan “meminjamkan” bahkan kepada musuh “dengan tidak mengharapkan balasan” (ay.32-35). Ketika memberi tanpa mengharapkan balasan, kita akan mendapati bahwa cara hidup tersebut tidak akan membawa kerugian bagi kita. Yesus juga menyoroti kebenaran itu, dengan berkata, “Berilah, dan kamu akan diberi . . . Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepada-Mu” (ay.38). Ketika kita menyikapi kemurahan hati Allah dengan sikap hidup yang rela memberi, kita akan mengalami betapa tak terhitung berkat-berkat yang telah menyejaht...

Tuhan Yesus Jaminan Keselamatan

 KPR 16:31 Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat. Alkitab menjelaskannya dengan cara sederhana: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kis. 16:31). Itu saja. Tidak perlu mengikuti serangkaian peraturan. Tidak perlu memecahkan suatu rahasia. Tapi kesungguhan dengan iman yang kuat dan teguh itu memberikan bukti bahwa kita mengimani keselamatan di dalam Kristus. Inilah kebenaran sederhana itu: Kita semua telah berdosa (Rm. 3:23). Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa kita, yaitu kematian dan keterpisahan abadi dariNya (Mat. 1:21; 1Ptr. 2:24). Yesus bangkit dari antara orang mati (Rm. 10:9), dan kita diselamatkan dari kematian rohani serta dibawa kepada kehidupan kekal dengan mempercayai apa yang sudah dikerjakanNya bagi kita (Yoh. 3:16). Mari direnungkanlah apa artinya untuk sungguh-sungguh beriman dan percaya kepada Tuhan Yesus. Izinkanlah Dia memberi kamu “hidup . . . dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10...

Tuhan Yesus Setia

Kejadian 29:31 Tuhan melihat, bahwa Lea tidak dicintai. Lea, istri pertama Yakub, menghabiskan sebagian besar masa hidupnya untuk mendapatkan cinta kasih suaminya (Kej. 29:32-35). Namun, Yakub hanya mencintai Rahel. Allah melihat penderitaan Lea dan memberikan penghiburan yang menggantikan penolakan sang suami. Allah memberkati Lea dengan menjadikannya seorang ibu, suatu kehormatan besar dalam budaya masa itu (ay.31). Lea tidak dilihat dan didengar oleh suaminya, tetapi ia dilihat dan didengar dengan penuh kasih oleh Allah (ay.32-33). Ia pun melahirkan seorang putri dan enam putra, salah satunya Yehuda, yang menjadi leluhur Yesus. Pada saat Yehuda lahir, Lea berkata, ”Sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan” (ay.35). Lea menikmati umur panjang di tanah Kanaan dan dikubur di tempat terhormat, yaitu bersama Yakub dan para leluhurnya (49:29-32). Saat mengalami penolakan, biarlah kisah hidup Lea menghibur kita. Kita dapat dipuaskan oleh kasih Allah, yang memberikan penghiburan dan pener...

Hidup Dalam Kebenaran

 Efesus 4:25 Buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Rasul Paulus mendorong jemaat di Efesus untuk mengatakan kebenaran kepada satu sama lain dengan penuh kasih sebagai manusia baru di dalam Kristus. Untuk itu kita perlu membangun kebiasaan yang dipenuhi “kebenaran dan kekudusan” (Ef. 4:24), yaitu hidup yang dikhususkan bagi Kristus dan mencerminkan kehendakNya. Mereka harus mengganti ucapan salah dengan ucapan kebenaran karena ucapan yang salah bersifat memecah-belah, sementara kebenaran akan menyatukan kita sebagai umat Tuhan. Paulus menulis, “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota” (ay.25). Ketika hidup kita dijalani dalam kasih, dan di bawah tuntunan tangan Allah, kita akan dimampukan untuk membagikan kebenaran dengan “baik hati dan berbelaskasihan” (ay.32) Dalam Efesus 4:17-32, Paulus mengontraskan cara-cara licik “Iblis” (ay.27) dengan kebenaran dari ca...

Imam Besar Agung

 Ibrani 4:14-15 Kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, . . . yang  sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Kitab Ibrani menyatakan: “Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibr. 4:15). Selama keberadaanNya di muka bumi ini, Yesus sama sekali tidak pernah mengucapkan kata-kata yang berdosa maupun melakukan tindakan dosa. Dia sepenuhnya sempurna. Inilah yang menjadi tujuan hidup kita sempurna seperti Kristus. Kita diberikan nasihat dalam Kitab Ibrani, untuk “teguh berpegang pada pengakuan iman kita” di dalam Tuhan Yesus (ay.14) karena Dia mengerti dan ikut merasakan pergumulan-pergumulan kita. Dia pernah mengalami semuanya tetapi tanpa cela. Juruselamat kita yang sepenuhnya sempurna sanggup menolong kita dalam segala hal.  Yesus Kristus penebus dan penolong hidup kita yang selalu memahami dan mengerti Dia tidak...

Penyertaan Tuhan

Bilangan 6:25 Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya. Alkitab menyajikan kata-kata yang Allah berikan kepada Musa untuk disampaikan kepada umatNya pada masa-masa sulit, ketika mereka mengembara di gurun Sinai: “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bil. 6:24-26). Berkat tersebut harus diucapkan para imam kepada umat. Bahkan di tengah belantara kehidupan, Allah tetap setia. Menerima berkat  Tuhan wajah Tuhan dan kasih setia Tuhan selalu tertuju kepada mereka yang mengasihiNya, sekalipun kita tidak dapat merasakanNya karena mungkin ada kepedihan hati, dan persoalan. Tidak seorang pun yang tidak terlihat di mata Allah. Tuhan selalu memperhatikan setiap anak anakNya yg selalu berharap dan setia menghampiri Tuhan. Kata-kata berkat yang termuat dalam Bilangan 6:24-26. Ucapan “TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya” (ay. 25) ditulis ...

Rancangan Tuhan Yang Ajaib

Yesaya 55:8 Jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Rencana dan keinginan kita eringkali tidak sejalan dengan rencana Allah. Karena “rancanganNya bukanlah rencana kita dan jalan kita bukanlah jalan Nya (Yes. 55:8). Kebenaran ini memberi kita pengharapan di saat upaya kita untuk melayaniNya tidak berjalan sesuai dengan rencana yang sudah kita susun. Tuhan merancang kan kebaikan untuk setiap kita yg selalu berharap kepada Tuhan. Mungkin perlu bertahun-tahun sebelum kita dapat melihat ke belakang dan menyaksikan campur tangan Allah dalam situasi-situasi tertentu. Namun saat ini, ketika kita terus sabar dan taat kepada Tuhan, ingat bahwa Allah selalu bekerja dengan penuh kuasa (ay.11).  Kitab Yesaya adalah yang pertama dari lima kitab Nabi Besar. Sebutan “Nabi Besar” diberikan karena panjang kitab-kitabnya, bukan karena keutamaannya. Kitab-Kitab Nabi Besar yang lain adalah Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, dan Daniel. Yesaya adalah kitab terpanjang keenam dalam Alkitab, dengan ...

Bersandar Pada Kasih Setia Tuhan

Yehezkiel 34:11bimk Tuhan Yang Mahatinggi berkata, “Aku sendiri akan mencari domba-domba-Ku dan memelihara mereka. Yehezkiel 34:11-16 menceritakan tentang Allah yang setia mengejar umatNya. “Aku sendiri akan mencari domba-dombaKu dan memelihara mereka,” kata Allah, yang berjanji akan menyelamatkan mereka dan menyediakan kebutuhan mereka dengan berlimpah (ay.11) DikatakanNya mereka sendiri tidak taat kepada Gembala mereka yang sejati (ay.1-6). Banyak sebab bisa menjadi korban keadaan atau bergumul dengan akibat dari dosa kita sendiri, tetapi Allah mengejar kita dengan penuh kasih. Dalam rahmat dan anugerahNya, Dia membawa kita kembali kepadaNya. Jika telah melupakan Allah, kembalilah kepadaNya.  Dengan pimpinanNya, teruslah berjalan bersamaNya setiap hari. Disetiap keadaan tetaplah dekat dengan Allah yg memberi kehidupan. Tidak mau berpaling dari kasih setia Tuhan. Yehezkiel adalah seorang imam dan juga seorang nabi yang bernubuat dari tahun 593 sampai 571 SM. Ia termasuk dalam 10.0...

Tetap Berjuang

Kejadian 2:5 Belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu Kisah penciptaan dalam Kejadian 1 menyebutkan secara berulang-ulang penilaian Allah atas alam ciptaan: semua itu “baik” atau “sangat baik” (ay.4,10,12,18,21,25,31). Meski demikian, prosesnya belum selesai. Adam dan Hawa perlu mengolah tanah sebagai bagian dari tugas mereka untuk mengelola ciptaan Allah (ay.28). Mereka tidak diciptakan untuk hidup di dalam suatu surga yang tidak berubah, melainkan dalam lingkungan yang memerlukan perawatan dan pengembangan. Sejak awal, Allah telah mengundang manusia untuk menjadi mitra dalam karya penciptaanNya. Dia melakukannya dahulu kala di Taman Eden, dan Dia juga melakukannya dengan kita, “ciptaan baru” yang dijadikanNya saat kita percaya kepada Kristus (2Kor. 5:17). Setelah diselamatkan, kita tidak langsung menjadi sempurna. Rasul Paulus berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini” (Rm. 12:2). Allah bekerja di dalam diri kita saat kita berusaha menjalani kehidupan yang berkenan...

Firman Kebenaran

Yohanes 5:39 Yesus berkata, “Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.” Ketika Yesus dianiaya para pemimpin agama karena tidak mematuhi hukum Yahudi (Yoh. 5:16), Dia memperingatkan mereka yang terlalu terpaku mempelajari dan menegakkan hukum sampai-sampai mereka melewatkan Pribadi yang disaksikan oleh hukum itu: “Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu” (ay.39-40). Dalam usaha menjadi benar di hadapan Allah, para pemimpin agama tersebut berfokus untuk mematuhi hukum Yahudi dan memastikan semua orang juga melakukannya. Demikian pula dalam semangat mengikut Allah, kita mungkin tekun melakukan hal-hal baik seperti berbuat amal, dsb bahkan mengajak orang lain untuk ikut giat bersama kita. Namun, sering kali terlalu berfokus pada hal-hal tersebut sampai-sampai kita melewatkan Pribadi yang menjadi alasan kita melakukan semua itu yaitu Tuhan Yesus. Dekat dengan Tuhan Yesus seperti Maria duduk dekat Tuhan Yes...

Kuat Oleh karena Anugerah Tuhan

Mazmur 31:9 Engkau . . . menegakkan kakiku di tempat yang lapang. Tetap berharap kepada Allah. Mengapa demikian? Karena oleh kemenangan Allah atas kematian melalui pengorbanan Kristus, kita kini tinggal di dalam Kristus, “tempat paling aman dan penuh perlindungan , ” Ia menjelaskan, “Adakah tempat yang lebih aman selain mengambil bagian dalam Tuhan melalui karya Roh Kudus?” Mungkin kita juga sedang menangis dan meratap, tetapi kita dapat berlindung pada Allah, memohon Dia untuk menuntun dan membimbing kita (ay.2,4). Seperti Daud, yang meyakini hidup di suatu tempat yang penuh pengharapan dalam Tuhan. Kitab Mazmur terbagi dalam lima kitab atau jilid. Jilid I (pasal 1–41) dan Jilid II (pasal 42–72) memuat sebagian besar mazmur Daud, dan banyak di antaranya berisi ratapan. Mazmur 31 adalah salah satunya. Mungkin kita berpikir bahwa tidaklah pantas seseorang mengeluh kepada Allah. Namun, itulah arti ratapan keluhan tentang keadaan hidup. Namun, yang membedakan ratapan alkitabiah dengan k...