Ikhlas Memberi

 Lukas 6:38

Berilah dan kamu akan diberi

Dalam alkitab kita menemukan bahwa ketika seseorang hidup dengan hati yang murah, mereka mencerminkan hati Allah yang menciptakan mereka. Allah itu murah hati, berbelas kasih, dan penuh kebaikan, bukan hanya kepada sebagian orang, tetapi kepada semua bahkan “terhadap orang-orang jahat” (Luk. 6:35). Oleh karena itu, Yesus mengajar mereka memiliki atau mencerminkan karakter Allah yaitu “mengasihi”, “berbuat baik”, dan “meminjamkan” bahkan kepada musuh “dengan tidak mengharapkan balasan” (ay.32-35).

Ketika memberi tanpa mengharapkan balasan, kita akan mendapati bahwa cara hidup tersebut tidak akan membawa kerugian bagi kita. Yesus juga menyoroti kebenaran itu, dengan berkata, “Berilah, dan kamu akan diberi . . . Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepada-Mu” (ay.38). Ketika kita menyikapi kemurahan hati Allah dengan sikap hidup yang rela memberi, kita akan mengalami betapa tak terhitung berkat-berkat yang telah menyejahterakan hidup kita. Memberi dengan tulus dan ikhlas maka itulah sikap hati yang bernilai dihadapan Tuhan.

Pengajaran Yesus dalam Lukas 6:31-38 mirip dengan Khotbah di Bukit dalam Matius 5:38-48, ketika Yesus mengajar di “atas bukit” (ay.1). Kristus memberikan khotbah dalam Lukas 6, pada kesempatan lain: “suatu tempat yang datar” (ay. 17) atau “tempat yang rata” (TL), Di sini, Yesus mengajar tentang kasih tak bersyarat kepada orang lain, termasuk kepada musuh, sehingga kita dapat menjadi “anak-anak Allah Yang Mahatinggi” (ay. 35). Allah itu “baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat” (ay.35), jadi kita pun harus berbelas kasih dengan cara yang sama seperti “Bapamu adalah murah hati” (ay.36). Dalam khotbah ini, Kristus menyampaikan sebuah kata yang dikenal dengan Kaidah Emas: “Sebagaimana kamu menginginkan supaya orang membuat kamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka” (ay. 31), dan ini mendukung prinsip di Galatia 6:7, “apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Kristus juga berbicara tentang perlakuan timbal balik, “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Lukas 6:38)

Sikap dan karakter Kristus mendarah daging dalam hidup kita yang selalu memberi dengan tulus dan ikhlas, sikap yang mahal yg terus kita kembangkan dan menjadi berkat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil