Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Persembahan Yang Terbaik

PERSEMBAHAN YANG TERBAIK Mazmur 50:10 Punya-Kulah segala binatang hutan. Mazmur 50:10, Allah berkata kepada umat-Nya, “Punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung.” Sebagai Pencipta segala sesuatu, Allah tidak berutang apa pun kepada kita dan tidak membutuhkan apa pun dari kita. Dia berkata, “Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu” (ay.9). Dengan murah hati Dia mengaruniakan semua yang kita miliki dan gunakan, serta kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk mencari nafkah. Seperti ditunjukkan pemazmur, untuk segala hal yang Dia lakukan tersebut, Dia layak kita sembah dengan sepenuh hati. Allah adalah pemilik segala sesuatu. Namun, oleh kebaikanNya, Dia bahkan memilih untuk memberikan diriNya sendiri di kayu salib. Yesus “datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk. 10:45). Ketika kita menghargai Sang Pemberi melebihi pemberianNya dan melayani Dia...

Alkitab adalah Firman Tuhan

ALKITAB ADALAH FIRMAN TUHAN Imamat 20:26 Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, Tuhan, kudus. Bagian dari kitab imamat  itu berisi detail-detail mengejutkan tentang luka yang menular dan yang tidak menular (Im. 13:1-46), lengkap dengan cara pengobatannya (Im. 14:8-9). Apa yang tertulis dalam kitab ini jauh melampaui pengetahuan medis zaman itu. Tidak mungkin Musa bisa tahu semua ini. Musa sungguh-sungguh menerima informasi tersebut dari Allah. Semua bagian Alkitab ditulis dengan maksudnya masing-masing. Kitab Imamat sendiri ditulis agar orang Israel belajar untuk hidup bagi dan bersama Allah. Dengan mempelajari lebih jauh hubungan antara Allah dan umatNya tersebut, kita akan semakin mengenal Allah itu sendiri. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran,” tulis Rasul Paulus (2Tim. 3:16). Marilah kita terus membaca Alkitab, bahkan Kitab Imamat.  Alkitab hid...

Kasih Tuhan

KASIH TUHAN Lukas 18:40 Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Ketika Yesus hampir tiba di Yerikho dalam perjalanan menuju Yerusalem, seorang buta duduk mengemis di pinggir jalan. Ia juga merasa diabaikan. Terutama hari itu, ketika orang banyak berjalan melewatinya dan semua mata terfokus kepada Kristus. Tak seorang pun berhenti untuk menolong si pengemis. Di tengah hiruk-pikuk orang banyak, Tuhan mendengar teriakan orang yang terlupakan itu. Kristus bertanya, “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” dan Tuhan mendengarkan jeritan hati yang sungguh sungguh “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu Yesus berkata, “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” (Luk. 18:41-42). Apakah kita kadang-kadang merasa diabaikan? Apakah teriakan kita ditenggelamkan oleh orang-orang yang tampaknya lebih penting daripada kita? Tuhan Yesus memperhatikan mereka yang diabaikan oleh dunia. Berserulah meminta tolong kepada Tuhan! Meski yang lain mungkin mengabaikan kit...

KETENANGAN

KETENANGAN Mazmur 3:6 Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku Raja Daud juga tahu apa rasanya mengalami malam yang meresahkan. Saat melarikan diri dari anaknya sendiri, Absalom, yang ingin merampas takhtanya (2Sam. 15–17), Daud tahu bahwa ada “puluhan ribu orang yang siap mengepung” (Mzm. 3:7). Ia mengeluh, “Betapa banyaknya lawanku!” (ay.2). Meski rasa takut dan bimbang bisa saja mengalahkannya, Daud berseru kepada Allah, “perisai” perlindungannya (ay.4). Kemudian, Daud merasa dapat “membaringkan diri, lalu tidur; . . . sebab Tuhan menopang dirinya!” (ay.6). Ketika ketakutan dan pergumulan mencengkeram pikiran kita, dan kelegaan tergantikan oleh kegelisahan, kita dapat menemukan pengharapan saat berdoa kepada Allah. Mungkin kita tidak segera terlelap seperti Daud, tetapi “dengan tenteram kita dapat membaringkan diri . . . diam dengan aman” (Mzm. 4:9), sebab Allah beserta kita dan Dialah sumber peristirahatan kita. Dalam setiap pergumulan kesesakan yg se...

Pintu Kehidupan

 PINTU KEHIDUPAN Wahyu 3:8 Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu. Filadelfia adalah jemaat kecil yang sederhana, dan kota tempat mereka baru saja rusak parah akibat gempa bumi. Bukan itu saja, mereka juga mengalami perlawanan dari Iblis (Why. 3:9). Gereja yang terabaikan itu “kekuatannya tidak seberapa,”  namun engkau menuruti firmanKu dan engkau tidak menyangkal namaKu” (ay.8). Karena itu, bagi mereka, Allah telah “membuka pintu . . . yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun” (ay.8). Sesungguhnya, “apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka” (ay.7). Hal ini juga berlaku dalam kehidupan kita. Adakalanya beberapa pintu memang tidak terbuka,namun Allah telah membuka pintu yg lain.  “Akulah pintu,” kata Yesus (Yoh. 10:9). Marilah kita memasuki pintu-pintu yang dibukaNya dan mengikut Dia. Tuhan sanggup menolong dan membuka pintu untuk kita apapun pergumulan hidup kita. Dalam Wahyu pasal 2 dan 3, Kristus berbicara lew...

Kuasa Tuhan

KUASA TUHAN 2 Korintus 12:9 Justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Ketika menghadapi penyakit, masalah dalam pekerjaan, atau konflik dalam hubungan dengan seseorang, pengalaman-pengalaman tersebut mungkin membuat kita tak nyaman, semua bayangan tentang kekuatan yang kita miliki hilang.  Akhirnya, hanya satu hal yang bisa kita perbuat adalah berdoa “Tuhan, tolong. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.” Rasul Paulus memahami perasaan tidak berdaya semacam ini. “Duri” dalam hidupnya, yang bisa jadi adalah penyakit fisik, membuatnya begitu frustrasi dan menderita. Namun, justru lewat duri itulah Paulus mengalami kasih, janji, dan berkat Allah yang cukup baginya untuk bertahan dan mengatasi kesulitan-kesulitannya (2Kor. 12:9). Paulus belajar bahwa kelemahan dan ketidakberdayaan diri tidak sama dengan kekalahan. Ketika diserahkan kepada Allah di dalam iman, masalah-masalah tersebut menjadi sarana bagi Tuhan untuk bekerja di dalam dan melalui keadaan-keadaan tersebut (ay....

Hikmat Tuhan Dan Kerendahan Hati

HIKMAT TUHAN DAN KERENDAHAN HATI Amsal 22:4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan Firman Tuhan mengajarkan pentingnya kerendahan hati, dan ini bukan sekadar demi melakukan perintah Tuhan “Takut akan Tuhan” memiliki pemahaman  tentang siapa diri kita dihadapkan Tuhan dengan kuasa, dan keagungan Allah yg mendatangkan “kekayaan, kehormatan, dan kehidupan” (Ams. 22:4). Kerendahan hati menuntun kita untuk hidup selaras dengan Tuhan, sehingga kita dapat memberi dampak yang berguna bagi pekerjaan Allah, bukan hanya bagi pekerjaan duniawi saja, oleh karena kita rindu menjadi berkat bagi sesama. Kita takut akan Allah bukan demi memperoleh “kekayaan, kehormatan, dan kehidupan” bagi diri sendiri, karena bukan itu kerendahan hati yang sejati. Sebaliknya, kita meneladan Yesus, yang “telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba” (Flp. 2:7) supaya kita dapat menjadi bagian dari tubuh Kristus yang bekerja sama dengan rendah ...

DARAH YESUS

DARAH YESUS Yesaya 1:18 Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju. Dalam Alkitab, warna merah menjadi penanda anggota kerajaan, tetapi juga sebagai simbol dosa dan kehinaan. Selain itu, merah adalah warna darah. Ketika para serdadu “menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungu kepadaNya” (Mat. 27:28), ketiga simbol tersebut berpadu menjadi sebuah gambaran warna merah yang memilukan: Yesus diejek sebagai raja jadi-jadian, Dia dilucuti dalam kehinaan, dan Dia dikenakan jubah dengan warna merah ungu, seperti darah yang akan segera Dia curahkan. Namun, Nabi Yesaya pernah menubuatkan janji tentang Yesus yang akan menebus kita dari warna merah yang menodai kita: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju” (1:18). Ada satu hal lagi tentang serangga kokineal yang digunakan sebagai bahan pewarna merah tadi. Serangga ini sebenarnya berwarna putih susu pada bagian luarnya. Baru ketika diremukkan, serangga ini akan mengeluarkan ...

Persembahan kasih

Gambar
Persembahan kasih untuk gpsdi Kuwu melalui QR 👇👇

Alkitab Firman TUHAN Yang Hidup

ALKITAB FIRMAN TUHAN YANG HIDUP 2 Timotius 3:15 Engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Kitab Suci sanggup mengubahkan hidup. Paulus dari penjara di Roma, ia mendorong anak rohaninya, Timotius, untuk “tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima” karena “dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci” (2Tim. 3:14-15). Dalam bahasa aslinya, kata Yunani untuk “tetap” memiliki pengertian “tinggal” dalam kebenaran yang disingkapkan oleh Alkitab. Karena menyadari bahwa Timotius akan mengalami perlawanan dan penganiayaan, Paulus ingin agar ia diperlengkapi untuk menghadapi tantangan tersebut. Ia yakin anak didiknya itu akan menemukan kekuatan dan hikmat dalam Alkitab saat ia merenungkan kebenarannya. Demikian juga kita dalam merenungkan firman Tuhan mendapatkan hikmat. Lewat RohNya, Allah menjadikan kebenaran Kitab Suci itu hidup bagi kita. Ketika kita mendalaminya, Dia pun mengubahkan ...

MEMPRAKTEKAN KASIH

MEMPRAKTEKAN KASIH Roma 13:8 bis Janganlah berutang apa pun kepada siapa juga, kecuali berutang kasih terhadap satu sama lain. Setelah lebih dari dua puluh tahun kita hidup sebagai anak Allah, kebenaran yang sederhana tetapi mendalam itu pasti menolong kita dalam memahami tiga langkah dalam siklus kasihNya yang agung.  Pertama, Rasul Paulus menegaskan bahwa kasih adalah merupakan inti hidup orang percaya. Kedua, dengan terus melakukan kasih terhadap satu sama lain, kita murid Kristus selalu melangkah dalam ketaatan, “sebab orang yang mengasihi sesama manusia maka sudah memenuhi semua hukum Musa” (Rm. 13:8).  Ketiga, kita memenuhi hukum Taurat yaitu “kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia” (ay.10). Saat kita mengalami dalam nya kasih Allah bagi kita, yang ditunjukkan dengan sempurna melalui pengorbanan Kristus di kayu salib, kita merespon dan menerima nya dengan rasa syukur. syukur kita kepada Tuhan Yesus menggerakkan kita untuk mengasihi sesama lewat perkataan, perb...

Yang Terbaik Bagi Allah

YANG TERBAIK BAGI ALLAH Kejadian 22:14 Abraham menamai tempat itu: “Tuhan menyediakan.” Kita mungkin tidak dapat membayangkan betapa hancurnya hati Abraham ketika Allah memerintahkannya untuk mempersembahkan Ishak, putranya. Saat kita membaca Allah berkata, “Persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran” (Kej. 22:2), kita mungkin bertanya pada diri sendiri, hal berharga apa yang Allah minta untuk kita persembahkan? Meski kita tahu bahwa akhirnya Allah melepaskan Ishak (ay.12), intinya jelas: Abraham bersedia menyerahkan hal yang paling berharga baginya. Ia mempercayai Allah akan menyediakan di saat ia menjawab panggilan yang teramat sulit baginya. Kita sering mengaku mengasihi Allah, tetapi apakah kita bersedia mengorbankan hal yang paling berharga bagi kita? Rencana Allah bagi hidup kita memiliki maksud yang tidak dapat kita bayangkan. Dia rindu kita bersedia menyerahkan apa yang paling kita sayangi. Setidaknya itulah yang dapat kita lakukan, karena Allah sendiri telah menyerahka...

Kasih Yang Bernilai

KASIH YANG BERNILAI Yohanes 8:10 Tidak adakah seorang yang menghukum engkau? Ketika seorang wanita diseret para pemuka agama ke hadapan Yesus dengan tuduhan perzinaan yang sangat berat, Tuhan Yesus tidak langsung berurusan dengannya. Setelah membuat para penuduh tadi pergi dari sana, Tuhan Yesus baru berbicara kepada wanita itu, sebenarnya Yesus bisa saja menegur wanita itu. Namun, yang Dia lakukan justru mengajukan dua pertanyaan sederhana, “Di manakah mereka?” dan “Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” (Yoh. 8:10). Tentu saja jawaban dari pertanyaan terakhir tadi adalah tidak. Yesus pun memberikan kabar baik kepadanya lewat satu pernyataan singkat, “Aku pun tidak menghukum engkau,” dilanjutkan dengan seruan: “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (ay.11). Janganlah kita meremehkan kekuatan kasih yang tulus bagi orang lain kasih yang tidak menyudutkan dan mengancam, melainkan menjunjung martabat semua orang dan memberikan pengampunan bagi mereka. Dalam per...

Memberi

MEMBERI Amsal 11:24 bis Ada orang suka memberi, tapi bertambah kaya. Semangat memberi memang bisa terasa seperti sebuah kesenangan. Itulah yang tertulis dalam Alkitab, “Ada orang suka memberi, tapi bertambah kaya, ada yang suka menghemat, tapi bertambah miskin. Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga” (Ams. 11:24-25 bis). Rasul Paulus mengajarkan prinsip tersebut di Perjanjian Baru. Saat hendak berpisah dengan jemaat di Efesus, ia memberkati mereka (Kis. 20:32) dan mengingatkan mereka akan pentingnya kemurahan hati. Paulus menyebutkan tentang etos kerjanya sendiri sebagai teladan yang perlu mereka ikuti. “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja [keras] kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima,” kata sang rasul (ay.35). Kita mencerminkan Allah ketika kita bermurah hati. “...

Sahabat Terbaik

SAHABAT TERBAIK 1 Samuel 20:42 Pergilah dengan selamat; bukankah kita berdua telah bersumpah demi nama Tuhan. Raja Daud dan Yonatan memiliki persahabatan yang juga sama eratnya. Kasih sayang di antara mereka sangat mendalam (1Sam. 20:41), bahkan mereka mengikat janji untuk setia kepada satu sama lain (ay.8-17,42). Persahabatan mereka ditandai dengan kesetiaan yang total (1Sam. 19:1-2; 20:13). Yonatan bahkan mengorbankan haknya sebagai pewaris takhta agar Daud dapat memerintah sebagai raja (20:30-31; lihat 23:15-18). Ketika Yonatan wafat, Daud meratap dengan mengatakan bahwa kasih Yonatan kepadanya “amat mulia, malahan melebihi kasih seorang ibu" (2Sam. 1:26 bis). Kita tidak selalu menyamakan persahabatan dengan kesatuan jiwa, tetapi Daud dan Yonatan dapat menjadi contoh dalam hal persahabatan. Yesus sendiri membiarkan sahabat-sahabatNya bersandar kepadaNya (Yoh. 13:23-25). Kasih sayang, kesetiaan, dan komitmen yang ditunjukkan Tuhan Yesus kepada kita dapat menjadi dasar bagi kita ...