Pintu Kehidupan
PINTU KEHIDUPAN
Wahyu 3:8
Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu.
Filadelfia adalah jemaat kecil yang sederhana, dan kota tempat mereka baru saja rusak parah akibat gempa bumi. Bukan itu saja, mereka juga mengalami perlawanan dari Iblis (Why. 3:9). Gereja yang terabaikan itu “kekuatannya tidak seberapa,” namun engkau menuruti firmanKu dan engkau tidak menyangkal namaKu” (ay.8). Karena itu, bagi mereka, Allah telah “membuka pintu . . . yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun” (ay.8). Sesungguhnya, “apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka” (ay.7).
Hal ini juga berlaku dalam kehidupan kita. Adakalanya beberapa pintu memang tidak terbuka,namun Allah telah membuka pintu yg lain. “Akulah pintu,” kata Yesus (Yoh. 10:9). Marilah kita memasuki pintu-pintu yang dibukaNya dan mengikut Dia. Tuhan sanggup menolong dan membuka pintu untuk kita apapun pergumulan hidup kita.
Dalam Wahyu pasal 2 dan 3, Kristus berbicara lewat tujuh surat kepada gereja-gereja di Asia Kecil. Surat kepada jemaat di Filadelfia adalah surat keenam, dan surat kedua yang menyebut tentang “jemaah Iblis” (3:9). Sebutan itu pertama kali muncul dalam surat kepada jemaat di Smirna Kedua pemakaian mendefinisikan “jemaah” yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian” (ay.9). Apa maksudnya? Mereka adalah orang-orang Yahudi yang menentang jemaat Tuhan di abad pertama dan yang mengklaim bahwa Kerajaan Allah adalah milik bangsa Israel secara eksklusif. Namun, Rasul Paulus menulis, “Allah tidak memandang bulu" (Roma 2:11). Ia menjelaskan, “Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi yang menaati hukum Taurat. . . . Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya; . . . Yang dibarui di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah” (ay.28-29).
Kita senantiasa bersyukur menikmati berkat2 Tuhan karena Tuhan adalah gembala kita yg selalu menjaga memelihara dan menuntun kita.
Komentar
Posting Komentar