Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

Kerendahan Hati

KERENDAHAN HATI Filipi 2:7 Yesus telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Contoh kerendahan hati yang terbesar tampak dalam diri Yesus, yang meninggalkan kedudukanNya yang mulia di surga untuk mengambil rupa sebagai hamba di muka bumi (Flp. 2:7). Yesus tidak harus melakukannya, tetapi Dia merendahkan diriNya dengan penuh kerelaan. Di dunia, Dia melayani dengan mengajar, menyembuhkan, dan mengasihi semua orang serta mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita manusia  Teladan Kristus dapat menggugah hati kita untuk melakukan pekerjaan sederhana seperti membantu orang lain dengan banyak cara sesuai dengan kapasitas kita dan dilakukan dengan iklas maka dampak terbesarnya terjadi ketika hal itu mempengaruhi sikap kita terhadap orang lain. Kerendahan hati yang sejati adalah suatu kualitas batin yang tidak hanya mengubah tindakan kita, tetapi juga prioritas kita. Kerendahan hati sepatutnya mendorong kita untuk “menganggap yang ...

Hidup Bagi Kristus

HIDUP BAGI KRISTUS Markus 8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Pernyataan Yesus tentang apa yang diperlukan untuk menjadi murid-Nya: “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya” (Mrk. 8:36). Saat kita menyangkal diri dan meninggalkan kehidupan lama kita untuk mengikut Kristus serta menaati pimpinanNya (ay.34-35), mungkin kita perlu mengorbankan keinginan pribadi dan keuntungan materi yang berpotensi untuk menyimpangkan jalan kita. Markus 8:34-38 sebagai suatu “paragraf singkat yang indah.” Bagaimana bisa perkataan tentang mengikut Kristus yang “memikul salib” adalah sesuatu yang “indah”? Keindahan itu terletak pada kesederhanaan dan singkatnya kata-kata Yesus, sekaligus kejelasannya. Dalam Markus 8:31-32, Yesus berbicara tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan yang akan Dia alami (lihat juga 9:30-32; 10:32-34). Panggilan yang dinyatakan di Markus 8:34 berlaku untuk “setiap orang.” Ayat 35 menekankan ...

Mata Air Kehidupan

MATA AIR KEHIDUPAN Yesaya 32:1-2 Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran . . . seperti aliran-aliran air di tempat kering. Nabi Yesaya menggunakan gambaran air di padang gurun untuk menggambarkan seorang raja masa depan yang akan memerintah dengan kebenaran (Yes. 32). Ketika para raja dan penguasa memerintah dengan adil dan benar, mereka akan menjadi seperti “aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus” (ay.2). Sebagian penguasa memilih untuk mengambil bagi dirinya sendiri daripada memberi. Akan tetapi, seorang pemimpin yang menghormati Allah akan memberikan keteduhan, keamanan, pemeliharaan, dan perlindungan bagi rakyatnya. Yesaya berkata, “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera” bagi umatNya, dan “akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya” (ay.17). Kata-kata pengharapan dari Yesaya kelak akan mendapatkan makna yang sepenuhnya dalam diri Yesus, yang “akan turun dari sorg...

BUAH YANG MEMBERKATI

BUAH YANG MEMBERKATI Galatia 5:14 Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Mengizinkan Roh Kudus memimpin kita adalah cara terbaik untuk bersaksi tentang Tuhan Yesus. Tuhan mengatakan kepada murid-muridNya, “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu” (Kis. 1:8). Buah Roh “ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal. 5:22-23). Dengan hidup di bawah tuntunan Roh Kudus, kita mempraktikkan apa yang diperintahkan Firman TUHAN “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” (1Ptr. 3:15). Sekalipun masih banyak pergumulan hidup, perkataan dan perbuatan kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa RohNya senantiasa memimpin kita memberikan kekuatan dan menghibur. Pada saat itu, hidup kitapun a...

Perkataan Yang Membangun

PERKATAAN YANG MEMBANGUN Amsal 25:25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh. Kitab Amsal memberi kita sekumpulan amsal dan perkataan bijak yang diilhami oleh Roh Allah. Ucapan-ucapan bijak tersebut dapat membimbing kita dan mengajarkan berbagai kebenaran penting tentang cara hidup yang menghormati Allah. Banyak amsal yang berfokus pada hubungan antarpribadi, termasuk pengaruh mendalam dari perkataan kita terhadap orang lain. Dalam bagian amsal yang dikaitkan dengan Raja Salomo sebagai penulisnya, ia memperingatkan tentang bahaya dari bersaksi dusta terhadap orang lain (Ams. 25:18). Ia menasihati bahwa “pergunjingan” mengakibatkan hubungan yang suram (ay.23 bis). Salomo memperingatkan tentang dampak mengerikan dari sikap yang terus-menerus mengeluh (ay.24). Lalu, sang raja menguatkan para pembaca dengan menyatakan bahwa berkat datang ketika perkataan kita membawa kabar baik (ay.25). Dalam perjuangan kita menerapkan kebenaran ini, Roh Kudus ...

Hati Yang Mengasihi Tuhan

 HATI YANG MENGASIHI TUHAN 1 Samuel 16:7 Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Ketika bangsa Israel meminta seorang raja, Allah menyediakan apa yang mereka minta dengan memberikan seorang pria berperawakan mengesankan seperti raja-raja bangsa lain (1Sam. 8:5; 9:2). Namun, karena tahun-tahun pertama Saul sebagai raja ditandai dengan ketidaksetiaan dan ketidaktaatan, Allah mengutus Samuel ke Betlehem untuk mengurapi seorang raja baru (16:1-13). Ketika Samuel melihat Eliab, sang putra sulung, ia mengira bahwa Eliab itulah yang dipilih Allah sebagai raja karena perawakannya yang mengesankan. Namun, Allah menantang pemikiran Samuel: “Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati” (ay.7). Allah telah memilih Daud untuk memimpin umat-Nya (ay.12). Inilah menjadi perenungan kita bahwa Tuhan tidak melihat apa yg kita punya seperti kekayaan atau pun kepintaran tetapi Tuhan selalu melihat hati. Saat menilai kemampuan dan kecocokan manusia untuk ...

MENAHAN DIRI

MENAHAN DIRI Yakubus 1:19 Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Meski kita tidak selalu menerapkan perintah Yakobus dengan benar, kita mau terus belajar untuk berhasil melakukannya hari ini. Berhenti sejenak untuk berdoa sebelum amarah dan rasa tersinggung menguasai kita adalah kunci dari sikap yang cepat untuk mendengar tetapi lambat untuk berkata-kata. Kita berdoa, supaya Allah memberikan kita hikmat untuk lebih sering melakukannya (Ams. 19:11).  Tidak mudah memang menahan diri untuk tidak marah atau emosi tetapi ketika kita belajar setiap hari maka itu menjadi suatu kebiasaan yg baik, sehingga hati kita terbebas dari rasa marah. Kemarahan adalah topik yang sering dibicarakan di dalam Alkitab. Yakobus mendorong kita agar “lambat untuk marah” (Yakobus 1:19). Amsal 19:11 mengatakan, “Orang bijaksana dapat menahan kemarahannya. Ia terpuji karena tidak menghiraukan kesalahan orang terhadapnya”. Rasul Paulus mengin...

Buku kehidupan

 BUKU KEHIDUPAN Lukas 20:20 Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga. Lukas 10:1-23 menggambarkan apa yang seharusnya menjadi pusat dari identitas kita. Ketika tujuh puluh orang yang diutus Yesus untuk mengabarkan tentang Kerajaan Allah kembali dari perjalanan, mereka melaporkan bahwa “roh-roh jahat pun taat kepada kami apabila kami memerintahkan mereka atas nama Tuhan!” (ay.17 bis). Meski Yesus menegaskan bahwa memang Dia telah memperlengkapi mereka dengan kuasa dan perlindungan yang luar biasa, tetapi Tuhan Yesus berkata bahwa fokus mereka  adalah salah. Tuhan menekankan bahwa mereka seharusnya bersukacita karena “nama mereka ada terdaftar di sorga” (ay.20). Demikian juga dengan hidup kita, kita penuh sukacita karena nama kita tercatat di buku kehidupan di sorga. Apa pun prestasi atau kemampuan yang telah dikaruniakan Allah kepada kita, jika kita telah mempercayakan diri kita kepada Tuhan Yesus, maka alasan utama kita bersukacita adalah kenyataan bahwa nama kita t...

Kasih Yang Nyata

 KASIH YANG NYATA Yohanes 13:15 Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu Dalam Yohanes 13, adalah perjamuan terakhir yang Yesus nikmati bersama murid-muridNya. Malam itu, Sang Guru mengajari mereka prinsip kerendahan hati dalam pelayanan dengan cara membasuh kaki mereka yang kotor (ay.14-15). Jika Dia saja bersedia melakukan pekerjaan kotor dengan mencuci kaki murid-muridNya, mereka juga wajib melayani sesama dengan penuh sukacita. Bentuk pelayanan kita mungkin berbeda-beda, tetapi ada satu yang sama: ada sukacita yang besar dalam pelayanan. Pelayanan bukanlah dimaksudkan untuk memberikan pujian bagi yang melakukannya, melainkan untuk melayani sesama dalam kasih, mempersembahkan segala pujian kepada Allah kita Tuhan Yesus. Petrus sering salah paham tentang maksud Yesus. Salah satunya adalah ketika Yesus mulai mencuci kaki murid-muridNya (Yohanes 13:6-9). Di awal Kitab Yohanes, Petrus mengakui bahwa hanya Yes...

Kasih Setia Tuhan

KASIH SETIA TUHAN Yeremia 31:3 Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal. Terkadang kita bisa merasa tidak nyaman saat mengungkapkan perasaan sayang kita kepada orang lain. Namun, sebaliknya, Alkitab tidak malu-malu dalam mengungkapkan kasih Allah. Nabi Yeremia menyatakan kasih sayang Allah kepada umatNya dengan kata-kata yang lembut: “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu” (Yer. 31:3). Meski Israel telah berpaling dariNya, Allah berjanji akan memulihkan mereka dan menarik mereka kembali kepadaNya. “Aku akan datang untuk menenangkan Israel,” kata-Nya kepada mereka (ay.2 avb). Tuhan Yesus adalah ekspresi tertinggi dari kasih Allah yang membawa pemulihan, dan Tuhan Yesus menganugerahkan kedamaian dan ketenangan bagi siapa saja yang datang kepadaNya. Dari kelahiranNya di palungan, kematianNya di kayu salib, hingga kebangkitanNya dan kubur yang kosong, Dialah perwujudan nyata dari kerinduan Allah untuk memanggil dunia yang terses...

PRIBADI YANG MANDIRI DAN BERTUMBUH

 PRIBADI YANG MANDIRI DAN BERTUMBUH 1 Tesalonika 4:11 bis Berusahalah hidup dengan tenang dan tidak mencampuri persoalan orang lain. Hendaklah kalian bekerja mencari nafkah sendiri. Perkataan Paulus kepada jemaat di Tesalonika: “Berusahalah hidup dengan tenang dan tidak mencampuri persoalan orang lain. Hendaklah kalian bekerja mencari nafkah sendiri. . . . Kalau kalian hidup demikian, . . . orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus, akan menghormati kalian” (1Tes. 4:11-12 BIS). Paulus mengerti bagaimana seorang pekerja yang setia dapat menerima penghormatan dari orang lain, karena sikap tersebut secara diam² memberikan kesaksian tentang pengaruh Injil dalam membuat suatu tindakan pelayanan yang terlihat sepele menjadi bermartabat dan bermakna. Menjadi berkat dan teladan yang baik dan tentunya banyak jiwa di menangkan. Menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali merupakan tema yang mendominasi surat Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika (lihat 1 Tesalonika 1:10; 2:19; 3:13; 4...

BERPENGHARAPAN DALAM YESUS

 BERPENGHARAPAN DALAM YESUS Mazmur 33:22 Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu Dalam Mazmur 33, pemazmur mengakui bahwa Allah menjadikan segala sesuatu dengan firmanNya dan Dia memastikan semua yang diciptakanNya akan tetap berdiri kokoh (ay.6-9). Karena Allah berkuasa atas setiap generasi dan bangsa (ay.11-19), Dia saja yang sanggup memulihkan hubungan, menyelamatkan hidup, dan membangkitkan harapan. Namun, Allah mengundang kita untuk terlibat bersamaNya merawat dunia dan orang-orang yang diciptakanNya. Setiap kali kita memuji dan mengucapkan syukur kepada Allah untuk terbitnya pelangi di balik awan mendung, atau untuk ombak laut yang berkilauan menghantam pantai berbatu, kita dapat menyerukan “kasih setia” dan penyertaanNya dengan terus “berharap” kepadaNya (ay.22). Tuhan Yesus tidak pernah mengecewakan kita janji dan firman Nya di genapi. Ketika kita nyaris berputus asa atau gentar melihat keadaan dunia ini, kita mungkin merasa tidak m...