PRIBADI YANG MANDIRI DAN BERTUMBUH
PRIBADI YANG MANDIRI DAN BERTUMBUH
1 Tesalonika 4:11 bis
Berusahalah hidup dengan tenang dan tidak mencampuri persoalan orang lain. Hendaklah kalian bekerja mencari nafkah sendiri.
Perkataan Paulus kepada jemaat di Tesalonika: “Berusahalah hidup dengan tenang dan tidak mencampuri persoalan orang lain. Hendaklah kalian bekerja mencari nafkah sendiri. . . . Kalau kalian hidup demikian, . . . orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus, akan menghormati kalian” (1Tes. 4:11-12 BIS). Paulus mengerti bagaimana seorang pekerja yang setia dapat menerima penghormatan dari orang lain, karena sikap tersebut secara diam² memberikan kesaksian tentang pengaruh Injil dalam membuat suatu tindakan pelayanan yang terlihat sepele menjadi bermartabat dan bermakna. Menjadi berkat dan teladan yang baik dan tentunya banyak jiwa di menangkan.
Menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali merupakan tema yang mendominasi surat Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika (lihat 1 Tesalonika 1:10; 2:19; 3:13; 4:13-17; 5:1-11; 2 Tesalonika 1:5-10; 2:1-12). Selain itu, pekerjaan juga menjadi fokus penting dalam surat-surat ini (lihat 1 Tesalonika 4:11-12; 5:14; 2 Tesalonika 3:6-12). Paulus tidak hanya giat bekerja keras dalam pelayanan merintis gereja, tetapi juga bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya sendiri: “Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu” (1 Tesalonika 2:9). Orang percaya perlu memiliki prinsip “menantikan sambil bekerja” sampai kedatangan Yesus kembali.
Pribadi yang tangguh adalah pribadi yg berintegritas tinggi yg menjunjung nilai-nilai Alkitab dan bekerja dengan rajin, berdampak positif bagi orang lain.
Komentar
Posting Komentar