Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Tuhan Yesus Adalah Segalanya

Yesaya 55:9 Demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu Di Yesaya 55:9, Allah berkata, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu.” Kata dalam bahasa Ibrani bagi jalan (derek) mengacu kepada tindakan dan sikap moral Allah yang berbeda jauh dari tindakan dan sikap orang-orang jahat. Hikmat dan jalan kebenaran Allah sangat jauh melebihi hikmat dan kebenaran manusia. Apa yang terjadi di dalam kehidupan seseorang yang kita kasihi mungkin saja tidak sesuai dengan keinginan, tetapi kita dapat mempercayai Tuhan Yesus untuk bekerja di dalam kehidupan ini dengan cara yang terbaik di mata Tuhan. Marilah kita tetap mempercayakan atau menyerahkan orang-orang yang kita kasihi kepada Tuhan, dengan menyatakan “keinginan kita kepada Allah” (Flp. 4:6). Hanya Dialah yang sempurna dalam kasih, belas kasihan, hikmat, dan kedaulatan (Yes. 55:3,7-11). Yesaya 55:8-9 menegaskan betapa Allah itu digdaya dan tiada banding. Lebih dari 1.000 ta...

Pertolongan Tuhan

Mazmur 69:16 Janganlah biarkan arus banjir menghanyutkan aku; atau air yang dalam menelan aku. Tempat yang dalam. Mungkin ada orang yang pernah mengalaminya. “Aku tenggelam ke dalam rawa yang dalam,” kata Mazmur 69, “Lesu aku karena berseru-seru” (ay.3-4). Karena diejek oleh musuh-musuhnya dan dikucilkan oleh keluarganya (ay.5,8-13), pemazmur tidak menemukan penghiburan dalam diri orang lain (ay.21), dan takut kalau penderitaan itu akan “menelan” dirinya (ay.16). Entah disebabkan oleh dosa atau kesedihan yang besar, tempat yang dalam merupakan momen-momen keputusasaan yang kelam di dalam kehidupan. Syukurlah, kekelaman tidak selalu menguasai tempat yang dalam. Meski kedalaman itu dingin dan sepi, ada satu Pribadi yang dapat ditemukan di sana. Tuhan Yesus yang selalu hadir di kehidupan anak-anak Nya(139:8). Dia sanggup dan akan mengangkat kita dari kedalaman air yang dingin. “Aku hendak memuliakan Dikau, ya Tuhan! Sebab Engkau telah menarik aku naik dari tempat yang dalam” (30:2 TL) Tuh...

Kagum Akan Kebesaran Tuhan Yesus

Lukas 11:31 (AYT) Di sini ada seseorang yang lebih besar daripada Salomo. Ratu negeri Syeba juga merespons dengan sangat mengagumi ketika ia mengunjungi Raja Salomo di kota Yerusalem kuno. Saat ia melihat “segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, . . . tercenganglah ratu itu” . Berabad-abad kemudian, keturunan raja Daud lainnya, yaitu Yesus, muncul dan membuat kagum orang banyak dengan cara yang berbeda. Ke mana saja Dia pergi, orang-orang mengakui kehebatan hikmat dan karyaNya (Luk. 4:36), dan Dia mendesak mereka untuk menyadari bahwa “seseorang yang lebih besar daripada Salomo” telah hadir (11:31) Pelayanan Tuhan Yesus yang mengagumkan memberi anugerah pengampunan dosa dibayar dengan harga mahal melalui kematianNya. Dia menerima siapa saja yang mau datang kepadaNya. Mereka yang datang kepada Tuhan Yesus akan mengalami pemulihan dan pengampunan melalui pengorbananNya. Tuhan Yesus memberikan anugerah kemurahan bagi semua orang yang percaya kepadaNya. Dalam Lukas 11:31, Y...

Iman Yang Kokoh

 Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat Alkitab mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1). Henokh menyenangkan hati Allah: “Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (ay.6). Nuh dengan iman taat mempersiapkan bahtera yang diperintahkan oleh Tuhan untuk menyelamatkan keluarganya (ay.7) karena ia percaya kepada Allah. Dengan iman, Abraham taat kepada Allah, sehingga “ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui” (ay.8). Ketika pertama kalinya kita memutuskan untuk percaya kepada Tuhan Yesus, itu oleh karena iman. Di saat kita terus mengikut Dia dan iman kita mengalami ujian, kita dapat mengingat bagaimana Allah telah menolong. Sekalipun kita tidak tahu alasan dan cara Allah bekerja, kita dapat mempercayakan hasilnya kepada Allah. Orang Kristen keturunan Yahudi menderita penganiayaan bera...

Kebenaran Didalam Kristus

2 Tesalonika 2:10 Orang-orang . . . binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Sebagai orang percaya, kita harus “mengasihi kebenaran” (2Tes. 2:10). Paulus mengatakan bahwa si pendurhaka akan menggunakan “tanda-tanda dan mujizat palsu” (ay.9) untuk menipu “orang-orang yang harus binasa” (ay.10). Karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka (ay.10). Keengganan mereka untuk mengasihi kebenaran membuat mereka buta terhadap kebenaran. Akhirnya mereka tidak bertumbuh bahkan tertipu dengan ajaran sesat (ay.11). Pertanyaan yang lebih mendasarr apa yang kita kasihi? Hasrat diri akan mencondongkan hati kita dan mengarahkan pikiran kita kepada yang dicintai. Kita akan menghargai apa yang kita cintai. Jika kita mengasihi kebenaran dan hikmat, kita akan mencarinya bagai emas yang berharga . Keduanya akan menjaga kita. “Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engk...

Memikul Salib

Matius 16:25 Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat. 16:24). Pilihan ini tidak seharusnya diputuskan dengan sembarangan. Hal memikul salib berbicara tentang proses hidup yang harus kita hadapi karena Tuhan punya rancangan yang terbaik buat setiap kita orang percaya. Mengikut Yesus juga merupakan jalan untuk mengalami sukacita yang terdalam. Akan menemukan bahwa hidup bersamaNya itulah kehidupan yang sesungguhnya orang percaya dambakan. Ini seperti paradoks yang besar. Meski demikian, jika kita merespons kasih Allah, mempercayai Kristus, dan melepaskan tuntutan-tuntutan kita yang egois dan picik, kita akan menemukan kehidupan yang sangat didambakan oleh jiwa kita. Merendahkan diri dan hati dihadapan Tuhan merelakan untuk Tuhan memproses hidup ini sesuai kehendak Tuhan. Setela...

Kasih Dan Kemurahan Tuhan

Kejadian 1:11 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji.” Dalam Kejadian 1, Allah melihat bumi yang belum berbentuk, kosong, dan gelap (ay.2) dan menciptakan sebuah tempat yang penuh dengan kelimpahan. Pada hari ketiga, Allah memisahkan air untuk menciptakan daratan dan mulai menjadikannya sebagai tempat yang ramah bagi kehidupan manusia dengan membuat “tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji” (ay.11). Semua itu adalah tumbuh-tumbuhan berbiji dan pohon buah-buahan yang hasilnya dapat kita makan. Allah tidak hanya menciptakan satu jenis pohon buah, tetapi beraneka ragam buah yang beragam. Allah menyediakan berbagai macam kebutuhan untuk manusia. Allah adalah Pencipta yang sangat kreatif (ay.1). Dia senang membuat berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan bintang-bintang. Jika yang ...

Penyertaan Tuhan

Yesaya 41:10 Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau Kitab Kejadian menyatakan bahwa Allah berduka atas kerusakan ciptaanNya yang diakibatkan oleh dosa: “Hal itu memilukan hatiNya” (6:6). Nabi Yesaya, saat berbicara tentang Mesias yang akan datang di kemudian hari, berkata, “Ia . . . seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan” (53:3).  Tuhan Yesus menanggung setiap dosa kita dan Dia menebus dosa melalui kematian di kayu salib. Tuhan Yesus bangkit dari kematian membebaskan kita dan Dia sanggup menolong kita anak anak Nya “Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu” (41:13). Apa pun kesulitan bahkan kepahitan hidup yang sedang dihadapi. Ketahuilah bahwa Allah ada bersama dengan kita. Apa pun gelombang kehidupan yang telah mengguncang hidup, lihatlah bahwa Tuhan menolong dan memegang tanganmu. Apa pun kesedihan saat ini, ingat lah Tuhan mahakasih yang berkata “Janganlah takut; Akulah yang menolong engkau” (ay.13). Yesaya 41 diawali dengan Allah ...

Saling Menolong Satu Sama Lain

Pengkhotbah 4:10 bimk Kalau yang seorang jatuh yang lain dapat menolongnya Alkitab mengajarkan kekuatan dari kerja sama yang bijak. “Berdua lebih menguntungkan daripada seorang diri. Kalau mereka bekerja hasilnya akan lebih baik. Kalau yang seorang jatuh yang lain dapat menolongnya” (pkh. 4:9-10 bimk). Namun, “kalau seorang jatuh, padahal ia sendirian, celakalah dia, karena tidak ada yang dapat menolongnya” Memaknai hidup gotong royong dalam lingkup kerohanian, saling menopang dalam doa, memberikan motivasi dan dorongan semangat bahkan menolong yang lemah, sungguh menjadi bukti kasih yang indah dalam kehidupan anak anak Tuhan. Alkitab mencatat bahwa kita lebih kuat dan baik sewaktu kita bersama (ay.12). Allah merancang kita hidup dalam komunitas, menolong dan juga menerima pertolongan sesama. Ini bukan dongeng, melainkan kebenaran bagi kehidupan. Mari terus menggemakan kasih untuk saling menolong dan menguatkan. Kitab Pengkhotbah memberi gambaran yang realistis tentang hidup di muka bu...

Berjalan Bersama Tuhan

Amsal 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu Kehidupan ini bisa menjadi sangat tidak terduga. Ketika menghadapi rintangan dan tantangan dalam hidup, kita dapat meminta Allah untuk memberikan pertolongan dan petunjuk. Dengan meminta pertolonganNya, kita tidak akan tersesat di jalan, tak tergoda untuk menyimpang, dan bahkan menyerah. Ketika hidup sungguh terasa sukar atau membingungkan, berpalinglah kepada Allah untuk meminta tuntunanNya. Kehidupan memang tidaklah mudah tetapi bersama Tuhan Yesus maka menjadi bisa dilewati. Dalam Amsal 3:5-6, Alkitab memberikan penguatan dengan nasihat “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” artinya memberikan ruang untuk Tuhan Yesus bekerja dalam kehidupan sehari-hari sehingga mengikuti arah langkah yang Tuhan berikan. Ketika kita mencari hikmat Allah melalui doa dan pembacaan Alkitab, Dia akan men...

Pertolongan Tuhan

2 Raja Raja 19:14 Hizkia menerima surat itu . . . dan membentangkan surat itu di hadapan Tuhan. Raja Hizkia “membentangkan surat itu di hadapan Tuhan”. Kata-kata dalam surat berisi ancaman dari musuh yang kuat, yaitu bangsa Asyur yang telah menguasai kota-kota Yehuda yang berkubu dan kini bersiap untuk menyerbu ibukotanya Yerusalem. Raja Hizkia berdoa dengan berkata, “Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi. . Maka sekarang, ya Tuhan, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami”. Kemudian, Yesaya menyuruh orang membawa pesan ini kepada Hizkia: “Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Apa yang telah kaudoakan kepadaKu . . . telah Kudengar” (ay.20). Lalu “pada malam itu” Allah pun membunuh prajurit-prajurit Asyur (ay.35). Apa pun yang kamu hadapi saat ini, bawalah itu di hadapan Allah. Saat kamu menyatakan “dalam segala hal keinginanmu kepada Allah” (Flp. 4:6), Dia mendengarkan kamu dan selalu menyertai kamu. kamu dapat bersandar kepadaNya untuk mendapatkan hikmat, kasih, dan peng...

Perpanjangan Tangan Tuhan

Imamat 25:35 Apabila saudaramu jatuh miskin, . . . maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. Kitab Imamat berbicara tentang cara memperlakukan sesama dengan baik. Allah memerintahkan umatNya, “Apabila saudaramu jatuh miskin, . . . maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu” (25:35). Dia meminta umatNya memperlakukan sesama dengan baik dan adil, khususnya mereka yang menderita. Dengan didorong sikap “takut” (ay.36) dan hormat akan Allah, mereka harus membantu sesama yang kesusahan. (ay.35), yaitu dengan penuh keramahan dan kasih. Ajaran kasih menjadi Nilai yg mutlak bagi kita anak anakNya, kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk sesama. Kita menjadi perpanjangan belas kasihan Allah kepada mereka yang membutuhkan, seperti Tuhan menolong kita maka kita pun sebagai anak anakNya menunjukkan kasih Tuhan kepada sesama. Setiap tujuh tahun, bangsa Israel dan semua yang hidu...

Sukacita Dalam Pengharapan

1 Petrus 1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Di dunia ini, sampai Yesus datang kembali, kita akan “berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan” (1Ptr. 1:6). Kita perlu memproses berbagai emosi nyata yang timbul akibat rasa sakit yang sungguh-sungguh kita alami. Namun, setiap orang yang mengalami “hidup yang baru” dalam Kristus dapat diteguhkan oleh kasih mereka kepada Tuhan Yesus dan “bergembira, dan merasakan sukacita yang agung dan tak terkatakan” . Tujuan akhir iman kita kepada Kristus ialah: keselamatan jiwa kita (ay.9). Roh Kudus akan memampukan hidup dengan iman yang penuh, menyerahkan dengan yakin setiap doa dan situasi hidup kita kepada Kristus.  Dunia bukan tempat yang nyaman karena semua tidak ada yang kekal dan penuh air mata. Kenyataan akan penderitaan yang dialami orang-orang percaya telah digarisbawahi oleh Petrus dan para penulis lainnya dalam Perjanjian Baru. Orang-orang percaya beriman ...

Tuhan Yesus Hidup Dan Berkuasa

 Yohanes 20:18 Aku telah melihat Tuhan Maria Magdalena ketika pertama kali bertemu dengan Tuhan Yesus setelah Dia bangkit dari maut. Maria sedang menangis di samping kubur kosong ketika ia “menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Tuhan Yesus” (Yoh. 20:14). Mengapa Maria tidak mengenaliNya? Bisa jadi karena air matanya berlinang, atau karena “hari masih gelap” (ay.1). Namun, kemungkinan besar, karena terakhir kali Maria melihat Tuhan Yesus, Dia sudah berlumuran darah, dipukuli, dan disiksa sampai mati. Maria tidak pernah berharap dapat melihatNya hidup kembali, tetapi Tuhan Yesus sungguh hidup sehingga butuh waktu untuk mencerna kebenaran yang luar biasa itu. Tuhan Yesus berdiri di sana, “dibangkitkan dalam ketidakbinasaan” (1Kor. 15:42)! Kemudian, saat nama Maria dipanggil, ia pun mengenaliNya, bukan hanya sebagai sahabat dan “Guru” yang setia (Yoh. 20:16), tetapi juga sebagai Tuhan yang bangkit dan hidup. Allah selalu punya ca...

Berakar Kuat Dalam Kristus

Efesus 3:16-17 Aku berdoa . . . oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Dari penjara di Roma, Paulus menulis sebuah surat yang merangkum pesan Injil tentang Yesus Kristus dengan luar biasa. Hatinya sebagai gembala terpancar jelas ketika ia berdoa agar orang-orang percaya diteguhkan oleh kuasa Roh Kristus di dalam batin mereka dan supaya Kristus berdiam di dalam hati mereka melalui iman (Ef. 3:16-17). Paulus merindukan agar mereka “berakar serta berdasar di dalam kasih” dan dapat memahami kasih Allah yang melimpah dengan seutuhnya (ay.17-18). Kasih Tuhan Yesus yang besar untuk setiap kita orang yang percaya memberikan kekuatan. Sebagai orang percaya, akar iman menancap dalam-dalam di dalam Tuhan, kasih Allah yang subur, dengan nutrisi-nutrisi yang menguatkan dan menolong kita bertumbuh. Ketika dicangkokkan pada pokok anggur yang benar yaitu YESUS KRISTUS, RohNya menolong kita untuk menghasilkan b...

Tetap Rendah Hati

Lukas 14:11 Siapa yang meninggikan diri, akan direndahkan dan siapa pun yang merendahkan diri, akan ditinggikan. Kristus memutarbalikkan norma-norma sosial mengatakan bahwa “siapa yang meninggikan diri, akan direndahkan dan siapa pun yang merendahkan diri, akan ditinggikan” (ay.11). Prinsip Kerajaan Allah itu bisa jadi sulit untuk diterapkan, terutama karena sebagai manusia cenderung masih saja berfokus pada "kehormatan". Namun, Tuhan Yesus mendorong kita untuk mengikuti teladanNya dan memohon pertolonganNya dalam mengubah pola pikir. Perlu melihat bahwa menjadi rendah hati, dengan berada di posisi terakhir dan paling rendah, sesungguhnya merupakan sikap yang terhormat. Kerendahan hati adalah nilai yang harus ada dalam diri kita. Pandangan Yesus yang berlawanan dengan kelaziman tentang kehormatan di Lukas 14:7-11 sebenarnya bukan hal baru. Daud, yang menjadi raja Israel meski merupakan anak bungsu. Sebelumnya ada juga Gideon, yang lahir dari keluarga miskin dan berasal dari k...

Merendahkan Hati

2 Tawarikh 33:13 Manasye berdoa kepada-Nya. Maka Tuhan mengabulkan doanya Manasye, raja Yehuda, telah memberontak terhadap Allah. Sebagai akibatnya, ia ditawan ke Babel. Namun, “dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati Tuhan,” dan “berdoa kepadaNya.” Allah pun mengabulkan permohonan Manasye dan “membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja” (2Taw. 33:12-13). Manasye menghabiskan sisa pemerintahannya dalam damai, melayani Allah, dan berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya. Doa dan merendahkan hati di hadapan Tuhan, memohon pengampunan, sikap yang sangat penting dalam perjalanan hidup. “Tuhan mengabulkan doa” Manasye (ay.13). Allahmelihat kerendahan hati . Ketika kita menyadari bahwa kita perlu mengubah haluan hidup kita dan berpaling kepadaNya, Dia tidak pernah menolak kita. Dia akan memberi kita anugerah yang sesungguhnya tidak layak kita terima dan memperbarui kita dengan kasih yang rela berk...

Perlindungan Dan Pembelaan Tuhan

 Filipi 1:12 Aku menghendaki, . . . supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil. Paulus berkata kepada jemaat Filipi bahwa Allah dapat memakai beragam kesulitan lain untuk kemuliaanNya. Waktu itu Paulus sedang berstatus sebagai tahanan rumah Romawi, sambil menunggu diadili atas dakwaan pelanggaran berat di hadapan Kaisar Nero. Namun, bukannya bersedih, Paulus justru bergirang. Bagaimana mungkin ia begitu bersukacita? Itu karena ia menganggap “dipenjarakan karena Kristus” (Flp. 1:13) sebagai suatu karunia (ay.29). Kemudian, ia melihat kesulitan yang ia alami dari sudut pandang Allah. Paulus berkata, “Apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil” (ay.12). Ia menggunakan penahanannya sebagai kesempatan untuk membagikan Injil kepada para penjaga yang dirantai bersamanya. Akhirnya, saat Paulus memberitakan kabar baik tentang Yesus selagi masih dalam penjara, teladannya mendorong orang percaya lainnya untuk “makin ber...

Penuh kasih dan Kemurnian Hati

Kolose 4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang. Alkitab berkata "Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu” . Kemudian ia mengingatkan, “tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” . Di Kolose 4:6, Rasul Paulus menjelaskan tentang pengaruh luar biasa yang dihasilkan oleh perkataan “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Sama seperti makanan yang mengundang selera itu tidak hambar, demikian juga jawaban yang penuh kasih akan mengundang orang lain untuk lebih mengenal iman kita. Memberikan jawaban penuh kasih memberikan hasil yang lebih baik, orang akan mengenal kita sebagai murid murid Tuhan Yesus. Ketika kita menanggapinya dengan lemah lembut dan penuh kasih, ...