Tetap Rendah Hati
Lukas 14:11
Siapa yang meninggikan diri, akan direndahkan dan siapa pun yang merendahkan diri, akan ditinggikan.
Kristus memutarbalikkan norma-norma sosial mengatakan bahwa “siapa yang meninggikan diri, akan direndahkan dan siapa pun yang merendahkan diri, akan ditinggikan” (ay.11).
Prinsip Kerajaan Allah itu bisa jadi sulit untuk diterapkan, terutama karena sebagai manusia cenderung masih saja berfokus pada "kehormatan". Namun, Tuhan Yesus mendorong kita untuk mengikuti teladanNya dan memohon pertolonganNya dalam mengubah pola pikir. Perlu melihat bahwa menjadi rendah hati, dengan berada di posisi terakhir dan paling rendah, sesungguhnya merupakan sikap yang terhormat. Kerendahan hati adalah nilai yang harus ada dalam diri kita.
Pandangan Yesus yang berlawanan dengan kelaziman tentang kehormatan di Lukas 14:7-11 sebenarnya bukan hal baru. Daud, yang menjadi raja Israel meski merupakan anak bungsu. Sebelumnya ada juga Gideon, yang lahir dari keluarga miskin dan berasal dari kaum terlemah dari sukunya. Namun, Gideon berhasil melepaskan Israel dari para penindasnya. Lalu ada Yusuf, anak kesebelas Yakub, yang menjadi penyelamat keluarganya di Mesir keluarga yang pada masa itu adalah bangsa termuda dalam dunia yang telah dihuni banyak bangsa lain (Ulangan 7:1). Namun, bangsa terpilih itulah yang mendapat kehormatan untuk menjadi terang bagi seluruh dunia (4:5-8).
Dalam Injil Lukas, Kristus mengingatkan kepada kita tentang sebuah prinsip, Allah meninggikan yang terakhir, terkecil, dan tidak layak. Memang inilah sifat Kerajaan Allah, yang berkebalikan dengan dunia (1 Korintus 1:26-29),(Matius 20:28).
Jangan berkecil hati bahwa kita walaupun kecil dan tak dianggap oleh orang atau dunia ingat bahwa Tuhan memilih kita menjadi orang orang yang lebih dari pemenang
Komentar
Posting Komentar