Perkataan Yang Baik
Amsal 15:4
Lidah lembut adalah pohon kehidupan.
Kitab Amsal memberikan nasihat yang bijak. Salomo, yang menulis sebagian besar isi kitab ini, membingkai pasal 15 dengan gambaran tentang kerusakan yang serupa mulut orang bebal mencurahkan kebodohan (ay.2), dan mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat (ay.28). Namun, pasal ini dimulai dengan penawarnya Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman (ay.1). Salomo juga menyatakan, Lidah lembut adalah pohon kehidupan (ay.4). Tanggapan yang sabar selalu menjadi kunci Orang yang benar berpikir dahulu sebelum berkata-kata (ay.28 ).
Ingatlah perkataan dari amsal ini Alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! (ay.23). Memberikan jawaban yg lemah lembut menandakan kita mengenal kebenaran.
Amsal 15 menegaskan bahwa ketegangan antar manusia tidak selalu timbul karena perbedaan. Meski konflik adalah bagian tak terhindarkan dari sebuah hubungan, hal itu bisa merugikan ketika kata-kata terlontar tanpa kendali tidak disampaikan dengan lemah lembut dan tanpa mempertimbangkan hal yg lebih baik.
Ayat 1 dan 18 menyoroti dua pendekatan yang sangat berbeda: satu memperburuk keadaan, yang lain membawa pemulihan. Ayat 1 menyatakan, Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Istilah lemah lembut di sini mencerminkan kelembutan yang bertujuan membawa penghiburan. Ayat 18 melanjutkan kontras ini dengan menggambarkan dua jenis pribadi: si pemarah yang membangkitkan pertengkaran, dan orang yang sabar yang memadamkan perbantahan. Kata-kata kita dapat dipakai untuk membawa kebaikan ketika kita meminta pertolongan Allah untuk memikirkannya baik-baik sebelum diucapkan.
Mari lebih menekankan akan damai sejahtera, sehingga pikiran dan hati bisa di kontrol
Komentar
Posting Komentar