Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Terus Berdoa

1 Samuel 12:23 Jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu. Dalam Perjanjian Lama tentang Samuel menceritakan kisah lain seseorang yang menunjukkan kesetiaannya kepada Allah dan sesama melalui doa. Pada hari Saul diangkat menjadi raja di Gilgal, Nabi Samuel merasa kecewa, karena bangsa Israel telah menaruh iman dan pengharapan masa depan mereka kepada kerajaan manusiawi, bukan kepada Allah. Saat bangsa itu berkumpul, Allah menunjukkan ketidaksenanganNya melalui sebuah badai yang terjadi di luar musimnya, sehingga mereka takut dan menyesali keputusan mereka (1Sam. 12:16-18). Ketika mereka memohon kepada Samuel untuk berdoa kepada Allah bagi mereka, Samuel menjawab, “Jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu” (ay.23). Respons Samuel mengingatkan kita bahwa berdoa bagi orang lain adalah salah satu cara untuk mengutamakan Allah dalam hati dan hidup kita. Ketika kita mengasihi orang lain dengan berdoa bagi mereka, kita se...

Ketenangan Hati

Mazmur 3:6 Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku! Dalam Mazmur 3, Raja Daud juga memiliki masalah keluarga yang berat, sesuatu yang mungkin akan membuat sebagian besar dari kita sulit tidur. Putranya, Absalom, telah merongrong kekuasaan Daud atas Israel dengan tujuan untuk menggulingkan sang raja dan merebut mahkota bagi dirinya sendiri. Daud lalu melarikan diri dari Yerusalem setelah mendengar seorang utusan berkata, “Hati orang Israel telah condong kepada Absalom” (2Sam. 15:13). Mazmur 3:2, Menggambarkan kondisi Daud yang tengah ia hadapi, “Ya Tuhan, betapa banyaknya lawanku!” Namun, perhatikan bagaimana Daud akhirnya menemukan damai sejahtera. Ia mengingat kembali bahwa Allah adalah perisai perlindungannya (ay.4). Kemudian Daud menerima pertolongan, sama seperti kita semua membutuhkan pertolongan dari Tuhan saat keadaan begitu menggelisahkan kita. Daud dapat “membaringkan diri, lalu tidur.” Daud menyadari, “Aku bangun, sebab Tuhan menopang aku” (ay....

Tantangan Hidup

KPR 16:18 Ketika Paulus tidak tahan lagi . . . ia berkata kepada roh itu: “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.” Dalam Kisah Para Rasul 16, Paulus dan silas berjumpa dengan seorang hamba perempuan yang dirasuki roh jahat dan terus berteriak (ay.17). Selama beberapa hari Paulus bisa mengabaikannya. Namun, ketika tidak tahan lagi, ia pun berkata kepada roh jahat itu, “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini” (ay.18). Waktu ia membebaskan perempuan itu, keadaan tidak menjadi lebih mudah. Tuan-tuan dari hamba itu kehilangan sumber penghasilan mereka (ay.19), sehingga “mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa” (ay.19). Keduanya dipukuli dan dijebloskan ke dalam penjara tanpa diadili (ay.22-24). Ada harga yang harus dibayar dalam melayani Kristus. Tuhan Yesus memberi tahu murid-muridNya bahwa mereka harus memikul salib dan mengikut Tuhan Yesus (Mat. 10:38). Akan menghadapi rintang...

Terus Bertumbuh Dalam Kristus

Ibrani 12:1 Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita Dosa seperti ketamakan, nafsu, dan kebencian bisa menguasai hidup seperti tanaman merambat yang berusaha menguasai kebun. Bila dibiarkan tanpa perawatan, benih dari pikiran yang keliru dapat berkembang hingga mengendalikan keinginan dan tindakan kita seperti “dosa yang melilit” (Ibr. 12:1) dan merintangi kita untuk mengalami pertumbuhan rohani. Kitab Ibrani mendorong untuk “menanggalkan semua beban” agar kita dapat “berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita” (ay.1). Untuk membebaskan diri dari dosa, perlu mengakui membutuhkan pertolongan untuk menghadapinya. Tuhan Yesus menerima doa-doa pengakuan dosa kita dan mengampuni kita. (1Yoh. 1:9). Dia dapat menunjukkan bagaimana kita dapat mengubah pola hidup kita, dan dengan kuasa Roh Kudus, kita dimampukan untuk mengatasi jerat-jerat dosa yang merintangi kita untuk bertumbuh.  Surat Ibrani utamanya ditujukan kepada orang-orang pe...

Pembritaan Injil

Markus 1:38 Jawab Yesus, “. . . karena untuk itu Aku telah datang.” Setelah seharian penuh Yesus menyembuhkan banyak orang di Kapernaum yang sakit dan kerasukan setan, pagi-pagi sekali Dia sudah pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa (Mrk. 1:32-35). Murid-muridNya lalu datang dan berkata, “Semua orang mencari Engkau” (ay.37). “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan,” kataNya, “supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang” (ay.38). Yesus taat pada prioritasNya, yaitu memberi pelayanan ke seluruh Galilea, yang termasuk pemberitaan Injil (ay.39). Bagaimana agar dapat mengetahui tujuan Allah bagi hidup kita? Kita dapat datang kepadaNya melalui doa, memberi diri dipimpin oleh hikmatNya yang diperoleh lewat pembacaan Alkitab dan dapat juga meminta nasihat dari saudara-saudari seiman yang dipakai Tuhan. Supaya kita mengisi kehidupan kita dengan mengerjakan apa yang Allah kehendaki. Markus 1:38 mengungkapkan bahwa Yesus mempunyai misi ...

Segala Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan

Daniel 2:47 Sesungguhnyalah, Allahmu itu . . . Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu. Daniel memahami pentingnya mengakui segala kebaikan dan pencapaian kesuksesan sebagai pemberian Allah. Ketika Raja Nebukadnezar bermimpi tentang masa depan, ia memanggil semua orang bijaksana di Babel untuk menceritakan ulang dan menafsirkan mimpi itu. Dengan tawar hati, mereka mengeluhkan bahwa tidak ada seorang pun di muka bumi yang dapat melakukan apa yang diminta oleh raja; hal ini membutuhkan hikmat dari Tuhan (Dan. 2:10-11). Daniel setuju, dengan berkata, “Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia” (ay.27-28). Daniel memohon kepada Allah untuk menyingkapkan mimpi itu kepadanya. Ketika doanya dikabulkan, Daniel dengan rendah hati segera menyebutkan bahwa penafsiran mimpi itu bukan berasal...

Bapa Yang Penuh Kasih

Yeremia 23:3 Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku . . . dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak Belas kasihan Bapa yang penuh kasih, seperti yang digambarkan dalam Yeremia 23:1-3. Yeremia mengecam para pemimpin Yehuda yang berdosa sebagai gembala-gembala yang “membiarkan kambing domba gembalaan hilang dan terserak!” (ay.1). Melalui Yeremia, Allah menyatakan bahwa Dia akan “menghukum” mereka atas cara mereka memperlakukan umatNya tanpa belas kasihan (ay.2). Dia melihat penderitaan kawanan dombaNya yang terserak dan sangat prihatin akan keadaan mereka. Namun, bukan hanya prihatin, Allah berfirman bahwa Dia dengan penuh kasih mengumpulkan kembali domba domba milikNya dari tempat pengasingan, dan membawa mereka ke tempat yang aman dan berkelimpahan (ay.3). Ketika kita merasa tersesat, terperangkap, atau terasing, Bapa kita di surga memperhatikan penderitaan kita dan tidak akan menelantarkan kita. Dengan akti...

Tuhan Yesus Pemelihara Hidup

Matius 6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Mat. 6:26). Jika Allah memelihara burung dengan begitu berlimpah, bukankah lebih berlimpah lagi pemeliharaanNya atas kehidupan orang percaya. Dalam Matius 6, Tuhan Yesus memberi nasehat tentang uang dan harta benda sampai tiga kali. Pertama, Dia berbicara tentang berbagi kepada kaum miskin, dengan menasihati agar kita memberi secara diam-diam: “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi” (ay. 4). Kemudian Dia memperingatkan kita untuk tidak menimbun harta: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi tetapi kumpukanlah harta di sorga” (ay. 19), “Kamu tidak bisa menjadi hamba Allah sekaligus hamba uan...

Pikiran Allah Yang Tak Terselami

Yesaya 55:9 fayh Sebagaimana langit jauh tinggi di atas bumi, demikianlah jalan-Ku jauh tinggi di atas jalanmu, dan pikiran-Ku jauh tinggi di atas pikiranmu. Yesaya 55:8-9 mengingatkan kita bahwa sekalipun kita mungkin tidak sepenuhnya memahami pikiran dan jalan Allah,  bahwa itu “jauh tinggi di atas jalan kita” (ay.9 fayh). Jalan dan pikiran kita sering kali dipengaruhi oleh keinginan diri yang egois, sedangkan jalan Allah itu sempurna, baik, dan benar. Oleh sebab itu, sekalipun saat ini keadaan tidak baik-baik saja, kita dapat percaya bahwa Allah akan menyediakan apa yang benar-benar kita butuhkan (ay.1-2), karena Dia penuh kasih dan setia pada janjiNya yang kekal (ay.3). “Berserulah kepadaNya selama Ia dekat” (ay.6), karena Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Dalam Yesaya 55:8-9, sungguh pikiran Allah tak bisa diselami. Dia melampaui pemahaman kita, dan kita takkan mampu sepenuhnya memahami kehendak atau rencanaNya. Roma 11:33-44, “Oh alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan ...

Penuh Kemuliaan

2 Korintus 3:18 Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. Alkitab berkata bahwa kita akan menjadi semakin serupa dengan Allah ketika kita mengikutiNya melakukan Firman Tuhan dan bertumbuh. Dalam Perjanjian Lama, wajah Musa berubah setelah ia bertatap muka dengan Allah sampai-sampai “cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya” (2Kor. 3:7; lihat Kel. 34:33-35) Kemuliaan Tuhan Yesus tampak melalui orang-orang yang sungguh sungguh melakukan Firman Tuhan dan hidup benar, hidup dalam Roh (2Kor. 3:18; lihat ay.8). Pertumbuhan dalam pengenalan akan Allah dan mengasihi Allah akan menghasilkan transformasi moral dan spiritual yang tampak secara lahir maupun batin. Saat Allah mengubahkan hati dan pikiran kita, perubahan itu akan terlihat nyata oleh sesama kita di sepanjang hidup ini. Dalam 2 Korintus 3, Paulus merujuk pada pengalaman Musa untuk me...

Roh Kudus

KPR 2:4 Penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Dalam Perjanjian Lama, Pentakosta adalah hari raya tuaian yang dirayakan 50 hari setelah hari raya Paskah (Im. 23:15-21). Pada hari Pentakosta pertama setelah kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, orang-orang percaya berkumpul di Yerusalem. Tiba-tiba terdengar suara seperti “tiupan angin keras” dan “lidah-lidah seperti nyala api” muncul saat mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan “mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya” (Kis. 2:2-4). Para pendatang dari negara-negara lain mendengar “perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah” dalam bahasa mereka sendiri (ay.11). Kemudian, setelah Petrus “berkata kepada mereka” (ay.14), banyak yang mempercayai kabar baik tentang Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan untuk memberikan pengampunan (ay.22-41). ...

Melayani Tuhan

2 Korintus 5:9 Kami berusaha . . . supaya kami berkenan kepada Kristus Rasul Paulus berkata bahwa ia “lebih suka lepas dari tubuh . . . ini, supaya dapat tinggal bersama Tuhan” (2Kor. 5:8). Namun, Paulus tahu bahwa Allah memberinya tugas untuk menguatkan orang-orang percaya. (Flp. 1:23-24). Paulus terus melayani dan hidup “karena percaya, bukan karena melihat” (2Kor. 5:7). Paulus tetap siap sedia dan terus melayani di bawah tuntunan Allah. Hidup hanya untuk Tuhan menjadi prinsip bagi orang percaya, semuanya yang ada yang kita miliki adalah milik Tuhan. Berapa pun usia dan apa pun tahap kehidupan kita, marilah meminta Allah agar menjadikan hati kita untuk “berkenan kepada Tuhan” (ay.9) dan selalu siap sedia. Dalam 2 Korintus 5:6-9, Paulus menjelaskan antara sulitnya memilih hidup di dunia (“selama kami mendiami tubuh ini,” ay. 6) dan hidup sesudah mati bagi orang percaya tinggal bersama Tuhan (“menetap pada Tuhan”, ay. 8). Perumpamaan seperti “bejana tanah” liat (4:7) dan “kemah tempat ...

Hidup Penuh Hikmat Tuhan

Amsal 14:15 Orang yang bijak memperhatikan langkahnya Kebijaksanaan merupakan sifat luhur yang mendasar dalam Alkitab. Bagian dari hikmat yang ditetapkan Allah untuk perencanaan yang dibuat untuk masa kini dan masa depan. “Orang bijaksana tahu bagaimana harus bertindak,” kata Amsal 14:8, “orang bodoh tertipu oleh kebodohannya”. Orang yang bijaksana mencari hikmat Allah untuk merencanakan masa depannya. Sehingga fokus hidup nya adalah kepada Tuhan dan kehendak Tuhan, tidak mudah putus asa, terus bertindak sesuai dengan firman Tuhan, mencapai masa depan bersama dengan Tuhan. Kebijaksanaan berasal dari kata Latin prudentia yang berarti “pandangan ke depan.” Amsal tadi juga berkata, “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya” (ay.15). Dengan memperkirakan apa yang akan terjadi, mereka menggunakan hikmat untuk membangun jaring pengaman untuk masa depan inilah perbuatan baik yang mencerminkan kebijaksanaan. Selalu berhati h...

Roh Kudus Penolong Hidup

Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu Tuhan Yesus senang ketika kita melakukan Firman Tuhan, tetapi penting juga kita memperhatikan konteks asli bagian tersebut. Nabi Yehezkiel berbicara atas nama Allah kepada umatNya dengan janji bahwa Dia akan membersihkan mereka. Mengapa? “Bukan karena kamu Aku bertindak, . . . tetapi karena namaKu yang kudus” (ay.22). Allah akan melakukan penyucian di antara umatNya supaya segala bangsa menghormatiNya dan mengetahui bahwa Dia adalah Allah. Allah bekerja menggenapi tujuanNya bukan hanya untuk menolong, berkembang dan bertumbuh, tetapi juga supaya mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan Seperti Dia memberikan janji tentang hati dan roh yang baru kepada orang Israel, demikian pula melalui pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita, Allah mengubahkan hati kita yang dingin dan keras dengan hati yang siap menerima serta membagikan kasih. Setelah dibuang ke Babel (Yehezkiel 1:1), Yehezkiel melayani orang-orang Yahudi bu...

Tuhan Yang Memperhatikan Dan Menolong Penderitaan UmatNya

Keluaran 3:7 Tuhan berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, . . . ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.” Musa juga belajar bahwa Allah menyertai umatNya di tengah penderitaan mereka. “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umatKu di tanah Mesir,” kata Allah. “Aku telah mendengar seruan mereka . . . ya, Aku mengetahui penderitaan mereka” (Kel. 3:7). Bangsa Israel, seperti kita juga kadang-kadang, tentu merasa tak berdaya di dalam penderitaan. Namun, Allah “melepaskan mereka” dan bahwa “seruan” hati mereka telah didengar (ay.8-9). Pada akhirnya, Tuhan akan memakai penderitaan untuk menumbuhkan iman, mengalahkan musuh kedagingann, dan memuliakan Tuhan. Dalam  mazmur Musa menyatakan bahwa meski “tahun-tahun yang terbaik . . . penuh penderitaan” (Mzm. 90:10 fayh), “kasih” Allah selalu menyertai “sampai akhir hidup” kita (ay.14 fayh). Dalam kasihNya, Allah tidak membiarkan penderitaan yg dialami anak anak Nya. “Allah datang men...

Memiliki Pengharapan Yang Sejati

Kejadian 23:2 Abraham datang meratapi dan menangisi Sara Dalam Kitab Kejadian, kita melihat luapan emosi Abraham setelah kehilangan istrinya yang meninggal dunia. “Abraham datang meratapi dan menangisi Sara” (23:2). Bagian ini mengungkapkan kisah indah yang penuh duka tentang kepergian salah satu tokoh yang tak terlupakan dalam Alkitab: Sara, istri yang setia dari Abraham, sang wanita lanjut usia yang tertawa ketika mendengar kabar bahwa ia akan menjadi seorang ibu (18:11-12), tetapi menangis kesakitan saat melahirkan Ishak, putranya. Dalam Injil Yohanes: “Maka menangislah Yesus” (Yoh. 11:35). Air mata Sang Mesias di depan makam Lazarus menekankan rasa kehilangan besar yang dialami Yesus. Mencintai memang menakutkan karena takut kehilangan, mencintai juga “sesuatu yang suci.” Terutama bagi mereka yang imannya “tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kol. 3:3). Mencintai Tuhan adalah hal yang istimewa dan suci. Kehilangan dari pasangan hidup, anak-anak, orangtua, teman, meng...

Tak Tergoyahkan

Mazmur 96:7 Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya Kita mungkin tergoda untuk mengandalkan hal atau orang tertentu, termasuk diri kita sendiri. Tetapi seharusnya adalah kita mengandalkan “gunung batu keselamatan kita” (Mzm. 95:1), ayat ini menunjukkan karakter Allah yang tak berubah. “Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tanganNya, puncak gunung-gunung pun kepunyaanNya. KepunyaanNya laut, Dialah yang menjadikannya, dan daratan tanganNyalah yang membentuknya” (ay.4-5). hiduplah dengan iman yang tak tergoyahkan, teruslah menyembah “Tuhan yang menjadikan kita” (ay.6). Percayalah bahwa Dia selalu menyertai kita dan orang-orang yang kita kasihi karena kita adalah “kawanan domba tuntunan tanganNya” (ay.7). Ayat firman Tuhan yang memberikan kekuatan dalam kehidupan kita  Mazmur 95 dikenal sebagai mazmur “penobatan” atau “mazmur kerajaan” karena di dalamnya digunakan gambaran seorang raja untuk menyerukan kekuasaan Allah yang mutlak a...