Hidup Penuh Hikmat Tuhan

Amsal 14:15

Orang yang bijak memperhatikan langkahnya

Kebijaksanaan merupakan sifat luhur yang mendasar dalam Alkitab. Bagian dari hikmat yang ditetapkan Allah untuk perencanaan yang dibuat untuk masa kini dan masa depan. “Orang bijaksana tahu bagaimana harus bertindak,” kata Amsal 14:8, “orang bodoh tertipu oleh kebodohannya”. Orang yang bijaksana mencari hikmat Allah untuk merencanakan masa depannya. Sehingga fokus hidup nya adalah kepada Tuhan dan kehendak Tuhan, tidak mudah putus asa, terus bertindak sesuai dengan firman Tuhan, mencapai masa depan bersama dengan Tuhan.

Kebijaksanaan berasal dari kata Latin prudentia yang berarti “pandangan ke depan.” Amsal tadi juga berkata, “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya” (ay.15). Dengan memperkirakan apa yang akan terjadi, mereka menggunakan hikmat untuk membangun jaring pengaman untuk masa depan inilah perbuatan baik yang mencerminkan kebijaksanaan. Selalu berhati hati tidak terburu buru, selalu merencanakan bersama Tuhan.

Dengan iman yang jernih memandang ke depan, hidup penuh kebijaksanaan dan melangkah bersama Allah, merupakan hidup orang percaya yang menaruh harapannya pada Tuhan, berjuang tanpa putus asa, terlebih dalam kehidupan rohani.

Kata yang diterjemahkan “cerdik” dan “bijak” (Amsal 14:8,15,18) juga bisa diterjemahkan “pandai” atau “arif.” Dalam Amsal, orang bijak ditampilkan kontras dari orang “bebal” (14:8). Orang bebal bisa jadi berpikir bahwa dengan menolak hikmat Allah dan nasihat, mereka akan kuat dan aman (ay. 16), tetapi kenyataannya, penolakan terhadap kebenaran membawa mereka kepada kehancuran (ay. 11-12). Mereka tak berpengetahuan (ay. 7), mereka tertipu dan tersesat. (ay. 8). Mereka digerakkan oleh hasrat hati dan tabiat mereka sendiri (ay. 17), sementara orang bijak dipandu oleh pengetahuan yang benar yaitu Firman Tuhan (ay. 18). Kontras antara hidup orang bijak dan orang bebal itu menegaskan bahwa “Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut” (ay. 27).

Hidup bijaksana adalah nilai yang baik dan mahal, karena hikmat yang didapat orang percaya adalah dari Tuhan dengan mempercayai Firman Tuhan dan melakukannya, tidak mudah putus asa, mencapai masa depan yang baik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil