Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Tuhan Yesus Adalah Bukti Nyata Kasih

1 Yoh 1:2,4 Kami memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal . . . yang telah dinyatakan kepada kami dan kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna. Yohanes sang murid memiliki pandangan yang kurang tepat tentang tujuan hidup. Ia dan saudaranya bertanya kepada Tuhan Yesus: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kananMu dan yang seorang di sebelah kiriMu” (Mrk. 10:37). Permintaan mereka itu pun memicu perselisihan di antara para murid (ay.41). Puluhan tahun kemudian, pandangan Yohanes berubah drastis kini ia memahami tentang kasih dan komunitas di dalam Tuhan Yesus. Yohanes melihat kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus sebagai dasar dari segala sesuatu. Ia menulis, “Kami memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal” (1Yoh. 1:2). Yohanes menyatakan supaya “kamu pun beroleh persekutuan dengan kami” (ay.3). Kemudian ia menambahkan, “Persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan AnakNya, Yesus Kristus. Dan s...

Pelajaran Hidup Dari Tuhan

Pengkhotbah 8:17 Nyatalah kepadaku . . . segala pekerjaan Allah. Kitab Pengkhotbah menyimpan harta karun hikmat yang luar biasa bagi mereka yang mempelajarinya. Harta itu adalah hikmat yang merenungkan kehidupan sehari-hari pada masa itu dan juga berlaku bagi masa sekarang. Salomo mengungkapkan bagaimana “orang arif mengerti. . . segala sesuatu ada waktu dan caranya sendiri” (Pkh. 8:5-6 bimk). Ia menuliskan bahwa hikmat didapatkan dengan menyadari “segala pekerjaan Allah” (ay.17) dan mengenal Dia (12:1). Allah sendiri yang memberikan hikmat bagi kehidupan yang sebenarnya bahwa “sia-sia” di luar Dia (ay.14). HikmatNya mengizinkan kita untuk mengalami kehidupan yang berarti dan penuh sukacita di dalam hadiratNya (ay.15). Kitab Pengkhotbah juga menyatakan bahwa orang-orang akan “pergi dan . . . datang” (1:4). Hikmat Allah akan menuntun kepada kehidupan dan tujuan yang sejati dan abadi (Yoh. 10:10). Karena itu, marilah kita menggali Firman Tuhan semakin dalam untuk menemukan hikmat yang Al...

Kemuliaan Kekal Bersama Tuhan

Wahyu 21:2 Aku melihat kota yang kudus . . . turun dari sorga, dari Allah. Di muka bumi ini, kekecewaan bisa datang dalam berbagai bentuk, besar maupun kecil. Karier mande, masalah kesehatan muncul, orang yang kita cintai meninggalkan kita. Memang Allah menjanjikan penghiburanNya di tengah segala kesedihan kita, tetapi kisah hidup kita tidak selalu berujung dengan bahagia seperti yang kita harapkan. Tetapi, orang-orang percaya mempunyai pengharapan untuk menyongsong kekekalan yang penuh sukacita. Kitab Wahyu mencatat tentang penglihatan menakjubkan yang Allah berikan kepada Yohanes. Yohanes melihat “kota yang kudus, Yerusalem yang baru” (21:2). Kota “yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” itu (ay.2) memancarkan kemuliaan Allah. Allah akan tinggal di tempat itu bersama seluruh umatNya. Di kotaNya tidak akan ada kejahatan, kegelapan, dan ketakutan (ay.25-27). Terang, kedamaian, dan kebaikan akan berlimpah.  Sesungguhnya tidak ada kesenangan duniawi y...

Mewartakan kasih Allah

1 Tesalonika 5:15 Usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang. Alkitab mendorong orang-orang percaya untuk “mengusahakan senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang” (1Tes. 5:15). Selain mendorong kita untuk mengatasi kecenderungan kita yang hanya mau berbuat baik kepada teman-teman kita sendiri, perintah yang tidak mudah itu juga mendorong kita berusaha berbuat baik kepada lawan kita tanpa mengharapkan keuntungan atau “mengharapkan balasan” (Luk. 6:35) dari tindakan kita. Perbuatan baik kepada lawan atau saingan kita, atau membantu tetangga atau orang yg membutuhkan, sekalipun kemungkinan orang itu tidak akan mengucapkan terima kasih. Lewat ketekunan kita berbuat baik kepada orang lain, maka kita  mewartakan bahwa kasih Allah menjangkau semua orang. Dalam nasihat terakhirnya kepada jemaat Tesalonika (1 Tesalonika 5:12-18), Paulus tidak memberi arahan dengan serampangan, melainkan tetap mendorong mereka untuk...

Tuhan Yang Penuh Kasih

 Mazmur 146:8 Tuhan menegakkan orang yang tertunduk. Alkitab sesungguhnya menjelaskan Allah yang tidak pernah berpaling dari kesengsaraan umatNya. Dengan penuh perhatian, Allah “melindungi orang-orang asing dan menolong para janda dan yatim piatu” (Mzm. 146:9). Allah, “yang menjadikan langit dan bumi . . . tetap setia untuk selama-lamanya” (ay.6), terus bekerja “menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas” dan menyediakan “roti kepada orang-orang yang lapar” (ay.7). Pengalaman hidup mengajarkan bahwa “siapa pun bisa menjadi kehilangan tempat aman yang dulunya pernah dimiliki.” Allah, yang selalu menjadi “tempat berlindung bagi orang tertindas” (Mzm. 9:10 ) dan yang “menegakkan orang yang tertunduk” (146:8).  Tuhan selalu peduli kepada orang yg tertindas dan yg dianiaya. Tuhan menjadi tempat perlindungan bagi kita. Kitab Mazmur dikenal sebagai kumpulan lagu pujian bangsa Israel. Lima mazmur terakhir (Mazmur 146-150) disebut “Mazmur Haleluya” karena masing-masing dimulai ...

Dimuliakan Bersama Kristus

1 Yohanes 3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Rasul Yohanes berbicara mengenai janji masa depan yang menolong dalam memotivasi iman orang percaya mula-mula. Tuhan Yesus berjanji akan datang kembali; dan ketika hal itu terjadi, Yohanes berkata, “Kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya’ (1Yoh. 3:2).  “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (ay.3). Kita memiliki harapan yang pasti bahwa suatu hari kelak kita akan berjumpa dengan Tuhan Yesus. Karena janji itu pula, kerinduan untuk menjadi makin serupa dengan Kristus bertambah-tambah, karena kita dikasihNya dan kita membalas dengan mengasihi Tuhan. Alangkah indah saatnya ketika kita bertemu Tuhan Yesus muka dengan muka! Namun, sebelum itu terjadi, kita tetap setia mengikut Tuhan Yesus, bertumbuh dalam iman, dan menantikan kedatanganNya. Allah ak...

Kedaulatan Allah

 Matius 5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi Dalam Alkitab, kita membaca lirik lagu yang ditulis oleh seseorang yang menantikan hari keadilan ditegakkan dan mereka yang tertindas akan “mewarisi tanah” (Mzm. 37:9 bimk). Walau menjadi korban kejahatan, Daud sang pemazmur memilih untuk bersabar. “Nantikanlah Tuhan dengan hati yang tenang, tunggulah dengan sabar sampai Ia bertindak,” tulisnya. “Jangan gelisah karena orang yang berhasil hidupnya, atau yang melakukan tipu muslihat” (ay.7 ). Ia melanjutkan: “Orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi yang berharap kepada Tuhan akan mewarisi tanah” (ay.9). Meski melihat bagaimana orang jahat “menghunus pedang” untuk “membunuh orang miskin dan sengsara” (ay.14), Daud percaya bahwa Allah akan memulihkan segalanya (ay.15). Hidup ini keras dan sering kali tidak adil. Namun, dalam perkataan Tuhan Yesus, kita merenungkan dari Mazmur 37. “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memil...