Kemuliaan Kekal Bersama Tuhan
Wahyu 21:2
Aku melihat kota yang kudus . . . turun dari sorga, dari Allah.
Di muka bumi ini, kekecewaan bisa datang dalam berbagai bentuk, besar maupun kecil. Karier mande, masalah kesehatan muncul, orang yang kita cintai meninggalkan kita. Memang Allah menjanjikan penghiburanNya di tengah segala kesedihan kita, tetapi kisah hidup kita tidak selalu berujung dengan bahagia seperti yang kita harapkan. Tetapi, orang-orang percaya mempunyai pengharapan untuk menyongsong kekekalan yang penuh sukacita.
Kitab Wahyu mencatat tentang penglihatan menakjubkan yang Allah berikan kepada Yohanes. Yohanes melihat “kota yang kudus, Yerusalem yang baru” (21:2). Kota “yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” itu (ay.2) memancarkan kemuliaan Allah. Allah akan tinggal di tempat itu bersama seluruh umatNya. Di kotaNya tidak akan ada kejahatan, kegelapan, dan ketakutan (ay.25-27). Terang, kedamaian, dan kebaikan akan berlimpah. Sesungguhnya tidak ada kesenangan duniawi yang dapat dibandingkan dengan akhir sempurna yang akan dinikmati oleh umat Tuhan selama-lamanya.
Allah memberi penglihatan kepada Rasul Yohanes tentang “apa yang harus segera terjadi” (Wahyu 1:1), ketika Yesus kelak datang kembali untuk memerintah sebagai Raja untuk selama-lamanya (ayat 1-3). Iblis beserta dunia yang berdosa dan tidak percaya akan dihakimi dan dihukum karena kejahatan mereka (pasal 4-20). Bersyukur bahwa kita adalah orang orang yg tidak binasa karena percaya kepada Tuhan Yesus. Kita terus membangun iman dan bersiap untuk hari penghakiman.
Kemudian Yohanes melihat “langit yang baru dan bumi yang baru” (21:1). Delapan abad sebelumnya, Nabi Yesaya sudah pernah menubuatkan bahwa Allah akan menciptakan “langit yang baru dan bumi yang baru” (Yesaya 65:17; lihat juga 66:22). Yesaya maupun Yohanes sedang menggambarkan surga atau “Firdaus” (Lukas 23:43; 2 Korintus 12:4; Wahyu 2:7), yakni “kemah Allah” tempat Dia akan tinggal bersama umatNya selama-lamanya (Wahyu 21:3). Dengan penuh kasih, Yesus menyebut tempat itu sebagai “rumah Bapa-Ku” (Yohanes 14:2). Namun, “hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu” (Wahyu 21:27) yang akan menikmati sukacita penuh tinggal di rumah Allah.
Dalam iman yg teguh kita terus hidup benar dan menyenangkan hati Bapa. Dunia dan segala kemegahannya akan hancur tetapi kita akan bersama dengan Tuhan Yesus dalam kemuliaan yg kekal. Untuk itulah kita selalu taat dan setia
Komentar
Posting Komentar