Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Dalam Kuat Kuasa Tuhan

Mazmur 31:25 Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan Raja Daud di tengah kesulitan besar yang dihadapinya, saat dikelilingi oleh musuh yang ingin menghancurkannya, Daud mungkin tidak mengerti semua alasan di balik kesulitannya. Namun, ia tahu bahwa ia mengikuti Allah yang dapat diandalkan untuk membebaskan dan memberkatinya pada waktuNya (Mzm. 31:15-17). Dengan pengharapan yang pasti itu, Daud berserah dan berkata, Masa hidupku ada dalam tanganMu (ay.16). Sikap penuh penyerahan diri itu menguatkan dirinya, sehingga ia juga dapat berkata: Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan (ay.25). Ketika merasa kewalahan dan harapan tampak memudar, teruslah berpegang lebih erat kepada Allah dan kepada pengharapan hidup yang hanya bersumber dariNya Menjelang kematianNya, Yesus mengutip kata-kata dari Kitab Mazmur yang terambil dari Mazmur 22:2, Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? (lihat Matius 27:46; Markus 1...

Masa Depan Dalam Tangan Tuhan

Yakubus 4:14 Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok Surat Yakobus mengajak  untuk merenungkan nilai yang berharga dari waktu. Dalam pasal 4, mengingatkan bahwa hidup itu bagaikan uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yak. 4:14). Firman Tuhan memperingatkan agar kita tidak gegabah merancang masa depan, dengan berkata, Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung (ay.13) tanpa terlebih dahulu meminta petunjuk dari Allah.  Berasumsi bahwa Allah pasti membuat kita berhasil dalam waktu yang kita rancang sendiri, kita perlu ingat bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok (ay.14). Merancang keberhasilan tanpa melibatkan Allah adalah bentuk kesombongan. Ketika menyadari singkatnya hidup ini maka belajar untuk lebih terbuka terhadap masa depan yang di rencanakan dan lebih menghargai momen demi momen yang di jalani. Hdup dan bekerja dengan mengikuti rancangan serta tujuan Allah, mempercayak...

Hal Yang Baru Tuhan Sediakan

Yesaya 43:18 Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala Gagasan menghapus masa lalu ini menggemakan firman Tuhan yang disampaikan dalam Yesaya 43:18-19: Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru. Ucapan ini disampaikan kepada bangsa Israel saat mereka berada dalam pembuangan di Babel, suatu masa yang penuh keputusasaan dan kerinduan akan pemulihan. Allah meminta umatNya untuk tidak terjebak dalam kegagalan masa lalu dan penderitaan dari pengasingan, melainkan untuk menantikan karya pemulihan yang akan Tuhan kerjakan, yakni pembebasan dari Babel dan kepulangan ke tanah air mereka  suatu pembebasan yang baru dan lebih penting daripada yang pernah nenek moyang mereka alami. Tuhan tidak sekadar menghapus kenangan pahit, tetapi membuat jalan (ay.19) di masa mendatang jalan pengharapan dan tujuan yang baru. Marilah mempercayai...

Hal Yang Kecil

Yohanes 6:9 Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini Allah kerap memakai sesuatu yang tampaknya lemah untuk menunjukkan kuasaNya. Yohanes mencatat bagaimana Tuhan Yesus memberi makan orang banyak (5.000 laki-laki, dan diperkirakan mencapai 15.000 jiwa jika termasuk perempuan dan anak-anak) ketika seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan menyerahkan bekalnya itu (Yoh. 6:9). Daud, seorang gembala muda yang berhasil mengalahkan raksasa karena kepercayaannya kepada Allah (1Sam. 17). Kristus sendiri berulang kali menegaskan bahwa Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi, yang paling kecil dari segala jenis benih (Mat. 13:32). Di tengah krisis dunia yang rumit dan pergumulan pribadi atau keluarga yang mencemaskan, orang percaya cenderung merasa pesimis bahwa tindakannya terlalu kecil untuk memiliki dampak. Alkitab mengingatkan untuk tetap taat dan percaya. Hal-hal kecil dapat berdampak luar biasa ...

Menemukan kebenaran Sejati

Matius 2:11 bimk Mereka sujud dan menyembah Anak itu. Seperti tercatat dalam Kitab Suci, ketika awalnya orang-orang majus tiba di Yerusalem, pertanyaan mereka begitu mendesak: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia” (ay.2). Jarak yang jauh tidak menghalangi penyembahan mereka begitu pula ancaman bahaya dan penundaan. Bahkan perintah Herodes yang berniat jahat terdengar ironis Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu (ay.8). Padahal, tak seorang pun mencari Yesus dengan ketekunan yang ditunjukkan para majus itu. Semangat orang-orang majus dalam mencari Kristus dengan sepenuh hati. Kemudian, saat berjumpa denganNya dan menyembahNya, memohon agar kiranya Bapa Surgawi berbicara, menuntun untuk beralih dari jalan hidup yang lama kepada jalan hidup yang baru bersamaNya. Hanya dalam Injil Matius terdapat kisah para Majus pengamat bintang yang mencari raja orang Yahudi yang ba...