Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

DARAH KRISTUS Menyelamatkan Hidup

DARAH KRISTUS  MENYELAMATKAN HIDUP Yesaya 53:5 Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur bilur Nya kita menjadi sembuh Kesengsaraan Kristus merujuk pada momen-momen penderitaan hebat yang dialami Yesus, mulai dari peristiwa kedatanganNya di Yerusalem hingga pengalamanNya dikhianati, disiksa, dan disalib. Semua peristiwa tersebut dapat kita baca dalam Alkitab. Penderitaan Yesus dan dampak yang ditimbulkannya sudah dinubuatkan dalam Yesaya 53 “Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (ay.5). Kita semua “sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri” (ay.6). Namun, berkat penyaliban dan kebangkitan Yesus, kita dapat didamaikan dengan Allah. Penderitaan Tuhan Yesus  membuka jalan untuk manusia sampai kepada Allah. Dosa menghalangi manusia untuk dekat dengan...

KASIH YANG MENGUBAHKAN HIDUP

KASIH YANG MENGUBAHKAN HIDUP Yohanes 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. Perintah baru yang diberikan Tuhan Yesus kepada sahabat-sahabatNya pada malam sebelum Dia disalibkan: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yoh. 13:34). Tuhan Yesus adalah pemimpin yang mengambil peran sebagai hamba, dan Dia menunjukkannya dengan cara membasuh kaki para murid (ay.5). Dia pun memanggil mereka untuk mengikut teladanNya: “Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu” (ay.15). Kemudian, dalam tindakan pengorbanan yang teragung, Dia menyerahkan nyawaNya dengan mati di atas kayu salib (19:30). Karena rahmat dan kasihNya, Tuhan Yesus memberikan diriNya sendiri agar kita dapat memiliki hidup yang berkelimpahan. Kita mungkin tidak lahir dengan berbagai kemewahan, tetap...

Buah Yang Memberkati

BUAH YANG MEMBERKATI Markus 11:13 bimk Dari jauh Ia melihat sebatang pohon ara yang daunnya lebat. Jadi Ia pergi ke pohon itu untuk melihat apakah ada buahnya. Pohon ara yang disebutkan dalam bacaan hari ini (mrk. 11:13). Meski belum musimnya, daun-daun yang ada menandakan bahwa mungkin pohon tersebut sudah berbuah. Ternyata tidak. Pohon itu berdaun banyak, tetapi tidak berbuah. Yesus kecewa, lalu mengutuk pohon ara tersebut, “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” (ay.14). Esoknya, pohon ara itu sudah kering (ay.20). Tuhan Yesus mengutuk pohon ara tadi bukan karena Dia lapar, melainkan karena Tuhan Yesus ingin mengajarkan sesuatu. Pohon ara tersebut melambangkan Israel, yang memiliki tanda-tanda keagamaan sejati tetapi telah gagal memahami inti agama mereka. Mereka hendak membunuh Anak Allah, Mesias mereka. Alangkah parahnya kegagalan mereka! Mungkin kita terlihat baik dari jauh, tetapi Yesus melihat hati kita dan mencari buah yang hanya dapat dihasilkan oleh Roh Kudus ...

Firman Allah Sumber Kehidupan

FIRMAN ALLAH SUMBER KEHIDUPAN Matius 22:29 Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah Tuhan Yesus pernah memperingatkan betapa mudahnya kita gagal memahami hal-hal mendasar. Para pemimpin agama, dalam usaha untuk menjebak dan mencemarkan nama Tuhan Yesus pada waktu Dia disalibkan, mengajukan sebuah skenario mengada-ada mengenai wanita yang sudah menjanda tujuh kali (Mat. 22:23)  Tuhan Yesus menjawab dengan menegaskan bahwa dilema rumit itu bukan masalah sama sekali. Justru masalahnya adalah mereka tidak “mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” (ay.29).  Tujuan utama Alkitab adalah untuk menuntun kita agar mengenal dan mengasihi Tuhan Yesus serta agar  “mempunyai hidup yang kekal” di dalam Tuhan Yesus  (Yoh. 5:39). Itulah hal-hal mendasar yang luput dari pemahaman para pemimpin agama tersebut. Kita pun sering gagal memahami hal-hal mendasar. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang hidup adalah tujuan utama dari Alkitab. Sungguh menyedihkan jika ga...

Hidup Yang Memberkati Sesama

HIDUP YANG MEMBERKATI SESAMA Matius 25:40 Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dalam Matius 25:31-46, Yesus mengisahkan sebuah perumpamaan untuk menjelaskan bahwa ketika melayani sesama, sesungguhnya sedang melayani Allah. Setelah menyebutkan berbagai perbuatan baik, seperti memberi makanan kepada yang lapar, minuman kepada yang haus, tempat tinggal kepada para tunawisma, pakaian kepada yang telanjang, dan perawatan kepada orang sakit (ay.35-36), Yesus menyimpulkan, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (ay.40). Allah dimuliakan dari segala kebaikan yang kita lakukan, kita me jadi teladan dan sungguh-sungguh menjadi motivasi untuk melayani sesama di tengah lingkungan, keluarga, gereja, dan dunia kita. Ketika berkorban demi kebutuhan orang lain seturut dorongan dari Roh kudus, kita sedan...

Kasih Yang Teruji

KASIH YANG TERUJI 1 Petrus 2:12 Milikilah cara hidup yang baik . . . supaya mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah. "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat. 5:16). Petrus mendengar perintah Kristus tersebut dan meneruskannya: “Kelakuanmu di antara orang yang tidak mengenal Tuhan haruslah sangat baik, sehingga apabila mereka memfitnah kalian sebagai orang jahat, mereka harus mengakui perbuatanmu yang baik, sehingga mereka akan memuji Allah” (1Ptr. 2:12 bimk). Sesama kita yang tidak beriman kepada Yesus mungkin tidak mengerti apa yang kita percaya dan alasan kita mempercayainya. Jangan khawatir, terus aja mengasihi, sehingga melalui kasih itulah maka kita akan selalu menjadi berkat bagi orang lain.  Dalam Kitab 1 dan 2 Petrus,  Firman Tuhan menulis untuk menghibur dan menyemangati orang-orang Kristen Yahudi “yang tinggal sebagai orang...

Pengorbanan KRISTUS UNTUK KITA

PENGORBANAN KRISTUS UNTUK KITA 1 Yoh 3:18 Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Alkitab mengajarkan kita untuk mengambil langkah mewujudkan kasih dalam setiap tindakan. Bagi Yohanes, “menyerahkan nyawa untuk saudara-saudara kita” (ay.16) berarti menunjukkan kualitas kasih yang sama dengan yang dicontohkan oleh Tuhan Yesus, dan kasih  perlu diwujudkan dalam tindakan sehari hari. Mengasihi dengan kata-kata tidaklah cukup; kasih menuntut adanya tindakan yang tulus dan bermakna (ay.18). Menerapkan kasih ke dalam tindakan bisa terasa sulit karena sering kali dibutuhkan kerelaan untuk berkorban bagi orang lain. Dalam 1 Yohanes 3, berfokus pada konsep kasih yang dihidupi secara praktis. Ketiadaan kasih yang nyata itu serupa dengan kebencian dan pembunuhan yang diperbuat Kain. Teladan Tuhan Yesus, yang melalui penyerahan nyawaNya telah memberikan contoh kasih. Bagaimana bentuk kasih tersebut dalam kehidupan sehari-hari...

Hidup Memuliakan Tuhan

HIDUP MEMULIAKAN TUHAN Yesaya 58:10 (bimk) Tolonglah orang-orang yang tertindas . . . maka kegelapan di sekitarmu akan menjadi seterang siang. Yesaya 58:10-11. “Tolonglah orang-orang yang tertindas,” firman-Nya, “maka kegelapan di sekitarmu akan menjadi seterang siang.” Allah berjanji, “Aku akan selalu membimbing dan mengenyangkan di tanah yang kering; Aku akan menjaga supaya tetap sehat dan kuat. Seperti taman yang cukup airnya, seperti mata air yang tak pernah menjadi kering”.  Allah memberi tahu kepada kita  “Kota yang sudah lama menjadi reruntuhan akan kamu bangun kembali di atas dasar yang lama” (ay.12). Apa yang dapat Tuhan  lakukan melalui kita? Dengan pertolonganNya,  kita selalu siap menolong orang lain. Tuhan Yesus memakai hidup kita untuk kepentingan kerajaan Allah, memberitakan kabar sukacita keselamatan di dalam Kristus. Salah satu tuduhan yang sering terkandung dalam teguran para nabi terhadap bangsa Israel dan Yehuda adalah bahwa keagamaan mereka hanya...

PENGHARAPAN DiMASA YANG SULIT

PENGHARAPAN DIMASA YANG SULIT Mazmur 40:5 Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan Alkitab berulang kali memberi tahu kita bahwa mempercayai Allah menuntun kepada hidup dan sukacita. “Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan,” kata pemazmur (40:5). Terjemahan lain mengatakan demikian, “Diberkatilah orang yang menjadikan Tuhan keyakinannya” (ay.4 ). Di dalam mazmur, ungkapan berbahagialah mengandung arti kelimpahan suatu sukacita yang meluap-luap. Saat kita mempercayai Allah, hasil akhirnya adalah kebahagiaan yang mendalam dan sejati. Kepercayaan tersebut mungkin tidak terjadi dengan mudah, dan hasilnya mungkin tidak seperti yang kita bayangkan. Namun, saat kita mempercayai Allah, kita akan berbahagia karenanya. Percaya kepada Tuhan Yesus memberikan berkat keselamatan dan sukacita, DIA Allah kita yg hidup dan berkuasa. Kita melihat dua tema yang dominan penderitaan dan pertolongan. Mazmur ini dibuka dengan pujian atas pertolongan Allah di masa lalu ...

Ditebus Oleh Darah KRISTUS

DITEBUS OLEH DARAH KRISTUS Kolose 4:1 Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga. Rasul Paulus hidup pada masa ketika para hamba dianggap sebagai milik tuan mereka. Paulus mengatakan bahwa para tuan harus “berlaku adil dan jujur” terhadap hamba mereka (Kol. 4:1). Terjemahan lain mengatakan “berikanlah . . . apa yang adil dan seimbang”. FIRMAN Tuhan  memerintahkan para hamba bekerja “seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (3:23), ia juga mengingatkan para tuan memahami tentang otoritas Tuhan Yesus atas mereka: “kamu juga mempunyai tuan di sorga” (4:1). Paulus ingin mendorong jemaat di Kolose untuk hidup sebagai orang-orang yang mempunyai otoritas tertinggi dalam Kristus. Dalam interaksi kita dengan orang lain baik sebagai pemberi kerja, pekerja, dalam rumah maupun komunitas kita, kita meminta Roh kudus  untuk menolong kita melakukan apa yang “benar dan adil” (ay.1 bimk). Semua yg kita lakukan hanya untuk Tuhan se...

Pemberitaan Injil

PEMBERITAAN INJIL Kisah Para Rasul 16:9 Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami! Dalam Kisah Para Rasul 16. Paulus dan rekan-rekannya telah tiba di Troas yang terletak di pesisir barat Asia Kecil ( ay.8). Di sana, “tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: ‘Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!’” (ay.9). Setelah Paulus dan rekan-rekannya menerima penglihatan itu, “segeralah mereka mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia” (ay.10). Mereka memahami betapa pentingnya panggilan tersebut. Tidak semua orang dipanggil untuk menyeberangi samudra, tetapi kita dapat mendukung mereka yang menunaikan panggilan itu dalam bentuk doa. Di sisi lain, kita semua dapat meneruskan kabar baik tentang Yesus Kristus kepada seseorang, entah mereka yang seruangan dengan kita, yang kita temui di jalan, atau bersama kita dalam satu komunitas. Marilah berdoa agar Allah kita yang Mahabaik memampukan kita untuk “menyeberang” dan memb...

Kaya Di Dalam Tuhan

KAYA DI DALAM TUHAN Pengkhotbah 5:12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri Raja Salomo, orang terkaya pada zamannya, menulis, “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,” dan “dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya” (Pkh. 5:9-10). Salomo sadar betul bahwa kekayaan bisa membawa pengaruh yang merusak hidup seseorang. Rasul Paulus juga memahami godaan kekayaan dan memilih untuk mengabdikan hidupnya dalam ketaatan kepada Tuhan Yesus. Saat menantikan hukuman mati dalam tahanan Romawi, ia menuliskan kata-kata penuh kemenangan, “Darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan . . . aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2Tim. 4:6-7). Yang akan bertahan abadi bukanlah sesuatu yang dipahat pada batu atau harta yang kita timbun untuk diri sendiri, melainkan apa yang kita berikan dari kasih kita kepada sesama dan kepada Allah pribadi yang ...

Hak KESULUNGAN

HAK KESULUNGAN Kejadian 25:29-30 Ketika Yakub sedang memasak sayur kacang merah, datanglah Esau . . . Katanya kepada Yakub: “Saya lapar sekali.” Kejadian 25 bercerita bagaimana Esau sedang kelelahan dan sangat membutuhkan makanan. Ia berkata kepada adiknya, “Saya lapar sekali. Minta sedikit kacang merah itu” (ay.30). Yakub menanggapinya dengan meminta hak kesulungan Esau (ay.31). Hak kesulungan memberikan kedudukan istimewa, berkat dari janji-janji Allah, dua pertiga dari warisan, dan kehormatan untuk menjadi pemimpin rohani dalam keluarga. Esau menuruti nafsunya dengan “makan dan minum” dan “meremehkan haknya sebagai anak sulung” (ay.34). Ketika godaan menghampiri dan hasrat diri menguasai, maka hawa nafsu mengarahkan kita pada kesalahan dan dosa yang merugikan, marilah kita berpaling kepada Bapa kita di surga hanya Dia yang dapat memuaskan jiwa yang lapar “dengan FIRMAN Tuhan ” (Mzm. 107:9).  Dalam dunia Alkitab, hak kesulungan seorang anak laki-laki mencakup hak-hak istimewa dal...

TUHAN ku YESUS Dasyat

 TUHAN KU YESUS  DASYAT Mazmur 118:5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada Tuhan. Tuhan telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. Ratapan kesesakan dapat kita temui di seluruh Mazmur: “Dalam kesesakan aku telah berseru kepada Tuhan” (118:5).  Allah tidak perlu dibujuk untuk menolong kita. Dia berjanji akan menjawab seruan kita, dan meskipun jawabanNya itu bukan berupa kelepasan dari situasi kita, Dia akan tetap menyertai dan berpihak pada kita. Kita pun tidak perlu mencemaskan mara bahaya lain termasuk kematian. Kita dapat berkata seperti pemazmur, “Tuhan menyertai aku untuk menolong aku, aku akan melihat musuhku dikalahkan” (ay.7). Kita dapat terus mempercayai Allah kita yang setia, yang telah “memberi kelegaan” kepada pemazmur (ay.5). Dia tahu keadaan kita dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, dalam kematian sekalipun. Apapun yg kita hadapi Tuhan Yesus Allah kita yang berkuasa pasti melindungi dan menyelamatkan kita ketika kita berseru dengan sungguh hati,DI...

Makna Kehidupan

MAKNA KEHIDUPAN Pengkhotbah 9:7 Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu. Pengkhotbah tidak menutupi realitas kematian, “dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi” (9:10). Meski sulit untuk dihadapi (ay.2), kesadaran itu dapat membuat kita menghargai setiap momen kehidupan yang kita miliki saat ini (ay.4), sungguh-sungguh menikmati makanan dan kebersamaan dengan keluarga kita (ay.7-9), bekerja dengan penuh tujuan (ay.10), berani menempuh berbagai tantangan (11:1,6),  melakukan semuanya di hadapan Allah yang akan menerima pertanggungjawaban kita suatu hari nanti (ay.9; Nasehat Firman Tuhan dapat menyelamatkan kita semua dari kesalahan2 di penghujung hidup kita: ingatlah akan  Pencipta kita (12:1), ikutilah jalan-jalan Tuhan dan gunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan hari ini untuk menjalani hidup dalam kasih. Tuhan memberikan waktu dan kesempatan dalam hidup ini untuk kita berb...

Tetap Bersemangat Melayani Tuhan

 TETAP BERSEMANAGAT MELAYANI TUHAN Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Seringkali terjadi pasang surut emosi di dalam kehidupan ini, semangat untuk terus mengasihi dan melayani Tuhan datang dari hubungan yang semakin bertumbuh dengan Tuhan. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin Dia berharga bagi kita, dan kebaikanNya pun semakin memenuhi jiwa kita dan meluap sampai kepada  orang-orang di sekitar kita. Di tengah kehidupan yang tdk pasti kita tetap berada dalam Tuhan dan tetap bergairah melayani Tuhan. Surat Paulus kepada jemaat di Roma dapat dibagi ke dalam dua bagian pengajaran (pasal 1–11) dan tanggung jawab (pasal 12–16). Alkitab menginstruksikan orang-orang percaya untuk tidak mengikuti pola dunia, melainkan menjalani hidup yang telah diubahkan dengan hidup sama seperti Kristus (12:1-2). Roma 12:9-21 mungkin terlihat bagaikan kata-kata mutiara yang terpisah satu sama lain, seperti yang kita temukan dalam Kitab A...

Pribadi Yang Berkuasa

PRIBADI YANG BERKUASA Keluaran 4:2 Tuhan berfirman kepada musa: “Apakah yang di tanganmu itu?” Ketika Allah memerintahkan Musa untuk membawa bangsa lsrael keluar dari Mesir, Musa menolak keras: “Bagaimana jika mereka . . . tidak mendengarkan perkataanku?” (Kel. 4:1). Allah menjawab dengan pertanyaan sederhana: “Apakah yang di tanganmu itu?” (ay.2). Musa sedang memegang sebatang tongkat sederhana. Allah pun memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkat itu ke tanah, “maka tongkat itu menjadi ular” (ay.3). Lalu Dia memerintahkan Musa untuk mengambil ular itu, dan ular tersebut berubah lagi menjadi tongkat. Allah menjelaskan bahwa yang perlu Musa lakukan hanyalah membawa tongkat itu dan mempercayai Allah yang akan bekerja selanjutnya. Yang luar biasa, Tuhan  kemudian menggunakan tongkat di tangan Musa tadi untuk melepaskan Israel dari cengkeraman Mesir (7:10-12; 17:5-7). Apa yang kita miliki mungkin tampak tidak cukup berarti bagi kita, tetapi bersama Allah, apa pun yang kita miliki sa...

KEKUATAN KITA

KEKUATAN KITA Amsal 18:10 Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. Kebenaran dalam Kitab Amsal, yaitu: “Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat (Ams. 18:10). Pada masa silam, banyak menara dibangun di kota-kota sebagai tempat perlindungan dari bahaya yang mengancam, yang biasanya berupa serangan musuh. Sama seperti itu, hanya dengan berlari kepada Allah orang percaya dapat mengalami damai sejahtera di dalam Dia yang adalah “tempat perlindungan dan kekuatan” kita (Mzm. 46:2). Amsal 18:10 menyatakan bahwa pelindungan datang dari “nama” Allah, dan ini merujuk pada seluruh keberadaanNya. Alkitab menggambarkan Allah sebagai “Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya” (Kel. 34:6). Allah berkuasa dan penuh belas kasihan kepada siapapun yg sedang tersakiti dan dalam penderitaan. Bagi siapa pun yang tengah bergumul, Bapa kita di surga menawarkan tempat perlindun...

Memuliakan Tuhan

MEMULIAKAN TUHAN Titus 3:1 Ingatkanlah mereka supaya mereka . . . siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. Dalam Kitab Titus, Paulus mengingatkan orang percaya bahwa mereka diselamatkan memang “bukan karena perbuatan baik yang telah mereka lakukan” (3:5), tetapi mereka harus “sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik” (ay.8; lih. ay.14). Terkadang hidup bisa terasa begitu sesak, sibuk, dan ruwet. Memperhatikan kebutuhan diri sendiri saja sudah cukup sulit. Akan tetapi, sebagai murid Yesus, kita harus “siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik” (ay.1). Daripada dibebani dengan apa yang tidak kita miliki dan tidak dapat kita lakukan, marilah kita memikirkan apa yang memang kita miliki dan dapat kita lakukan sesuai dengan kesanggupan yang diberikan Allah. Dengan begitu, kita dapat berbuat baik kepada orang lain  pada saat mereka membutuhkannya, dan Allah pun dimuliakan. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka dapat melihat per...