Ditebus Oleh Darah KRISTUS
DITEBUS OLEH DARAH KRISTUS
Kolose 4:1
Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.
Rasul Paulus hidup pada masa ketika para hamba dianggap sebagai milik tuan mereka. Paulus mengatakan bahwa para tuan harus “berlaku adil dan jujur” terhadap hamba mereka (Kol. 4:1). Terjemahan lain mengatakan “berikanlah . . . apa yang adil dan seimbang”.
FIRMAN Tuhan memerintahkan para hamba bekerja “seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (3:23), ia juga mengingatkan para tuan memahami tentang otoritas Tuhan Yesus atas mereka: “kamu juga mempunyai tuan di sorga” (4:1). Paulus ingin mendorong jemaat di Kolose untuk hidup sebagai orang-orang yang mempunyai otoritas tertinggi dalam Kristus. Dalam interaksi kita dengan orang lain baik sebagai pemberi kerja, pekerja, dalam rumah maupun komunitas kita, kita meminta Roh kudus untuk menolong kita melakukan apa yang “benar dan adil” (ay.1 bimk). Semua yg kita lakukan hanya untuk Tuhan sehingga apa yg kita kerjakan sesuai dengan FIRMAN Tuhan penuh dengan kesungguhan dan penuh tanggungjawab, di sertai dengan keadilan.
Jaman romawi perbudakan adalah bagian penting dari perekonomian Romawi pada masa Paulus hidup. Dalam Kolose 3:22–4:1, Paulus menyerukan kepada para budak untuk melayani dengan cara yang terhormat dan melakukannya “dengan tulus hati karena takut akan Tuhan” (ay. 22). Sayangnya, ayat ini telah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin mempertahankan praktik perbudakan yang mengerikan. Namun, kita membaca dalam Kitab Filemon bahwa Paulus mengirim kembali Onesimus, seorang budak yang melarikan diri, kepada majikannya, Filemon, disertai dengan surat yang menasihati sang majikan untuk menerima Onesimus “bukan lagi sebagai hamba, melainkan . . . sebagai saudara yang kekasih” (Filemon 1:16). Di dalamnya dikatakan, “Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan” (ay. 21). Apa lagi yang dapat Filemon lakukan selain memberikan Onesimus kemerdekaannya? Tujuan Paulus bukanlah sebuah revolusi masyarakat, melainkan transformasi hati setiap manusia. PUJI TUHAN karena kita telah dilepaskan dari perbudakan dosa kita telah dimerdekakan oleh penebusan kristus.
Tidak ada lagi yg namanya perbudakan ketika kita memahami penebusan Kristus dalam kehidupan kita manusia, kita di tebus dan diangkat menjadi anakNya bahkan kita menerima hak waris kerajaan sorga. Bersyukur untuk anugrah kemurahan Tuhan Yesus atas hidup ini
Komentar
Posting Komentar