Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

JAMINAN PENYERTAAN TUHAN

JAMINAN PERNYERTAAN TUHAN Matius 28:18 Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Kuasa Yesus yang luar biasa untuk menyelamatkan kita dari dosa dan mengubahkan hidup kita saat berpaling kepadaNya. Perkataan Tuhan Yesus kepada para murid sesaat sebelum kembali kesurga: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah . . .” (Mat. 28:18-19). Tuhan Yesus yang telah disalibkan dan bangkit sudah membuka jalan bagi kita untuk datang kepadaNya. Dia berkuasa atas masa lalu dan juga masa depan. Karena Tuhan Yesus telah berjanji senantiasa menyertai kita (ay.20), kita dapat yakin bahwa TUHAN menggenapi janjiNya dan hidup kita aman di dalam tanganNya yang berkuasa, Tuhan Yesus memberi pengharapan yang tidak pernah mengecewakan. “segala kuasa” adalah milik Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengasihi dan menyelamatkan kita orang berdosa. Dalam kitab-kitab Injil, Yesus disebut sebagai seorang yang “mengajar dengan wibawa” (Matius 7:29 ) dan “di dunia ini . ...

PRIBADI YANG PENUH KASIH

PRIBADI YANG PENUH KASIH 1 Yoh 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Yohanes menegaskan bahwa teladan kasih yg diajarkan Tuhan Yesus kepada kita memberi dorongan kuat untuk mengasihi Tuhan  dan sesama kita (1Yoh. 4:19). Kasih Allah memberi rasa aman yang memperkuat hubungan pribadi denganNya (ay.15-17). Ketika menyadari kedalaman kasihNya (ay.19), kita dapat bertumbuh dalam kasih kepadaNya dan juga menunjukkan kasih dalam hubungan-hubungan dengan orang lain (ay.20). Tuhan Yesus tidak hanya memampukan kita  untuk mengasihi, tetapi juga memerintahkan untuk mengasihi: “Dan perintah ini kita terima dari Tuhan sendiri: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (ay.21). Kasih dan mengasihi menjadi gaya hidup orang percaya yang akhirnya hidup nya menjadi teladan dan berkat, memuliakan Tuhan Yesus. Injil Yohanes; Surat-surat 1, 2, dan 3 Yohanes; serta Kitab Wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes( Markus 3:17). Ia menyebut dirinya sendiri sebag...

KEMENANGAN DALAM DOA

KEMENANGAN DALAM DOA Efesus 6:18 Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus. Saat berbicara tentang perlengkapan senjata Allah dalam Efesus 6, Rasul Paulus menyebutkan dua bagian penting. Pertama, kita harus menghadapi peperangan rohani dengan doa. Artinya berdoa di dalam Roh dengan mengandalkan kuasa Tuhan. Selain itu, kita perlu mengandalkan pimpinanNya dan merespons nasehat yang diberikanNya, berdoa setiap waktu dengan segala doa dan permohonan (ay.18). Kedua, Paulus mendorong kita untuk “berjaga-jaga.” Kesiagaan rohani dapat menolong menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan kembali Tuhan Yesus (Mrk. 13:33), menang atas pencobaan (14:38), dan setia berdoa bagi semua umat Allah (Ef. 6:18). Di tengah peperangan rohani yang kita hadapi setiap hari, biarlah sikap “berdoa dan berjaga-jaga” itu menjadi gaya hidup. Kekuatan doa sungguh luar biasa, menghancurkan kekuatan musuh, menembus kemu...

MEMBERSIHKAN HATI DARI YANG JAHAT

MEMBERSIHKAN HATI DARI YANG JAHAT Matius 13:22 Mereka mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini . . . menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Tuhan Yesus juga mengatakan tentang pentingnya menangani penyusup yang bisa menghambat pertumbuhan rohani kita.  ketika seorang penabur menaburkan benih, sebagian “jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati” (Mat. 13:7). Semak duri atau ilalang akan mengimpit tanaman dan menghentikan pertumbuhannya (ay.22). Kekhawatiran pasti akan menghambat pertumbuhan rohani kita. Membaca FIRMAN Tuhan dan berdoa adalah cara-cara yang baik untuk menumbuhkan iman kita, tetapi perlu mewaspadai semak duri yaitu kekhawatiran. Semak duri itu akan “menghimpit” firman kebenaran yang telah ditanamkan di dalam hati. Buah Roh dalam Alkitab mencakup hal-hal seperti kasih, sukacita, damai sejahtera (Gal. 5:22). Supaya dapat menghasilkan buah roh, dengan kekuatan Allah, maka perlu mencabut ilalang keraguan atau kek...

BERKAT PENYERTAAN TUHAN

BERKAT PENYERTAAN TUHAN Ibrani 13:6 Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Pada usia 85 tahun, tokoh Alkitab bernama Kaleb juga belum berencana untuk berhenti. Iman dan pengabdiannya kepada Allah telah menopangnya melewati puluhan tahun kehidupan di padang gurun dan peperangan demi mengamankan warisan yang Allah janjikan kepada bangsa Israel. Ia berkata, “Pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk” (Yos. 14:11). Dengan cara apa ia akan meraih kemenangan? Kaleb menyatakan bahwa “Tuhan menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan Tuhan” (ay.12). Terlepas dari usia, fase kehidupan, atau keadaan Allah akan menolong semua orang yang percaya kepadaNya dengan sepenuh hati. Dia hadir secara nyata. Alkitab  menginspirasikan iman kepada Allah melalui apa yang kita lihat dalam Kristus. Yesus Kristus  menunjukkan perhatian ...

BERKENAN KEPADA BAPA

BERKENAN KEPADA BAPA Roma 13:12 Marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang Paulus memerintahkan para pengikut Kristus untuk “mengenakan perlengkapan senjata terang” (ay.12) dan menjalani hidup yang benar. Meski sudah percaya kepada Yesus, sepertinya orang percaya seringkali berpuas diri. Karena itu perlu “bangun” dan bertindak, berperilaku benar, dan menanggalkan semua dosa (ay.11-13). Firman Allah memerintahkan  untuk mengenakan Tuhan Yesus Kristus dan semakin menyerupai Dia dalam pikiran dan perbuatan mereka (ay.14). Perjuangan untuk memiliki cara hidup yang sama dengan Tuhan Yesus yang penuh kasih, lemah lembut, baik hati, penuh rahmat, dan setia tidak akan mudah. Dibutuhkan proses yang panjang untuk memilih “mengenakan perlengkapan senjata terang” dari hari ke hari, Tuhan Yesus akan bekerja mengubah kita menjadi semakin menyerupai Dia.  Menyerupai atau sama dengan Kristus adalah memiliki karakter ilahi,hidup suci dan ...

HIKMAT ALLAH

HIKMAT ALLAH Amsal 11:10 Bila orang benar mujur, beria-rialah kota. Amsal menggambarkan bagaimana sebuah kota, sebuah bangsa, dapat mengalami sukacita yang lebih mendalam dan lebih menetap. “Bila orang benar mujur,” kata Amsal, “beria-rialah kota” (11:10). Ketika mereka yang sungguh-sungguh hidup menurut rancangan Allah bagi umat manusia mulai memberikan pengaruh terhadap kehidupan sebuah masyarakat, karena artinya keadilan Allah sedang ditegakkan, keserakahan berkurang. Kaum yang tertindas dilindungi, kebenaran  bertumbuh subur, akan ada sukacita dan “berkat” di dalam kota (ay.11). Apabila sungguh-sungguh HIDUP dalam kebenaran, maka hasilnya adalah kebaikan bagi semua orang. Allah menginginkan semua orang percaya  mengambil bagian dalam pekerjaanNya untuk memulihkan dunia. Kitab Amsal termasuk dalam Sastra Hikmat dari Perjanjian Lama. Kitab ini terdiri dari dua bagian. Dalam pasal 1–9, Salomo membagikan hikmat kepada putranya tentang berbagai hal, seperti mengelola uang, memi...

SEJALAN DENGAN TUHAN

SEJALAN DENGAN TUHAN Efesus 4:24 bimk Hendaklah kalian hidup sebagai manusia baru yang diciptakan menurut pola Allah. Syukurlah, kehidupan rohani tidak dibatasi oleh perbuatan atau perilaku. Paulus menekankan kebenaran yang memerdekakan itu kepada orang-orang Efesus yang baru percaya kepada Tuhan. Pikiran orang bukan Yahudi, kata Paulus, “sudah gelap” dan tertutup kepada Allah. Hati mereka yang keras dipenuhi “segala hawa nafsu,” dan hanya ingin mengejar kesenangan dan keserakahan (Ef. 4:18-19). Namun, karena “sudah mendengar tentang Yesus dan kebenaranNya, mereka harus “menanggalkan manusia lama dengan pola kehidupan lama”. Paulus menyoroti bagaimana manusia lama kita “sedang dirusakkan oleh keinginan-keinginannya yang menyesatkan.” Ia menasihati, “Hendaklah hati dan pikiranmu dibaharui seluruhnya. Hendaklah hidup sebagai manusia baru yang diciptakan menurut pola Allah; yaitu dengan tabiat yang benar, lurus dan suci”. Kemudian Paulus menuliskan cara-cara untuk menjalani hidup baru ter...

SIA SIA YANG TAK BERUJUNG KARENA HAWA NAFSU

SIA SIA YANG TAK BERUJUNG KARENA HAWA NAFSU Pengkhotbah 3:11 Allah memberikan kekekalan dalam hati mereka Salomo menyadari bahwa dunia ini memang sarat dengan kesusahan. Benar sekali, “untuk segala sesuatu ada masanya” (Pkh. 3:1) ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari” (ay.4). Namun, bukan itu saja. Allah bahkan “memberikan kekekalan dalam hati manusia” (ay.11). Kekekalan itu dimaksudkan Allah untuk manusia hidupi dalam hadiratNya, kehendak Nya  Ketika percaya kepada Yesus, menerima kehidupan. (Yoh. 10:10). Namun, sesungguhnya  menerima jauh lebih banyak. Dengan iman, yaitu  “kekekalan dalam hati” (Pkh. 3:11) menjadi jaminan akan masa depan yang terbebas dari pergumulan hidup (Yes. 65:17) dan bahwa hadirat Allah yang mulia akan menjadi kenyataan yang abadi. Kekekalan bersama Tuhan dimulai dari hadirat Tuhan yg kita sentuh melalui penyembahan kepada Allah, sampai kepada melakukan kehendak Bapa. Pengkhotbah tidaklah seperti kitab-kitab Hikmat lain dalam Perjanjian ...

ALLAH Nyata Dalam Hidup ini

ALLAH NYATA DALAM HIDUP INI Mazmur 91:15 Aku akan menyertai dia dalam kesesakan Mazmur 91 berbicara tentang kehadiran dan kuasa Allah yang membawa penghiburan, yang memberi kita kekuatan untuk menghadapi ujian-ujian kehidupan. Mempunyai ketenangan yang luar biasa karena tahu bahwa dapat bersandar dalam dekapan tanganNya yang teguh, begitu pula pada janjiNya bagi mereka yang mengasihi Dia: “Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan” (ay.15). Banyak tantangan dan ujian yang tak terelakkan dalam hidup ini, dan pasti akan mengalami beragam rasa sakit dan penderitaan. Namun, dalam dekapan tangan Allah yang menenangkan, kita akan sanggup melewati berbagai krisis dan mengizinkan Tuhan  menguatkan iman  sementara bertumbuh melalui semua pengalaman itu. Bertumbuh dan berbuah dalam pengenalan akan Allah. Mazmur 91 menyebutkan tiga nama Allah dalam dua ayat pembukanya: Elyon ”Yang Mahatinggi” (ay. 1), Shaddai "Yang Mahakuasa” (ay. 1), dan Yahweh ...

TERPELIHARA DENGAN BAIK

TERPELIHARA DENGAN BAIK Yohanes 10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya. Setelah menerima Kristus sebagai Juruselamat, menjadi domba yang dikenalNya secara dekat dan dibimbingNya secara pribadi (Yoh. 10:3). Dapat bertumbuh dalam kepercayaan dan ketaatan kepadaNya dengan berlatih mendengarkan dan memperhatikan suaraNya (ay.4). Dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara melalui para nabi, dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus dalam rupa manusia berbicara langsung kepada umatNya. Sekarang ini, orang percaya mempunyai akses kepada Roh Kudus, yang menolong kita untuk memahami dan menaati firman Allah. Kita dapat berkomunikasi langsung dengan Tuhan Yesus lewat doa-doa,  dan kita orang percaya taat kepada Firman Tuhan. Ketika mengenali suara Allah, yang selalu selaras dengan firmanNya, kita berseru dengan penuh syukur, “Aku mendengarMu, ya Allah!”. Mendengar suara Allah dan tunduk kepada kehendakNya, itulah kehidupan orang percaya. Mazmur 23 dan bagian-bagian l...