KEMENANGAN DALAM DOA

KEMENANGAN DALAM DOA

Efesus 6:18

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.

Saat berbicara tentang perlengkapan senjata Allah dalam Efesus 6, Rasul Paulus menyebutkan dua bagian penting. Pertama, kita harus menghadapi peperangan rohani dengan doa. Artinya berdoa di dalam Roh dengan mengandalkan kuasa Tuhan. Selain itu, kita perlu mengandalkan pimpinanNya dan merespons nasehat yang diberikanNya, berdoa setiap waktu dengan segala doa dan permohonan (ay.18). Kedua, Paulus mendorong kita untuk “berjaga-jaga.” Kesiagaan rohani dapat menolong menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan kembali Tuhan Yesus (Mrk. 13:33), menang atas pencobaan (14:38), dan setia berdoa bagi semua umat Allah (Ef. 6:18).

Di tengah peperangan rohani yang kita hadapi setiap hari, biarlah sikap “berdoa dan berjaga-jaga” itu menjadi gaya hidup. Kekuatan doa sungguh luar biasa, menghancurkan kekuatan musuh, menembus kemustahilan.

Paulus sering memakai gambaran militer untuk menggambarkan kehidupan orang percaya dalam Tuhan (Roma 13:12; 1 Korintus 9:7; 1 Timotius 6:12; 2 Timotius 2:3-4). Paulus mengingatkan kita bahwa orang percaya sedang berperang dalam peperangan rohani melawan Iblis dan kekuatan jahatnya (Efesus 6:11-12). Sama seperti perlengkapan senjata fisik melindungi prajurit di medan perang, perlengkapan senjata Allah melindungi kita dalam pertempuran rohani. Kebanyakan perlengkapan senjata yang disebutkan di sini bersifat defensif, kecuali “pedang Roh” (ay. 17). Kristus menggunakan Ayat Firman Tuhan untuk menaklukkan Iblis (Matius 4:1-11; Lukas 4:4-12). Kita juga harus menggunakan kebenaran Allah untuk menghadapi serangan musuh (Yohanes 17:17; Ibrani 4:12). 

Doa dan berdoa menjadi kesukaan dan nsfas hidup yg memberikan kekuatan. Melalui doa kita dekat dengan Tuhan dan semakin mengerti kehendak Bapa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil