Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Menjadi Orang Yang Bijak Dalam Tuhan

MENJADI ORANG YANG BIJAK DALAM TUHAN Amsal 22:3 bimk Orang bijaksana menghindar apabila melihat bahaya; orang bodoh berjalan terus lalu tertimpa malapetaka. Alkitab tidak saja memerintahkan kita untuk siap menolong sesama, tetapi juga melakukannya dengan bijaksana. Saat membantu memulihkan seseorang yang terjerat dosa, kita harus berhati-hati agar tidak terseret ke dalam dosa itu sendiri (Gal. 6:1). Kita memang harus mengasihi sesama, tetapi di sisi lain kita juga harus mengasihi diri kita sendiri (Mat. 22:39). Amsal 22:3 berkata, “Orang bijaksana menghindar apabila melihat bahaya; orang bodoh berjalan terus lalu tertimpa malapetaka” (bimk). Menjadi Bijak dalam segala sesuatu sesuai dengan Firman Tuhan. Yesus, Penolong kita yang sejati, mengambil waktu untuk beristirahat (Mrk. 4:38), dan Dia juga memastikan bahwa kebutuhan murid-muridNya tidak tersisihkan oleh kebutuhan orang lain (6:31). Kita perlu mengikuti teladanNya dengan memiliki kepedulian yang bijaksana. Dengan menjaga kesehata...

Menjaga Diri

MENJAGA DIRI Amos 5:14 Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup. Allah sangat peduli terhadap penderitaan dan kesengsaraan yang kita alami. Saat mengetahui terjadinya ketidakadilan yang sangat parah di Israel, Allah mengutus Nabi Amos untuk menegur kemunafikan mereka. Bangsa yang pernah dibebaskan Allah dari penindasan di Mesir itu sekarang justru menjual sesamanya sebagai budak hanya demi sepasang kasut (Am. 2:6). Mereka mengkhianati orang-orang yang tidak bersalah, mengabaikan keadilan bagi yang tertindas, sambil berpura-pura beribadah kepada Allah dengan berbagai persembahan dan perayaan hari suci (4:4-5). “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup,” Amos berkata kepada bangsanya. “Dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kamu” (5:14). Kita pernah mengalami penderitaan dan ketidakadilan dalam hidup ini, sehingga dapat merasakan kesulitan orang lain dan rindu menolong mereka. Inilah waktunya untuk “mencari yang baik” dan bergabung d...

PENGGENAPAN RENCANA ALLAH

PENGGENAPAN RENCANA ALLAH Yohanes 17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kta dengan mudah terlihat serupa dengan dunia dan tidak dikenali sebagai orang percaya, baik sengaja maupun tidak. Namun, Yesus berdoa bagi murid-muridNya jiwa-jiwa yang diberikan Bapa kepadaNya “dari dunia” dan yang “telah menuruti” firmanNya (Yoh. 17:6). Yesus meminta kepada Bapa untuk melindungi dan memampukan murid-muridNya agar mereka hidup dalam kekudusan dan sukacita yang teguh setelah Dia meninggalkan mereka (ay.7-13). Dia berkata, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (ay.15). Tuhan Yesus tahu murid-muridNya perlu dikuduskan dan dipisahkan, supaya mereka dapat menggenapi tujuan yang telah ditetapkanNya bagi mereka (ay.16-19). Memahami bahwa kehidupan kita telah terpisah dan dikuduskan akan sangat membantu untuk terus tinggal dalam kebenaran. Roh Kudus menolong kita untuk  menjadi serupa den...

Padang Gurun

PADANG GURUN Ulangan 2:7 bimk Tuhan Allahmu . . . memelihara kamu selama kamu mengembara di padang gurun yang luas ini. Allah ingin menggunakan pengalaman-pengalaman di padang gurun kehidupan kita untuk menjadikan kita lebih kuat.  “Kebaikan Allah dimaksudkan untuk diterima di tengah penderitaan kita, bukan dibuktikan dengan tidak adanya penderitaan.” Di tengah pengalaman-pengalaman sulit seperti dukacita, kehilangan, dan penderitaan, Allah menolong untuk bertumbuh dalam iman dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Padang gurun bukanlah kekeliruan dalam rencana Allah, melainkan bagian penting dari proses pertumbuhan. Allah telah memimpin para leluhur dalam Perjanjian Lama ke padang gurun. Abraham, Ishak, dan Yakub memiliki pengalaman-pengalaman mereka sendiri di padang gurun. Di padang gurun Allah juga menyiapkan hati Musa dan memanggilnya untuk memimpin umatNya keluar dari perbudakan (Kel. 3:1-2,9-10). Di padang gurun jugalah Allah “memelihara bangsa Israel” selama 40 tahun dengan p...

Sungguh sungguh didalam Tuhan

SUNGGUH SUNGGUH DIDALAM TUHAN Yeremia 4:1 Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman Tuhan, kembalilah engkau kepada-Ku. Nabi Yeremia memberikan nasihat kepada umat yang telah melanggar perjanjian mereka dengan Allah dan menyembah ilah-ilah lain. Kembali kepada-Nya saja tidaklah cukup (Yer. 4:1), meski itu langkah awal yang tepat. Mereka juga perlu menyelaraskan tindakan dengan ucapan mereka. Itu artinya mereka harus menyingkirkan “dewa-dewa yang menjijikkan” (ay.1). Yeremia berkata bahwa jika mereka membuat komitmen “dalam kesetiaan, dalam keadilan dan dalam kebenaran,” maka Allah akan memberkati (ay.2). Masalahnya, bangsa itu hanya memberikan janji-janji kosong. Mereka tidak sepenuh hati ingin melakukannya. Allah tidak menginginkan kata-kata belaka; yang Dia inginkan adalah hati kita. Ini seperti yang Yesus katakan, “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati” (Mat. 12:34). Itulah sebabnya Yeremia kemudian mendorong mereka yang mau mendengarkan untuk membajak tanah hat...

Semua untuk kemuliaan Allah

SEMUA UNTUK KEMULIAAN ALLAH Roma 15:6 Dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Paulus dengan setia melakukan pekerjaan yang telah ditetapkan baginya dan mempercayakan hasilnya kepada Allah. Kitab Roma merupakan salah satu perkataan yang paling sarat makna teologisnya di seluruh Perjanjian Baru, “Memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus” (15:6). Kehidupan Paulus menjadi teladan bagi kita. Kita dapat memuliakan (menghormati) Allah dengan banyak cara, dan salah satunya adalah dengan menjalani kehidupan yang telah ditetapkan bagi kita serta menyerahkan hasilnya ke dalam tangan Allah yang tidak berubah. Entah kita berbisnis, melakukan pelayanan misi, mengajar di sekolah dasar, atau merawat orangtua yang telah lanjut usia, atau pekerjaan lainnya, tujuannya tetap sama: Memuliakan Kristus dalam segala hal! Saat kita setia berdoa dan membaca firman Allah, Dia akan menolong kita untuk hidup dalam ketaatan penuh dan menjalani hari demi h...

Hidup Yang Berdampak

HIDUP YANG BERDAMPAK 3 Yohanes 1:3 Beberapa saudara . . . memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran. Rasul Yohanes mempunyai seorang sahabat yang juga meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang percaya. Mereka menyebut Gayus sebagai orang yang setia kepada Allah dan firman-Nya, serta yang senantiasa hidup “dalam kebenaran” (3Yoh. 1:3). Gayus menunjukkan keramahtamahan kepada para pemberita Injil, meski mereka adalah orang asing (ay.5). Sebagai dampaknya, Yohanes berkata kepada Gayus, “Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu” (ay.6). Kesetiaan Gayus kepada Allah dan kepada saudara-saudara seimannya telah mendukung penyebaran Injil. Dampak yang diberikan Gayus pada zamannya mengingatkan bahwa kita dapat memberikan dampak pada orang lain, yang dapat Allah pakai untuk menarik mereka kepada Kristus. Dalam kesetiaan berjalan bersama Allah, biarlah kita hidup dan bertindak sedemikian rupa sehingga saudara-saudari seiman kita juga terdorong untuk setia berja...

BERSAMA TUHAN

 BERSAMA TUHAN 2 Samuel 22:29 Tuhan menyinari kegelapanku. Raja Daud sering berada di tengah peperangan dan masa-masa yang gelap. 2 Samuel 22 mengatakan, “Tuhan telah melepaskan Daud dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul” (ay.1). Daud menggunakan pengalaman-pengalaman itu untuk membuat catatan tentang kesetiaan Allah. Ia berkata, “Sesungguhnya gelora-gelora maut telah mengelilingi aku, banjir-banjir jahanam telah menimpa aku” (ay.5). Daud segera beralih dari keputusasaan kepada harapan: “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan". “Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya” (ay.7). Daud selalu ingat untuk memuji Allah atas pertolongan-Nya yang tidak pernah gagal. “Tuhan menyinari kegelapanku,” ucapnya. “Dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok” (ay.29-30). Masa yang sulit sekalipun ingat bahwa Tuhan penolong yang ajaib Dia Allah yang BERKUASA. Daud mengubah kesulitan-kesulitannya menjadi kesempatan untuk...

PENGAMPUNAN

PENGAMPUNAN Mazmur 32:5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu. Ketulusan hati sangat penting di mata Allah. Dia ingin kita mengakui dosa-dosa kita kepada-Nya dan juga meminta pengampunan kepada mereka yang telah kita rugikan. “Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku,” ucap Daud (ay.5). Alangkah indahnya mengalami kebebasan yang diterima melalui pengampunan. Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Menerima anugerah pengampunan dari segala dosa maka sepatutnya kita terus mempersembahkan hidup ini bagi kemuliaan Allah. Kitab Mazmur dikenal sebagai buku nyanyian bagi bangsa Israel. Banyak mazmur dinyanyikan atau dibacakan dalam berbagai perayaan mereka, dan mungkin juga saat di rumah atau selama bekerja. Sekitar setengah dari mazmur-mazmur tersebut dikaitkan dengan Raja Daud sebagai penggubahnya. Mazmur 32 adalah salah satu mazmur pertobatan yang mengungkapkan penyesalan dan kesedihan atas dosa. Mazmur yang paling terkenal dari jenis ini adalah Mazmur 51, yang merupakan doa ...

AJAIB PERBUATAN TUHAN

AJAIB PERBUATAN TUHAN Yesaya 43:19 bimk Perhatikanlah, Aku membuat sesuatu yang baru; sekarang sudah mulai. Sesungguhnya, manusia semua terjerumus dalam penjara yang dibuatnya sendiri, terperangkap di balik jeruji ketamakan, keegoisan, dan kecanduan. Namun, Allah hadir dengan caraNya yang luar biasa. “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?” (Yes. 43:19 bimk). Ayat tersebut mengajarkan “Tak ada gunanya mengingat masa lalu, percuma mengenang yang sudah-sudah” (ay.18 bimk), karena Allah berkata, “Aku Allah yang menghapus dosamu, . . . tidak mengingat-ingat dosamu” (ay.25 bimk). Namun, Allah menegaskan: “Selain Aku tak ada yang menyelamatkan” (ay.11 bimk). Kita hanya dapat dibebaskan dengan menyerahkan hidup kepada Kristus. Perlu direnungkan kembali siapa yang sesungguhnya menjadi Tuhan atas kehidupan kita. Tentu nya Tuhan Yesus yang pegang kendali atas hidup ini. Kita memperoleh jaminan bahwa, melalui Kristus, Allah pasti akan...

FIRMAN YANG HIDUP DAN BERKUASA

FIRMAN YANG HIDUP DAN BERKUASA Mazmur 119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku Mazmur 119 merayakan keberhargaan Kitab Suci yang begitu komprehensif. Setelah menyatakan betapa berbahagianya mereka yang hidup taat kepada hukum Allah (ay.1), Berbicara tentang Kitab Suci dengan penuh semangat, termasuk kecintaannya pada hukum Allah. “Lihatlah, betapa aku mencintai titah-titahMu!” (ay.159); “Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi TauratMu kucintai” (ay.163); “Aku berpegang pada peringatan-peringatanMu, dan aku amat mencintainya” (ay.167). Pernyataan apa yang kita buat tentang kecintaan kita kepada Allah dan firmanNya melalui cara hidup kita? Salah satu cara untuk menguji kasih kita kepadaNya adalah dengan bertanya, Apa yang sedang saya nikmati? Apakah selama ini saya sudah “mengunyah” kata-kata Kitab Suci yang manis? “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!” (34:9). Firman Allah menjadi makanan kehidupan kita setiap hari. Tak jemu jemu kita terus merenu...

TEGUH DALAM TUHAN

TEGUH DALAM TUHAN 2 Samuel 23:10 Eleazar bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu. Eleazar bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya” (2Sam. 23:10). Dengan kuasa Allah, “Tuhan memberikan pada hari itu kemenangan yang besar” (ay.10).  Eleazar memegang pedangnya dengan teguh, “pedang Roh, yaitu firman Allah” dengan teguh (Ef. 6:17). Kita harus memegang teguh Firman Tuhan untuk menjalani hidup ini dengan penuh keteguhan hati. Baik saat menikmati kesehatan yang prima atau saat bergumul dengan keputusasaan karena penyakit kronis, kita juga dapat berharap kepada Allah untuk meneguhkan pengharapan kita dan memampukan kita untuk bertekun. Di dalam Kristus saja kita menemukan kekuatan.  2 Samuel 23 menggarisbawahi peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan Daud, termasuk aksi heroik dari tiga pahlawannya (ay.8-12) dan 30 pemimpin pasukannya (ay.13-39). Di masa-masa akhir hidupnya, keraj...

HATI NURANI YANG BERSIH

HATI NURANI YANG BERSIH Yakobus 5:16 Hendaklah kamu saling mengaku dosamu. Meminta orang lain untuk mengakui dosa dan rahasia kita (terutama setelah kita meninggal dunia) adalah cara yang sia-sia dan berisiko besar.  Manusia memiliki kebutuhan untuk mengaku dan melepaskan beban. “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu,” kata Yakobus, “dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh” (5:16). Mengaku dosa dapat melepaskan kita dari beban yang mengikat kita, membebaskan kita untuk bersekutu dengan Allah untuk berdoa dengan hati yang terbuka kepada-Nya dan kepada sesama kita. Pengakuan mendatangkan pemulihan. Alkitab mengajarkan kita untuk menjalani kehidupan yang terbuka, dengan mengaku kepada Allah dan orang-orang terdekat kita tentang kepedihan dan kegagalan yang terkadang ingin kita kubur saja. Kita tidak perlu memikul beban-beban itu seorang diri. Pengakuan adalah anugerah bagi kita. Allah memakainya untuk membersihkan hati dan membebaskan kita 1 Yohanes 1:9 menggabungkan konsep...

PRIBADI YANG PENUH KARAKTER KRISTUS

 PRIBADI YANG PENUH KARAKTER KRISTUS Roma 12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang Ketika perbedaan pendapat tidak lagi dapat ditoleransi? Hanya karena dua orang tidak bisa sepakat, bukan berarti masing-masing dari mereka jahat. Ucapan kasar atau keras tidak akan pernah berhasil membuat orang lain berubah pikiran, dan keyakinan kuat yang dipegang seseorang tidak boleh membuatnya mengabaikan sopan santun atau belas kasih. Roma 12 adalah panduan yang baik tentang bagaimana kita dapat “saling mendahului dalam memberi hormat” dan “sehati sepikir” dengan orang lain (ay.10,16). Ciri khas orang percaya adalah kasih kepada semua orang  (Yoh. 13:35). Kesombongan dan kemarahan bisa dengan mudah membuat hal yang salah, dan hal-hal tersebut bertentangan langsung dengan kasih yang Allah ingin kita tunjukkan kepada orang lain. Memang sulit untuk tidak menyalahkan orang lain ketika kita gagal mengendalikan emosi. Namun, firman yang...