TEGUH DALAM TUHAN
TEGUH DALAM TUHAN
2 Samuel 23:10
Eleazar bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu.
Eleazar bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya” (2Sam. 23:10). Dengan kuasa Allah, “Tuhan memberikan pada hari itu kemenangan yang besar” (ay.10). Eleazar memegang pedangnya dengan teguh, “pedang Roh, yaitu firman Allah” dengan teguh (Ef. 6:17). Kita harus memegang teguh Firman Tuhan untuk menjalani hidup ini dengan penuh keteguhan hati.
Baik saat menikmati kesehatan yang prima atau saat bergumul dengan keputusasaan karena penyakit kronis, kita juga dapat berharap kepada Allah untuk meneguhkan pengharapan kita dan memampukan kita untuk bertekun. Di dalam Kristus saja kita menemukan kekuatan.
2 Samuel 23 menggarisbawahi peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan Daud, termasuk aksi heroik dari tiga pahlawannya (ay.8-12) dan 30 pemimpin pasukannya (ay.13-39). Di masa-masa akhir hidupnya, kerajaan Daud mengalami kedamaian dalam hubungan internasional. Namun, masa itu sebenarnya penuh dengan konflik keluarga, dengan masalah-masalah yang timbul bertahun-tahun sebelumnya menjadi semakin intens, dan Daud menyaksikan perebutan kekuasaan yang menyedihkan dan berdarah di antara anak-anaknya sendiri. Putranya, Absalom, mencoba mengambil alih tahta Daud (ps.15). Sekarang, putra keempatnya, Adonia (3:4), berusaha untuk mengklaim mahkota untuk dirinya sendiri (1 Raja-Raja 1).
Kehidupan Daud menunjukkan seorang pria yang jauh dari sempurna. (2 Samuel 11) dan ia gagal mendisiplinkan anak-anaknya (ps.13–14). Namun, hati Daud terus tertuju kepada Allah dan tetap setia kepada-Nya, dan ia rela bertobat ketika sudah menyadari dosa-dosanya (Mazmur 32, 51).
Biarlah kita tetap teguh dalam iman dan pengharapan kepada Tuhan Yesus Dialah sumber kekuatan kita
Komentar
Posting Komentar