Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

PERJUANGAN PANJANG

 PERJUANGAN PANJANG 1 Tesalonika 5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya Rasul Paulus memandang jemaat Tesalonika sebagai anak-anak rohaninya karena ia telah mengajari mereka tentang Yesus. Dalam pesannya kepada mereka, ia memang mendorong mereka untuk saling menolong (1Tes. 5:14-15), tetapi yang terutama, ia menyerahkan pertumbuhan mereka kepada Tuhan. Paulus menyadari bahwa Tuhan akan _menguduskan  seluruhnya_ (ay.23). Paulus percaya akan mengerjakan apa yang tidak sanggup ia kerjakan menyiapkan  _roh jiwa dan tubuh mereka_ untuk kedatangan Yesus kembali (ay.23). Meski surat-suratnya kepada jemaat Tesalonika berisi berbagai instruksi, tetapi kepercayaan Paulus kepada Tuhan dapat memberikan pelajaran untuk kita bahwa pertumbuhan rohani dalam kehidupan ini sejatinya sebuah perjuangan  (1Kor. 3:6).  Gereja di Tesalonika adalah jemaat yang diberkati langsung oleh pelayanan Paulus. Tesalonika adalah kota besar yang kebanyakan pendudukny...

KESEDIHAN DAN SUKACITA

 KESEDIHAN DAN SUKACITA Ezra 3:13 Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat. Kitab Ezra  menggambarkan  bagaimana umat Allah kembali ke Yerusalem setelah bangsa Babel menghancurkan Bait Allah dan membuang mereka dari kota yang mereka cintai (lihat Ezr. 1). Saat Ezra mengawasi pembangunan kembali Bait suci, ia mendengar pujian penuh sukacita yang dinaikkan kepada Allah (3:10-11). Namun, ia juga mendengar suara tangisan mereka yang mengenang kehidupan sebelum pembuangan (ay.12). Mungkin kita berduka atas persoalan2 hidup atau bersedih karena kehilangan hal lain. Jika demikian, kita dapat tetap bersyukur, seiring dengan momen-momen sukacita kita kepada Allah, karena kita tahu Dia mendengar dan menolong kita dan mendekap kita erat-erat.  Selalu memberikan kekuatan, pengharapan yang sejati dalam Yesus Kristus tidak akan pernah mengecewakan. Kitab Ezra menggambarkan kembalinya orang-orang Yahudi dari pembuangan di Babe...

Menekan Jiwa

 MENEKAN JIWA Yehezkiel 37:5 Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Ketika bangsa Babel menaklukkan Israel, umat merasa putus asa. Mereka dikelilingi kematian dan kehancuran, dan sangat membutuhkan pemulihan (lihat Rat. 1). Selama masa kekacauan itu, Tuhan membawa Nabi Yehezkiel ke suatu lembah dan memberinya penglihatan yang menempatkannya di antara tulang-tulang kering. Tuhan bertanya: “Dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?” Yehezkiel menjawab, “Ya Tuhan Allah, Engkaulah yang mengetahui!” (Yeh. 37:3). Tuhan kemudian memerintahkan sang nabi untuk bernubuat kepada tulang-tulang itu, supaya semua itu hidup kembali. Yehezkiel berkata, Segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain (ay.7). Melalui penglihatan itu, Tuhan mengungkapkan kepada Yehezkiel bahwa pemulihan Israel hanya dapat dilakukan oleh Tuhan semata. Saat kita merasa persoalan begitu berat menekan jiwa...

Kasih Setia TUHAN YESUS

 KASIH SETIA TUHAN YESUS Habakuk 3:18 Aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku Dalam dunia yang bobrok dan penuh dosa ini, memegang pengharapan terkadang tidak mudah. Namun, dalam situasi tersulit sekalipun, Tuhan menghadirkan pengharapan. Nabi Habakuk menubuatkan penyerbuan Babel atas Yehuda (Hab. 1:6; lihat 2Raj. 24), tetapi ia tetap menegaskan bahwa Tuhan selalu baik (Hab. 1:12-13). Saat mengingat kebaikan Tuhan kepada umatNya di masa lalu, Habakuk berseru: _Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku_ (3:17-18). Habakuk berarti “melekat”. Kita dapat melekat erat kepada Tuhan sebagai pengharapan dan sukacita kita yang terbesar, bahkan dalam pencobaan, kar...

Hal Hal Kecil Yang Memberikan Arti

 HAL HAL KECIL YANG MEMBERIKAN ARTI Zakharia 4:10 Siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil Koreksi-koreksi kecil yang kita terapkan dalam kehidupan rohani juga dapat berdampak besar bagi kita. Nabi Zakharia mengajarkan prinsip serupa kepada sisa bangsa Yahudi yang tawar hati dalam perjuangan mereka bersama Zerubabel untuk membangun kembali Bait Allah setelah pengasingan mereka. Namun, bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan RohKu kata Tuhan yang Mahakuasa kepada Zerubabel (Za. 4:6). Zakharia menyatakan, Siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil (ay.10). Orang-orang yang baru kembali dari pembuangan itu khawatir bahwa Bait suci yang mereka bangun tidak sebanding dengan Bait suci yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Salomo. Setelah melakukan koreksi kecil, orang-orang yang membangun bersama Zerubabel belajar bahwa sekalipun kecil, perbuatan baik yang dilakukan dengan pertolongan Allah dapat mendatangkan sukaci...

Pengalaman Iman Kita

 PENGALAMAN IMAN KITA Daniel 3:25 Ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa Ketiga sahabat Daniel yang berani benar-benar duduk di kursi panas. Raja Nebukadnezar mengancam akan melemparkan mereka ke dalam api yang menyala-nyala jika mereka tidak menyembah patung dirinya. Ia bertanya, _Dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?_ (Dan. 3:15). Sahabat Daniel tetap menolak untuk menyembahnya, maka sang raja memanaskan perapian tujuh kali lipat lalu melemparkan mereka ke dalamnya. Ternyata, mereka tidak sendiri di dalam sana. Seorang “malaikat” (ay.28),  bergabung dengan mereka dalam nyala api tersebut, melindungi mereka dari bahaya, dan memberikan jawaban yang tak terbantahkan atas pertanyaan raja tadi (ay.24-25). Nebukadnezar memuji  Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mengakui bahwa tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu (a...

Memberi Buah Dalam Perbuatan Baik

 MEMBERI BUAH DALAM PERBUATAN BAIK Kolose 3:17 Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus. Kita sering untuk membagikan hal-hal yang kita lakukan dalam hidup ini seperti Bersaksi tentang pengalaman kita menerima Yesus. Menyanyikan kidung pujian dan itu semua hal rohani. Dan juga hal hal duniawi kegiatan kita setiap hari. Banyak yg bisa kita bagikan melalui media sosial atau apapun itu. Tetapi biarlah semua yg kita lakukan kerjakan adalah untuk kemuliaan Tuhan bukan untuk kesombongan kita. Kolose 3:16 mengingatkan kita bahwa perkataan Kristus diam di antara kita dalam aktivitas-aktivitas hidup dan kita tetap bersyukur, ayat 17 menerangkan lebih jauh, ayat tersebut menekankan bahwa sebagai anak-anak Allah, segala sesuatu yang kita lakukan dengan perkataan atau perbuatan, kita melakukan semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus. Kita melakukan banyak hal dalam hidup ini biarlah orientasinya untuk menyenangkan hati Tuhan...

Berkat Pemeliharaan Tuhan

 BERKAT PEMELIHARAAN TUHAN Pengkhotbah 2:25 Siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Allah? Raja Salomo menarik kesimpulan setelah merenungkan jerih payah sehari-hari yang tampaknya sia-sia (Pkh. 2:17-23). Kadang-kadang semua itu seolah tidak berujung, sehingga menjadi suatu “kesia-siaan” yang tidak ada untungnya (ay.21). Namun, sang raja lalu menyadari bahwa dapat makan, minum, dan bekerja setiap hari pun merupakan berkat dari Allah (ay.24). Waktu kehilangan rutinitas, kita dapat melihat bahwa semua kegiatan sederhana  adalah berkat. Marilah mengucap syukur kepada Allah bahwa kita  dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payah kita itu juga adalah pemberian Allah  (3:13). Dalam Pengkhotbah 2, meski mempunyai segalanya, Salomo mulai merasa putus asa. Namun, ia mengatakan dalam pasal 3, Allah memberikan kekekalan dalam hati manusia (ay.11). Ia mengerti bahwa harus mencari di luar diri kita sendiri untuk menemukan jawaban dari pertanyaa...

Berjaga-jaga Dan Tetap Kuat

 BERJAGA-JAGA DAN TETAP KUAT Efesus 5:14 Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu Kitab Suci menggambarkan pergumulan serupa dari umat Tuhan. Kadang-kadang saat mengalami kuasa Tuhan dan pembebasanNya, sulit bagi mereka untuk menganggap hal itu nyata dan bukan mimpi. Dalam Kisah Para Rasul 12, ketika Petrus dibebaskan malaikat dari penjara dan dari kemungkinan hukuman mati (ay.2,4) digambarkan bingung, tidak yakin dengan apa yang terjadi (ay.9-10). Saat malaikat meninggalkannya di luar penjara, Petrus baru sadar akan dirinya dan menyadari bahwa semua itu sungguh nyata (ay.11). Dalam keadaan baik atau buruk, terkadang kita sulit untuk sepenuhnya percaya atau mengalami bahwa Tuhan sungguh-sungguh bekerja dalam hidup kita. Tetapi ketika kita percaya dengan sungguh menantikan Tuhan dan kuasa kebangkitanNya maka penyertaan Tuhan menjadi nyata dalam kehidupan kita. Terang kasih Tuhan membangkitkan kita dari mimpi kepada ke...

Menjadi Saksi Kristus

 MENJADI SAKSI KRISTUS 1 Yohanes 1:3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Rasul Yohanes hadir pada empat peristiwa paling penting dalam sejarah: perjamuan terakhir bersama Yesus, penderitaan Kristus di Getsemani, penyalibanNya, dan kebangkitanNya. Yohanes tahu bahwa alasan utama di balik kehadirannya dalam peristiwa-peristiwa tersebut adalah untuk menjadi saksi. Di Yohanes 21:24, tertulis Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Yohanes kembali menegaskan hal itu dalam suratnya, 1 Yohanes. Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup itulah yang kami tuliskan kepada kamu (1:1). Yohanes merasakan tanggung jawab yang besar untuk membagikan kisahnya sebaga...

Kita Dekat Dengan Bapa Di Sorga

 KITA DEKAT DENGAN BAPA DI SORGA Matius 6:6 Berdoalah kepada Bapamu. Sebagian besar dari kita mengenal dengan baik Doa Bapa Kami dalam Matius 6:9-13. Namun, ayat-ayat yang mendahuluinya juga sama pentingnya, karena menjadi dasar untuk kalimat-kalimat doa yang mengikutinya. Kita berdoa bukan untuk pamer, supaya _dilihat orang_ (ay.5). Meski tidak ada batasan mengenai panjang doa kita, _banyaknya kata_(ay.7) tidak serta-merta menjadikan sebuah doa berkualitas. Penekanannya adalah terletak pada upaya kita _memelihara hubungan yang sungguh sungguh dengan Bapa kita_, yang sudah mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita minta kepadaNya(ay.8). Yesus menekankan bahwa sungguh baik bagi kita untuk tetap terhubung dengan Bapa kita. Jadi, Dia memerintahkan kita: Karena itu, berdoalah demikian . . .(ay.9). Doa adalah pilihan yang baik dan penting, karena dengan doa, kita tidak kehilangan kontak atau hubungan baik dengan Allah Bapa kita. Doa adalah kehidupan kita sehingga kita senantiasa be...

Tuhan Mendengarkan Seruan Doa Kita

 TUHAN MENDENGARKAN SERUAN DOA KITA Mazmur 116:2 Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku. Saat dihadapkan pada ancaman kematian dan dikuasai perasaan putus asa, pemazmur di dalam Mazmur 116 mungkin merasa telah ditinggalkan. Maka, ia pun berseru kepada Tuhan dan tahu bahwa Tuhan mendengarkan dan menolongnya. Ia mendengarkan suaraku, tulis sang pemazmur, dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telingaNya kepadaku (ay.1-2). Ketika tak seorang pun mengetahui penderitaan kita, Tuhan tahu. Saat tak seorang pun mendengar tangisan kita, Tuhan mendengar. Karena kita mengerti bahwa Tuhan akan menunjukkan kasih dan pemeliharaanNya atas kita (ay.5-6), maka kita tetap tenang dalam saat-saat sulit (ay.7). Bahasa Ibrani manoakh yang diterjemahkan sebagai “tenang” itu menggambarkan tempat yang teduh dan aman. Kita dapat mengalami damai sejahtera, karena dikuatkan oleh kepastian akan kehadiran dan pertolongan Tuhan. Mazmur 116 adalah salah satu dari enam nyanyian pujian (Mazmur 113–118) yang digolo...

Kita anak anak Tuhan

 KITA ANAK ANAK TUHAN Yohanes 1:12 Semua orang yang menerima Yesus diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Banyak dari kita menghabiskan waktu bertahun-tahun mencari jati diri dan mempertanyakan nilai diri kita. Kita bergumul dan berusaha mencari nama atau mendefinisikan diri kita sendiri, tetap sebenarnya hanya Tuhan yang dapat menyatakan kebenaran tentang diri kita. Syukur kepada Tuhan karena menyebut kita anak-anak-Nya ketika kita menerima keselamatan dalam Yesus Kristus. Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya,(Yoh. 1:12). Identitas itu adalah murni pemberian Allah. Kita adalah orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani, . . . melainkan dari Allah (ay.13). Allah memberi kita nama dan identitas di dalam Kristus. Mari kita berhenti dalam membandingkan diri kita dengan orang lain, karena Dialah yang menentukan siapa kita sesungguhnya. Kitab-k...

Kasih Kristus

 KASIH KRISTUS Roma 12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Kasih dan pengorbanan ada dalam pikiran Paulus, Firman TUHAN memerintahkan kita untuk saling mengasihi (Rm. 12:10). Paulus tahu bahwa jemaat di Roma bergumul dengan kecemburuan, kemarahan, dan perselisihan (ay.18). Maka, Paulus mendorong agar mereka mengizinkan kasih Tuhan menguasai hati mereka. Kasih yang tulus akan membuat kita juga bermurah hati (ay.13). Mereka yang mengasihi sedemikian rupa akan senang mendahulukan orang lain daripada diri mereka sendiri (ay.16). Sebagai orang percaya, kita masing-masing berlomba dalam kasih sambil menolong orang lain. Meski tidak mudah, tetapi hal itu memuliakan Tuhan kita, Yesus Kristus. Jadi, demi kasih, marilah kita bergantung pada Tuhan yang memberi kita kekuatan untuk mengasihi dan melayani dan menolong orang lain. Di dalam banyaknya surat Paulus, ia memulai dengan bagian doktrin atau pengajaran, kemudian mengakhirinya den...

Tenang Dalam Menyikapi Persoalan

 TENANG DALAM MENYIKAPI PERSOALAN Yakubus 1: 19-20 Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Kesenjangan antara tindakan dan keyakinan menjadi fokus Kitab Yakobus. Dalam Yakobus 1:19-20, Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Lalu Yakobus menambahkan: Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri (ay.22). Tak satu pun dari kita yang sempurna. Terkadang cara kita menjalani kehidupan ini membutuhkan bantuan, diawali dengan pengakuan dan kerelaan untuk memohon pertolongan Allah dan mempercayaiNya untuk terus mengikis sisi buruk dari karakter kita.  Kitab Yakobus sangat memperhatikan k...

Perhatian Tuhan

 PERHATIAN TUHAN Mazmur 147:5 Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. Allah menentukan jumlah bintang-bintang di langit yang diciptakan-Nya. Dia memberi nama kepada setiap bintang itu (Mzm. 147:4), tindakan Tuhan yang menunjukkan bahwa perhatianNya hingga detail yang terkecil. KekuatanNya wawasan, kebijaksanaan, dan pengetahuanNya tak terhingga baik dahulu, sekarang, maupun di masa mendatang (ay.5). Tuhan mendengar setiap seruan putus asa dan mengerti BAHASA AIR MATA kita bahkan menampung setiap air mata yang menetes. Tuhan memahami ketakutan terbesar kita, pikiran terdalam kita, dan impian terliar kita. Tuhan tahu dari mana kita datang dan ke mana kita akan pergi. Ketika Tuhan membantu kita untuk melihat, mendengar, dan mengasihi sesama, kita juga dapat tetap mempercayai Tuhan yang begitu mengasihi kita dan senantiasa memelihara hidup kita. Mazmur 147, ditempatkan menjelang akhir pada kitab nyanyian Ibrani, terdapat di bagian akhir Jilid Lima d...

Tetap Berdoa Dengan Sungguh Hati

 TETAP BERDOA DENGAN SUNGGUH HATI Kejadian 32:28 Engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang. Sudah sejak lama manusia mencoba memberi wujud bagi konsep mereka tentang sosok ilahi, lalu berharap dewa buatan tangan itu dapat melindungi mereka. Mungkin itu sebabnya Rahel, istri Yakub, mencuri terafim ayahnya saat mereka melarikan diri dari Laban (Kej. 31:19). Akan tetapi, meskipun berhala-berhala disembunyikan di kemahnya, Tuhan tetap melindungi Yakub (ay.34). Tuhan tdk murka karena perbuatan Rakhel,dan adanya berhala di kemah. Lalu, dalam perjalanan yang sama, Yakub bergulat dengan seorang laki-laki hingga fajar menyingsing (32:24).( Bergulat dengan Tuhan). Yakub pasti tahu bahwa lawannya ini bukan manusia biasa, karena saat fajar tiba ia bersikeras, Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku (ay.26). Laki laki itu mengubah nama Yakub menjadi Israel (bergumul melawan Allah) lalu memberkatinya (ay.28-29). Yakub menamakan tempat itu...

Tuhan Mengenal Kita

 TUHAN MENGENAL KITA Yohanes 20:16 Maria berpaling dan berkata kepada-Nya . . . Rabuni!", artinya Guru. Mengingat kembali Paskah dan kita lihat bagaimana sebuah nama memainkan peranan penting. Saat itu, Maria Magdalena mendatangi kubur Yesus, dan menangis saat menemukan mayatNya lenyap. Ibu, mengapa engkau menangis? tanya Yesus (Yoh. 20:15). Namun, Maria tidak mengenaliNya, sampai Dia memanggil namanya: Maria! (ay.16). Mendengar Yesus menyebut namanya, Maria berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani: Rabuni!, artinya Guru (ay.16). Reaksi yang begitu mengungkapkan sukacita, begitu juga dirasakan orang percaya pada saat Paskah tiba, karena kita mengakui bahwa Kristus, Tuhan kita, telah bangkit menaklukkan kematian, dan mengenali kita masing-masing sebagai anakNya. Seperti yang dikatakanNya kepada Maria, Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, (ay.17). Pada hari Paskah, kita bersyukur memuji Tuhan Yesus karena DIA telah bangkit mengalahkan maut, yang memberikan kepastian keselamatan bag...

Pemulihan Hidup

 PEMULIHAN HIDUP Yesaya 61:1 Ia telah mengutus aku untuk . . . merawat orang-orang yang remuk hati. Nabi Yesaya menubuatkan kedatangan Pribadi Yesus yang membawa pemulihan bagi keadaan yang telah rusak (Yes. 61). Dia merawat orang-orang yang remuk hati dan menghibur semua orang berkabung (ay.1-2). Setelah Yesus membaca bagian Kitab Suci ini dalam suatu sinagoga di kampung halamanNya, Dia berkata, Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya (Luk. 4:21). Kita bersyukur Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan dan memulihkan kita. Manusia sangat membutuhkan Yesus untuk pemulihan batin. Dan Tuhan Yesus memberi kepada kita pemulihan itu Tuhan memberikan nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar (Yes. 61:3). Yesus Kristus adalah kebenaran dan kebenaran itu yang memerdekakan kita dari perbudakan dosa, kita bersyukur pemulihan terjadi dalam kehidupan kita sehingga kita penuh dengan sukacita dan damai sejahtera. Kitab Yesaya, adalah kitab terpanjang di dalam Perjanjian Lama ...

Tak Lupa Bersyukur

 TAK LUPA BERSYUKUR Lukas 17:18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini? Dalam Lukas 17, kita membaca tentang seorang Samaria yang sakit kusta dan kembali untuk berterima kasih kepada Yesus yang telah menyembuhkannya (ay.15-16). Dalam peristiwa itu, Yesus sedang memasuki sebuah desa tempat Dia bertemu sepuluh penderita kusta. Mereka semua memohon kesembuhan dari Yesus, dan kemudian mengalami anugerah dan kuasaNya. Kesepuluh orang itu bersukacita karena disembuhkan, tetapi hanya satu yang kembali untuk menyampaikan terima kasih. Ia kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepadaNya (ay.15-16). Setiap hari, kita mengalami berkat-berkat Tuhan dalam berbagai cara. Berkat itu bisa berupa doa yang langsung dijawab setelah mengalami penderitaan berkepanjangan, atau berupa pertolongan tepat waktu yang kita terima dari orang yang tidak kita kenal. Terkadang berkatN...

Aku terbebas dari hukum dosa

 AKU TERBEBAS DARI HUKUM DOSA Keluaran 2:14 Musa menjadi takut, sebab pikirnya: Tentulah perkara itu telah ketahuan. Meski dikenal sebagai tokoh iman yang besar, Musa juga pernah melakukan tindakan kriminal yang mengejutkan. Setelah menyaksikan seorang Mesir memukul seorang Ibrani, ia menoleh ke sana sini dan dibunuhnya orang Mesir itu (Kel. 2:11-12). Meski Musa telah berbuat dosa, tetapi Allah belum selesai berurusan dengan Musa yang tidak sempurna itu. Tuhan kemudian memilih Musa untuk membebaskan bangsaNya dari penindasan Mesir (3:10). Di Roma 5:14, kita membaca, maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama. Namun, dalam ayat-ayat selanjutnya, Paulus menyatakan bahwa kasih karunia Allah memungkinkan kita, tanpa memandang dosa-dosa kita di masa lalu, untuk diubah dan dibenarkan di hadapan-Nya (ay.15-16). Tuhan begitu baik anugerah kemurahan Nya telah menyelamatkan kita yang berdosa. Kita mungkin berpi...

Pengalaman dengan Tuhan

 *PENGALAMAN DENGAN TUHAN* 2 Tawarikh 20:3 Yosafat mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Yosafat, seorang pemimpin berpengalaman, berdoa saat menghadapi krisis. Tiga bangsa bersatu melawannya dan berencana untuk menyerang rakyatnya. Meski sudah berpengalaman lebih dari dua dekade, Yosafat tetap memutuskan untuk bertanya kepada Tuhan tentang apa yang harus dilakukannya. Ia berdoa, Kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami (2Taw. 20:9). Ia juga memohon bimbingan Tuhan dengan berkata, Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu(ay.12). Sikap Yosafat yang rendah hati menghadapi tantangan tersebut membuka hatinya untuk mengundang keterlibatan Tuhan, yang datang dalam bentuk dorongan dan campur tangan Allah (ay.15-17,22). Meskipun kita merasa sudah sangat berpengalaman dalam bidang tertentu, berdoa memohon pertolongan akan membangun ketergantungan kita yang suci pada Tuhan. Itu mengingatkan k...

Tetap bersemangat di dalam Tuhan

TETAP BERSEMANGAT DI DALAM TUHAN   2 Korintus 5:4 Selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan. Manusia lahiriah kami semakin merosot. . . . Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan (2Kor. 4:16; 5:4).Kesadaran atas keberadaan manusiawi kita yang rapuh seiring dengan bertambahnya usia, kita semakin menyadarinya. Waktu memang menggerogoti kita. Semangat di usia muda perlahan-lahan menurun seiring dengan penuaan yang tak terhindarkan (lihat Pkh. 12:1-7). Tubuh kemah kita menjadi kian rapuh. Namun tubuh yang rapuh tidak perlu diikuti dengan iman yang rapuh. Pengharapan dan semangat kita tidak perlu pudar seiring bertambahnya usia. Sebab itu kami tidak tawar hati  (2Kor. 4:16). Tuhan telah berdiam di dalam kita melalui RohNya. Ketika tubuh ini tidak lagi terpakai, kita akan memiliki kediaman yang tidak akan pernah rusak suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal dari Allah (5:1)...

Aku hidup bersama Tuhan

 *AKU HIDUP BERSAMA TUHAN* Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Budaya kita mengatakan bahwa kita baru benar-benar bahagia apabila kita sehat, muda, dan energik selamanya. Sesungguhnya, kepuasan kita tidak diperoleh dari semua itu. Sebelum disalibkan, Tuhan Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya dan untuk umatNya di masa depan. Dia berkata, inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yoh. 17:3). Kepuasan dalam hidup berasal dari hubungan kita dengan Tuhan melalui iman kepada Yesus Kristus. Dialah pengharapan kita untuk masa depan dan sukacita kita untuk masa kini. Yesus berdoa agar murid-muridNya dan kita menerapkan pola hidup yang baru: menuruti Tuhan dan melakukan Firman TUHAN (ay.6) Sebagai orang percaya, kita menantikan kehidupan yang kekal di masa depan bers...