Kita anak anak Tuhan

 KITA ANAK ANAK TUHAN


Yohanes 1:12

Semua orang yang menerima Yesus diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.

Banyak dari kita menghabiskan waktu bertahun-tahun mencari jati diri dan mempertanyakan nilai diri kita. Kita bergumul dan berusaha mencari nama atau mendefinisikan diri kita sendiri, tetap sebenarnya hanya Tuhan yang dapat menyatakan kebenaran tentang diri kita. Syukur kepada Tuhan karena menyebut kita anak-anak-Nya ketika kita menerima keselamatan dalam Yesus Kristus. Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya,(Yoh. 1:12). Identitas itu adalah murni pemberian Allah. Kita adalah orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani, . . . melainkan dari Allah (ay.13).

Allah memberi kita nama dan identitas di dalam Kristus. Mari kita berhenti dalam membandingkan diri kita dengan orang lain, karena Dialah yang menentukan siapa kita sesungguhnya.

Kitab-kitab Injil merupakan kesaksian tentang hidup dan karya Yesus selama di dunia. Meski demikian, tiga dari empat kitab Injil mulai dengan pembahasan tentang Yohanes Pembaptis (Markus 1:1-8; Lukas 1:8-25,57-80; Yohanes 1:6-13). Di sini, di Yohanes 1:6-13, ia digambarkan sebagai kesaksian tentang terang itu (ay.8), tetapi dijelaskan bahwa terang itu bukanlah Yohanes Pembaptis sendiri, melainkan Yesus. Kemudian, di 3:27-30, Yohanes Pembaptis sendiri mengoreksi kesalahpahaman orang yang menganggap dirinya Mesias. Dengan menggunakan perumpamaan dari pesta perkawinan, ia menegaskan bahwa ia bukanlah pengantin laki-laki, melainkan sahabat mempelai laki-laki  (ay.29). Di masa kini, sahabat seperti itu disebut pendamping pengantin pria. Meski demikian, bukan Yohanes Mesias, melainkan Yesus Kristus.

Identitas kita jelas sebagai anak-anak Tuhan Yesus, yg di tebus dan di selamatkan dari hukuman kekal. Bersyukur karena kita menjadi anak anakNya yang senantiasa hidup dalam kasih setia Tuhan. Tak perlu lagi bertanya dan mencari jati diri lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil