Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Rindu Hadirat Tuhan

Lukas 18:16 Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku. Tuhan Yesus Kristus ingin kita mengakui kebutuhan kita akan kasih karunia, pengampunan, dan keselamatan dariNya. Dia menghargai kerendahan hati dari mereka yang ingin dekat denganNya. Adakah sesuatu yang ingin ditanyakan kepada Tuhan Yesus? Kita semua pasti mempunyai pertanyaan! Atau, mungkin hanya ingin berada dekat denganNya? Datanglah kepadaNya sekarang, untuk mendapatkan pelukan dariNya dan banyak hal lain yang kita butuhkan. Dekat dengan Tuhan menjadi prioritas utama kita. Perumpamaan tentang pemungut cukai (Lukas 18:9-17) ditujukan secara khusus kepada mereka yang mengandalkan kebenaran diri mereka sendiri, seperti orang Farisi. Yang diperingatkan bukanlah soal menjadi benar, melainkan sikap mengandalkan kebenaran kita sendiri, yaitu ketika kita meyakini bahwa melakukan hal-hal tertentu atau mengikuti aturan tertentu membuat kita benar di hadapan Allah. Yesus menegaskan bahwa kebalikannya yang berlaku. Allah berbelas kasih at...

Mengenal Tuhan

 Amsal 2:4-5 Jikalau engkau mencari hikmat seperti mencari perak, . . . maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah. Sikap takut akan Tuhan rasa hormat dan kekaguman yang mendalam terhadap Allah kita yang kudus adalah sebuah tema yang konsisten muncul di sepanjang Kitab Suci. Raja Salomo menasihati putranya untuk takut akan Tuhan dalam kumpulan hikmatnya, Kitab Amsal. Ia berkata kepada anaknya, jika “telingamu memperhatikan hikmat” dan “mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,” maka ia akan “memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah” (Ams. 2:2,4-5). Selain hikmat dan pengetahuan, ia juga akan memperoleh kebijaksanaan dan pengertian (ay.10-11). Pengertian akan Allah hal yang sangat penting untuk terus dikembangkan dan terus  di ajarkan kepada anak cucu, sehingga memiliki hidup takut akan Allah. Saat kita menghadapi berbagai tantangan yang membuat takut dan ngeri, kita diingatkan ...

Dasar Yang Teguh

Yesaya 33:6 fayh Tuhan menjadi tempat perlindungan yang aman setiap saat, sumber keselamatan, hikmat, dan pengetahuan yang sangat kaya. Ketika bangsa Israel diguncang ketakutan saat menghadapi musuh, Nabi Yesaya berdoa agar mereka tetap kuat (Yes. 33:2-4). Namun, mereka bisa kuat bukan karena berani atau bersenjata, melainkan karena mereka membangun hidup mereka di atas Firman Tuhan “Tuhan menjadi tempat perlindungan yang aman setiap saat,” ujar Nabi Yesaya, “sumber keselamatan, hikmat, dan pengetahuan yang sangat kaya” (ay.6 fayh). Tuhan Yesus menyatakan hal serupa dengan mengajarkan bahwa mereka yang membangun kehidupan di atas hikmatNya akan sanggup bertahan di tengah terjangan badai kehidupan (Mat. 7:24-25). Tanda bahwa fondasi hidup jelas-jelas memerlukan perbaikan adalah ketika retak-retak kemarahan, kecanduan, atau prahara pernikahan mulai muncul dalam hidup kita. Itu tandanya kita sedang berdiri di atas tanah yang goyah, ditempat yang salah atau mengikuti hikmat dunia ini. Akan...

Kemuliaan Yang Dinantikan

2 Korintus 4:18 Yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. Alkitab menggambarkan penderitaan sebagai sesuatu yang “tidak seberapa” dan bersifat “sementara” (2Kor. 4:17). Dalam surat Paulus tidak bermaksud meremehkan penderitaan, bahkan ia sendiri telah banyak menderita (ay.7-12). Yang ia tekankan adalah bahwa dari sudut pandang kekekalan dan kemuliaan masa mendatang yang menjadi milik kita di dalam Kristus, masalah-masalah kita saat ini tidaklah seberapa dan hanya sementara. Semua berkat yang telah kita miliki di dalam Yesus saat ini dan yang akan kita alami suatu hari nanti akan jauh melebihi semua itu (ay.17). Karena Allah tidak pernah berdusta dan janji-janjiNya pasti digenapi kita dapat memilih untuk tidak berkecil hati. Sekalipun harus menderita, dapat menjalani hari demi hari dengan iman, mengandalkan kuasa Tuhan untuk menolong (ay.16). Hari ini, marilah “memperhatikan” janji Tuhan yang kekal (ay.18). Akhirnya boleh tetap dikuatkan dan terus setia...

Tuhan saja Penolong Ku

Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi kini mataku sendiri memandang Engkau. Setelah mengalami begitu banyak kehilangan dalam hidupnya, iman Ayub sempat terguncang. “Aku memohon tolong kepadaMu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku” (Ayb. 30:20). Kemudian, “dari dalam badai Tuhan menjawab Ayub” (38:1), dan Dia menyatakan bahwa masalahnya bukan soal Dia yang tidak mengindahkan Ayub, tetapi sudut pandang Ayub saat ia diajak untuk memperhatikan keagungan karya ciptaan Allah yang begitu kompleks. “Dasar bumi, . . . bintang-bintang fajar” (ay.4,7) serta seluruh makhluk hidup, tumbuhan, dan perairan yang terdapat di antaranya (ay.8-41) semuanya menunjuk kepada Pribadi yang dapat Ayub percaya, yaitu Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih . Lalu, Ayub menanggapi dengan berkata, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (42:5). Saat situasi meng...