Mengenal Tuhan
Amsal 2:4-5
Jikalau engkau mencari hikmat seperti mencari perak, . . . maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah.
Sikap takut akan Tuhan rasa hormat dan kekaguman yang mendalam terhadap Allah kita yang kudus adalah sebuah tema yang konsisten muncul di sepanjang Kitab Suci. Raja Salomo menasihati putranya untuk takut akan Tuhan dalam kumpulan hikmatnya, Kitab Amsal. Ia berkata kepada anaknya, jika “telingamu memperhatikan hikmat” dan “mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,” maka ia akan “memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah” (Ams. 2:2,4-5). Selain hikmat dan pengetahuan, ia juga akan memperoleh kebijaksanaan dan pengertian (ay.10-11).
Pengertian akan Allah hal yang sangat penting untuk terus dikembangkan dan terus di ajarkan kepada anak cucu, sehingga memiliki hidup takut akan Allah.
Saat kita menghadapi berbagai tantangan yang membuat takut dan ngeri, kita diingatkan akan keterbatasan kita. Namun, ketika kita berpaling kepada Allah untuk meminta Dia menolong kita merendahkan diri di hadapanNya dan menyembah Dia dengan sikap hormat, kita akan mengalami bagaimana Dia dapat menolong kita untuk beralih dari perasaan takut yang menggelisahkan kepada sikap takut yang sehat akan Allah. Sikap takut akan Allah yg sehat adalah sikap yang menghormati otoritas Allah atas hidup ini, melakukan kehendak dan perintah perintah Allah.
Kitab Amsal ini menunjukkan bagaimana hidup dapat berjalan baik apabila dijalani sesuai hikmat Allah. Dalam pasal 1–9, Raja Salomo orang terbijak yang pernah ada (1 Raja-Raja 3:12), mengajarkan hikmat kepada anaknya dalam berbagai bidang, termasuk soal kesucian moral. Karena Salomo sendiri bergumul dalam hal ini, sejumlah ahli berpendapat bahwa Salomo mungkin saja menulis amsal-amsal tersebut di masa-masa awal kekuasaannya, sebagai antisipasi terhadap kehadiran anak-anaknya kelak. Di sisi yang lain Salomo menulis hal-hal tersebut di penghujung hidupnya, dengan kegagalan moralnya sebagai bukti terhadap tepatnya hikmat tersebut. Kapan pun itu, jelaslah bagaimana Salomo sendiri terkadang bergumul untuk menerapkan hikmat luar biasa yang Allah karuniakan kepadanya.
Takut akan Tuhan sebagai hal yang sangat penting sebagai dasar perjalanan hidup supaya menjadi orang orang yang berkenan kepada Tuhan
Komentar
Posting Komentar