Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Kasih Karunia Allah

KASIH KARUNIA ALLAH 2 Timotius 1:9 Allah menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri. Dalam 2 Timotius 1:6-7, Paulus menulis kepada muridnya Timotius dan mendorongnya untuk hidup sesuai dengan panggilannya yang kudus. Sang rasul menjelaskan bahwa “Allah menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri” (ay.9). Kasih karunia ini telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (ay.9). Pertanyaannya, maukah kita menerima kasih karunia Allah dan hidup dengan kuasa yang disediakannya? Baik dalam kehidupan keluarga, bekerja, atau mengasihi sesama, Allah memanggil kita untuk hidup kudus. Hal ini dapat terwujud bukan karena usaha kita untuk menjadi sempurna, melainkan hanya karena kasih karunia-Nya. Kasih karunia memampukan kita untuk hidup dalam kebena...

Hati Yang Baik

HATI YANG BAIK Lukas 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik Tuhan Yesus berkata bahwa sama seperti orang mengenali jenis pohon dari buahnya (Luk. 6:43-44), perkataan kita dapat menunjukkan dengan jelas apakah hati kita selaras dengan Dia dan kehendakNya. Buah melambangkan perkataan seseorang, karena “yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya” (ay.45). Kristus menegaskan bahwa apabila kita sungguh-sungguh ingin mengubah apa yang keluar dari mulut kita, maka pertama-tama hati kitalah yang harus diubahkan dengan pertolonganNya. Janji yang diucapkan saja tak mungkin dapat mengekang ucapan kasar yang keluar dari hati yang belum diubahkan. Roh Kudus bekerja di dalam diri kita untuk menolong kita agar tekun menaikkan syukur kepada Allah (ay.20) dan mengucapkan perkataan yang membangun dan menguatkan orang lain (4:15,29; Kol. 4:6). Mari mengucapkan kata kata yg baik dan positif untuk membangun dan menguatkan satu sama yg lain. Dalam Lukas 6:...

Perbuatan Kasih

PERBUATAN KASIH Efesus4:32 bimk Hendaklah kalian baik hati dan berbelaskasihan seorang terhadap yang lain Rasul Paulus menulis kepada orang-orang percaya di Efesus untuk menjawab pertanyaan ini: Apa ciri-ciri hidup orang Kristen?  Paulus tidak terbatas pada isu-isu kontemporer. Memang ia menyebut tentang menjauhi “perkataan kotor” (Ef. 4:29) dan membuang hal-hal seperti kepahitan dan kemarahan (ay.31). Namun kemudian, sebagai penutup, Paulus menasihati orang-orang Efesus, dan juga kita, “Hendaklah kalian baik hati dan berbelaskasihan seorang terhadap yang lain” (ay.32 ). Alasannya adalah karena di dalam Kristus, Allah telah berbaik hati kepada kita. Dari semua hal yang kita yakini sebagai ciri hidup orang percaya di dalam Tuhan, salah satunya pastilah melakukan kebaikan. Semua yg kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan terus bertumbuh dalam iman dan kalahkan kejahatan dengan kebaikan. Paulus menasihati orang-orang percaya di Efesus,“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulu...

PEMULIHAN

 PEMULIHAN Yesaya 61:3 Karuniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar. Umat Allah telah menghadapi banyak tantangan mulai dari diasingkan dari tanah air mereka hingga didiskriminasi.  Namun, harapan masih ada. Kepada bangsa Israel yang diasingkan, Yesaya mengingatkan bahwa Allah tidak akan meninggalkan mereka. Dia akan memberi mereka “perhiasan kepala” sebagai ganti abu (61:3). Bahkan orang miskin dan tertindas akan menerima “kabar baik” (ay.1). Allah berjanji akan menggantikan semangat yang pudar dengan “nyanyian puji-pujian.” Semua gambaran ini memperlihatkan keindahan Allah yang membawa sukacita bagi umatNya, yang kini menjadi “pohon tarbantin kebenaran” dan bukan lagi orang buangan yang bersedih (ay.3). Allah mampu menciptakan keindahan dari sesuatu yang mungkin dianggap kotor dan terbuang. Allah selalu menerima kita apa adanya ketika kita bertobat dengan sungguh, dan DIA membawa kep...

KARYA Keselamatan ALLAH

KARYA KESELAMATAN ALLAH 2 Korintus 5:20 Kami ini adalah utusan-utusan Kristus . . . dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan ALLAH Dalam Kitab 2 Korintus, Paulus menetapkan sebuah rencana yang jelas untuk memperkenalkan Injil kepada mereka yang belum mengenal Kristus. Kita harus menjadi “utusan-utusan Kristus”, dan “melalui kita Allah sendiri yang menyampaikan pesanNya” (5:20). Setiap orang percaya mempunyai kisah unik yang dapat diceritakan tentang bagaimana Tuhan Yesus menjadikan “ciptaan baru” yang telah didamaikan dengan Allah (ay.17-18). Marilah  memberi tahu orang lain apa yang telah Tuhan Yesus lakukan untuk menyelamatkan manusia. Dalam Kisah Para Rasul 9, kita melihat bagaimana Paulus bertobat dalam perjalanan menuju Damsyik. Salah satu cara Paulus berbicara tentang pertobatannya adalah bahwa ia pernah memandang Kristus “menurut ukuran manusia” (2 Korintus 5:16). Hal ini berarti ia menolak mengakui Mesias yang menawarkan keselamatan kepada ...

Semua Untuk Kebaikan

SEMUA UNTUK KEBAIKAN Ibrani 12:10 Allah menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Adakalanya Allah harus mendisiplinkan kita, dan penting bagi kita untuk memahami alasannya. Koreksi yang diberikan Allah tidak didorong oleh niat untuk membalas, melainkan oleh kasihNya sebagai Bapa yang mempedulikan kebaikan kita (Ibr. 12:6). Allah juga rindu agar kita “beroleh bagian dalam kekudusanNya,” dengan menikmati kelimpahan dari “buah kebenaran yang memberikan damai” (ay.10-11). Hati hati keegoisan menimbulkan kesengsaraan, tetapi kekudusan menjadikan kita utuh, bersukacita, dan “indah” seperti Dia. Koreksi dari Allah juga diberikan dengan kasih dan kerinduan untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang dikehendakiNya. Dalam penjelasan tentang disiplin Allah yang penuh kasih (Ibrani 12:5-6), penulis Kitab Ibrani mengutip Amsal 3:11-12. Amsal 3 terkenal karena ayat 5-6: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertia...

PENOLONG YANG AJAIB

PENOLONG YANG AJAIB 2 Tawarikh 16:9 Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia Raja Asa dari Yehuda telah kehilangan ketajaman rohaninya. Padahal di awal pemerintahannya, ia pernah mengandalkan Allah dalam menghadapi tantangan yang besar. Ketika bangsa Etiopia yang perkasa ingin memerangi mereka, Asa berdoa: “Tolonglah kami ya Tuhan, Allah kami, karena kepadaMulah kami bersandar dan dengan namaMu kami maju melawan pasukan yang besar jumlahnya ini” (2Taw. 14:11). Allah menjawab doanya, dan pasukan Yehuda pun mengalahkan serta mencerai-beraikan musuhnya (ay.12-15). Bertahun-tahun kemudian, Kerajaan Yehuda kembali mendapat ancaman. Raja Asa yang lengah justru meminta bantuan kepada raja Aram (16:2-3). Awalnya semua berjalan mulus, tetapi Allah tidak berkenan. Nabi Hanani lalu memperingatkan Asa bahwa ia telah berhenti mempercayai Allah (ay.7-8). Mengapa sekarang Asa tidak mengandalkan Allah seperti yang ia lakukan dahu...

PENGAMPUNAN

PENGAMPUNAN Kejadian 33:4 Esau berlari mendapatkan [Yakub], didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka. Esau memilih mengulurkan kebaikan dan pengampunan daripada membalas kesalahan yang dahulu diperbuat Yakub kepadanya. Saat melihat Yakub, Esau pun “berlari mendapatkan dia, didekapnya dia” (Kej. 33:4). Esau menerima permintaan maaf Yakub dan memberi tahu Yakub bahwa ia baik-baik saja (ay.9-11). Ketika seseorang menunjukkan penyesalan atas kesalahan yang pernah dilakukannya terhadap kita, kita mempunyai pilihan: menunjukkan kebaikan atau membalas dendam. Saat kita memilih untuk merangkul mereka dengan kebaikan, kita telah mengikuti teladan Yesus (Rm. 5:8) dan membuka jalan menuju rekonsiliasi. Yakub dan Esau adalah anak-anak kembar Ishak. Nama Yakub berarti “pemegang tumit” dan ini menunjukkan seseorang yang menyandung orang lain, kemungkinan untuk kepentingannya sendiri. Kita melihat hal ini ketika Yakub “menyandung” Esau untuk merebut hak ke...

Diberi Kemampuan

DIBERI KEMAMPUAN Keluaran 31:3 Telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan. Ketika Allah memanggil kita untuk melakukan suatu tugas, Dia juga akan memperlengkapi kita untuk hal itu. Saat Bezaleel ditugaskan Allah untuk membangun kemah suci, ia sudah memiliki keterampilan yang andal sebagai perajin. Kemudian Allah memperlengkapinya dan memenuhinya dengan RohNya, beserta hikmat, pengertian, pengetahuan, dan bermacam-macam keahlian (Kel. 31:3). Allah juga memberinya seorang asisten bernama Aholiab dan sejumlah pekerja lain yang juga ahli (ay.6). Dengan kesanggupan dari Allah, regu pekerja ini merancang dan membuat kemah suci, perabotannya, dan pakaian jabatan para imam. Semua hal tersebut adalah unsur-unsur penting dalam praktik ibadah orang Israel yang benar kepada Allah (ay.7-11). Nama Bezaleel berarti “di bawah bayang-bayang perlindungan Allah.” Sang perajin mengerjakan proyek terbesar dalam hidupnya di bawah perlind...

Terbebas Dari Kutuk Dosa

TERBEBAS DARI KUTUK DOSA Yohanes 8:44 Iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta Iblis menggunakan kebohongan untuk menegakkan pengaruhnya atas hidup manusia. Begitu ada kesempatan, ia akan membangkitkan ketakutan, kemarahan, dan keputusasaan dalam diri manusia, karena ia adalah “pendusta dan bapa segala dusta” (Yoh. 8:44). Iblis tidak dapat mengatakan kebenaran karena, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus, memang tidak ada kebenaran di dalam diri iblis. Berikut adalah beberapa kebohongan yang dinyatakan Iblis.  Pertama, doa kita tidak penting. Ini tidak benar. Alkitab mengatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yak. 5:16).  Kedua, saat kita berada dalam kesulitan, tidak ada jalan keluar. Ini salah besar. “Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Mrk. 10:27), dan “Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar” (1Kor. 10:13).  Ketiga, Allah tidak mengasihi kita. Ini bohong. Sesungguhnya, tidak ada yang dapat “memisahkan kita” dari ka...

HIKMAT ALLAH

HIKMAT ALLAH Pengkhotbah 8:15 Aku memuji kesukaan, karena tak ada kebahagiaan lain bagi manusia di bawah matahari, kecuali makan dan minum dan bersukaria. Kita harus mengembangkan kemampuan untuk memandang rasa sakit maupun kesenangan melalui kacamata iman kepada Allah. Kitab Pengkhotbah menawarkan teladan yang bermanfaat bagi kita. Raja Salomo yang menulis bahwa “segala sesuatu adalah sia-sia” (1:2) juga mendorong pembacanya untuk menemukan sukacita dari hal-hal sederhana di dalam kehidupan, dengan berkata, “Tak ada kebahagiaan lain bagi manusia di bawah matahari, kecuali makan dan minum dan bersukaria” (8:15). Sukacita akan dialami ketika kita meminta Allah memampukan kita untuk bersyukur dan “memahami hikmat”  belajar untuk mengamati “segala pekerjaan Allah” (ay.16-17) di masa suka maupun duka (3:11-14; 7:13-14), dalam kesadaran bahwa kedua masa itu selalu hadir bergantian di dunia ini.  Dunia dipenuhi sedih, suka dan duka, dan banyak penderitaan, yg selalu hadir menemani k...

KEMENANGAN BAGI ORANG PERCAYA

KEMENANGAN BAGI ORANG YANG PERCAYA 2 Raja raja 6:17 Berdoalah Elisa: “Ya Tuhan: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Nabi Elisa mengetahui bahwa Allah sanggup menjawab permohonannya untuk menyingkapkan realitas ilahi kepadanya. Ketika pasukan Aram mengepung kota mereka, pelayan Elisa gemetar ketakutan. Namun, tidak demikian dengan Elisa, sang abdi Allah, karena dengan pertolongan Allah, ia dapat melihat yang tidak terlihat. Elisa lalu berdoa agar pelayannya dapat melihat juga, dan “Tuhan membuka mata bujang itu,” untuk melihat “gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi” (2Raj. 6:17). Allah menyingkapkan tabir antara dunia rohani dan jasmani bagi Elisa dan pelayannya. Kita juga dapat meminta Allah untuk memberi penglihatan rohani agar kita dapat mengerti apa yang terjadi di sekeliling kita, baik di antara orang-orang terkasih maupun di tengah komunitas kita. Kita dapat dipakai Allah untuk menjadi saluran anugrah  kebenaran, dan belas kasih Tuhan Yesus. Allah senantiasa ...

KARUNIA DARI ALLAH

 KARUNIA DARI ALLAH Roma 12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita Alkitab tidak memberi kita tes kepribadian, melainkan penegasan bahwa setiap orang itu unik di mata Allah (lihat Mzm. 139:14-16; Yer. 1:5). Alkitab juga menunjukkan kepada kita bagaimana Allah memperlengkapi semua dengan kepribadian dan beragam karunia unik yang dapat digunakan untuk melayani orang lain dalam kerajaanNya. Di Roma 12:6, Paulus menguraikan pemikiran tersebut, dengan berkata, “Kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita.” Karunia-karunia tersebut, tidak diperuntukkan bagi kita sendiri, melainkan untuk melayani umat Allah, yaitu tubuh Kristus (ay.5). Setiap karunia adalah ungkapan kasih dan kebaikanNya, yang bekerja di dalam dan melalui kita semua. Dengan karunia yang dimiliki, setiap dari kita dipanggil menjadi bejana unik yang berguna dalam pelayanan kepada Allah.  Kitab Roma...

JANGAN TAKUT

JANGAN TAKUT Mazmur 56:4 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu. Daud pernah merasa takut ketika berada di tanah Filistin dalam pelarian dari kejaran Raja Saul yang cemburu. Saat dirinya dikenali orang Filistin, ia mencemaskan apa yang akan menimpanya (lih. 1Sam. 21:10-11): “Daud . . . menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat” (ay.12). Saat merenungkan situasi yang sulit itu, Daud menulis, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu. . . . kepada Allah aku percaya, aku tidak takut” (Mzm. 56:4-5). Ketika kita menghadapi tantangan hidup yang membuat gentar, apa yang dapat kita lakukan? Kita dapat mempercayai Bapa kita di surga.  Tuhan menolong setiap kita saat keadaan yg genting sekalipun, dengan percaya penuh kepada Tuhan. Dari 150 mazmur, 73 di antaranya menyebutkan Daud sebagai penulisnya. Perjanjian Baru menyebutkan bahwa ia juga menulis Mazmur 2 dan 95 (lihat Kisah Para Rasul 4:25; Ibrani 4:7). Kebanyakan mazmurnya tidak memberitahukan latar belakangnya, tetapi ada 1...

KUASA KASIH TUHAN

KUASA KASIH TUHAN Yohanes 3:16 Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Pencipta sejati dari segala sesuatu adalah Allah Bapa. Allah memperlakukan makhluk ciptaanNya dengan kasih yang tak berubah dan tak berkesudahan. Allah tidak mencipta tanpa alasan, melainkan karena didorong oleh kasih, untuk menjadikan dunia yang indah dan “sungguh amat baik” (Kej. 1:31). Bahkan saat umat manusia berpaling dan memilih jalan kejahatan, komitmen dan kasih Allah kepada manusia tidak berubah. Seperti ucapan Tuhsn Yesus kepada Nikodemus, kasih Allah yang begitu besar akan dunia ini membuat Allah rela mengaruniakan apa yang paling berharga yaitu "Anak-Nya yang Tunggal” (Yoh. 3:16) agar dunia dapat diselamatkan. TUHAN Yesus mengorbankan diri, menanggung akibat dari dosa kita, “supaya setiap orang yang percaya kepada beroleh hidup yang kekal” (ay.15). Kita memiliki Pencipta yaitu Allah Bapa yang dapat kita percayai dengan segenap hati. KasihNya sa...