Terbebas Dari Kutuk Dosa
TERBEBAS DARI KUTUK DOSA
Yohanes 8:44
Iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta
Iblis menggunakan kebohongan untuk menegakkan pengaruhnya atas hidup manusia. Begitu ada kesempatan, ia akan membangkitkan ketakutan, kemarahan, dan keputusasaan dalam diri manusia, karena ia adalah “pendusta dan bapa segala dusta” (Yoh. 8:44). Iblis tidak dapat mengatakan kebenaran karena, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus, memang tidak ada kebenaran di dalam diri iblis.
Berikut adalah beberapa kebohongan yang dinyatakan Iblis.
Pertama, doa kita tidak penting. Ini tidak benar. Alkitab mengatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yak. 5:16).
Kedua, saat kita berada dalam kesulitan, tidak ada jalan keluar. Ini salah besar. “Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Mrk. 10:27), dan “Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar” (1Kor. 10:13).
Ketiga, Allah tidak mengasihi kita. Ini bohong. Sesungguhnya, tidak ada yang dapat “memisahkan kita” dari kasih Allah dalam Kristus Yesus (Rm. 8:38-39).
Kebenaran Allah jauh lebih kuat daripada kebohongan. Jika kita menaati pengajaran Tuhan Yesus dengan mengandalkan kuasaNya, kita “akan mengetahui kebenaran” dan berani menolak yang salah, sehingga “kebenaran itu akan memerdekakan kita” (Yoh. 8:31-32). Kebenaran sejati Tuhan Yesus telah memerdekakan kita sehingga segala kutuk ikatan dosa tidak ada lagi dan kita terbebas dari belenggu dosa.
Tuhan Yesus dengan tegas menyatakan bahwa Iblis adalah “bapa segala dusta” (Yohanes 8:44). Iblis (juga dikenal sebagai Satan, musuh, pencuri, si jahat, penggoda) berlawanan langsung dengan Tuhan Yesus, “kebenaran” yang memerdekakan kita (ay. 32). Di dalam Iblis “tidak ada kebenaran” (ay. 44), sedangkan Tuhan Yesus adalah “jalan dan kebenaran dan hidup” (14:6). Menjelang penyaliban, saat berdiri di hadapan Pilatus, Tuhan Yesus berkata, “Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran” (18:37). Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyatakan kebenaran tentang diriNya, menyatakan Bapa kepada kita, dan menyingkapkan kebenaran tentang iblis, seperti yang Dia lakukan terhadap seorang perempuan Samaria di dekat sumur (pasal 4). Iblis “datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan” (10:10) dan merupakan “pembunuh manusia sejak semula” (8:44), tetapi Tuhan Yesus datang untuk memberikan hidup yang kekal (3:16).
Bersyukur kita telah terbebas dari kuasa iblis yg membunuh jiwa, dan sekarang Roh kudus diam dalam diri kita memimpin hidup kita
Komentar
Posting Komentar