Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Kehadiran Tuhan

Ulangan 31:6 Allah tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Bangsa Israel pada jaman Musa memiliki ketakutan. Mereka takut bahwa Allah akan membiarkan mereka. Ketika bangsa itu bersiap memasuki tanah perjanjian, Musa menyampaikan kabar meresahkan bahwa ia tidak akan memimpin mereka lagi. Musa menjelaskan bahwa ia sudah tua dan “tak mampu lagi menjadi pemimpin mereka” (Ul. 31:2 bimk). Bangsa itu tentu terkejut. Selama ini Musa mewakili kehadiran Allah dan menyampaikan firmanNya bagi mereka. Apakah Allah akan segera melupakan mereka? Apakah Dia akan membiarkan mereka di tengah padang gurun? “Janganlah takut dan jangan gemetar, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (ay.6). Alkitab mencatat bahwa Allah akan selalu menyertai mereka dan meyakinkan mereka bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan mereka. Kemudian, melalui kehadiran Yesus, Allah memberi kita janji yang sama. Kristu...

Tuhan Yesus Segalanya Bagi ku

Galatia 4:13 Kamu tahu bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu karena penyakit pada tubuhku. Paulus awalnya tidak berencana mengunjungi Galatia di awal perjalanan misinya. Sebuah penyakit memaksanya berada di sana (Gal. 4:13). Kemungkinan, dalam upayanya mencari iklim yang berbeda, Paulus akhirnya sampai di Galatia. Meski sakit, ia tetap mengajar dan berkhotbah di kota itu. Ajaibnya, Roh Kudus melakukan mukjizat melalui dirinya (3:2-5) hingga lahirlah jemaat Galatia. Buah yang mengejutkan itu mungkin tidak akan pernah dihasilkan tanpa penyakit yang diderita oleh Paulus. Kesulitan apa yang pernah kita alami, dan bagaimana hal itu telah mengubah jalan hidup kita? Dengan mendalami kembali karunia-karunia yang di miliki, bisa jadi kita melihat bagaimana Allah melahirkan sebuah keindahan dari kelemahan. Sadari bahwa hidup ini ada dalam rencana Nya yg ajaib. Paulus menulis surat kepada jemaat Galatia untuk melawan injil palsu, dan menyatakannya sebagai kesesatan (1:8-9). Ia ...

Sang Pemilik Hidup

Yakubus 4:15 Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu. Tuhan memanggil kita untuk bijak mengelola waktu, peluang, dan sumber daya yang kita miliki. Masalahnya ada pada kesombongan.  Firman Tuhan mengajar kita untuk berkata, “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu” (4:15). Kita tidak boleh gegabah membuat rencana dengan berpikir bahwa kita tahu segalanya dan kendali ada di tangan kita. Sebaliknya, kita patut membuat rencana dengan sikap hati yang tunduk pada kedaulatan dan hikmat Tuhan. Kita “tidak tahu apa yang akan terjadi besok.” Sebagai manusia, kita tidak berdaya dan lemah, “seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (ay.14). Hanya Tuhan dan bukan kita, yang memiliki kedaulatan dan kuasa atas segala sesuatu dalam hidup kita. Melalui Firman Tuhan, Tuhan membimbing kita untuk menjalani hidup dengan sikap tunduk pada kehendak dan jalan-jalanNya. Kita tidak boleh menyusun rencana dengan menuruti keinginan diri sendiri...

Sang Penjunan

 Yeremia 18:6 Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku. Tanah liat itu menjadi siap dibentuk sesuai dengan sentuhan tangan sang perajin. Nabi Yeremia mengamati hal tersebut ketika ia berkunjung ke rumah seorang tukang periuk. Ia melihat sang perajin mengolah sebuah bejana dengan susah payah hingga akhirnya berhasil membentuknya kembali menjadi bejana yang baru (Yer. 18:4). Allah berkata kepada Yeremia, “Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tanganKu” (ay.6). Allah memang sanggup meninggikan atau menjatuhkan kita, tetapi tujuan utamaNya bukanlah untuk menguasai atau menghancurkan kita (ay.7-10). Sebaliknya, Dia laksana perajin terampil yang dapat mengenali apa yang telah rusak dan membentuk kembali gumpalan tanah liat yang sama hingga menjadi sesuatu yang indah dan berguna. Tanah liat yang mendengarkan tidak memiliki andil dalam pekerjaan itu. Saat ditekan-tekan dan diolah, tanah liat akan bergerak mengikuti arah yang diingi...

Firman Tuhan Yang Hidup Dan Berkuasa

Yohanes 6:68 Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Di dalam Alkitab terdapat “perkataan hidup yang kekal” (Yoh. 6:68), dan melaluinya Allah menyatakan diriNya kepada kita melalui AnakNya. Pasal pertama dari Injil Yohanes mengatakan bahwa Yesus adalah “Firman yang bersama-sama dengan Allah dan . . . adalah Allah” (1:1). Kemudian dikatakan bahwa Dia “diam di antara kita” (ay.14). Alkitab bukan hanya mencatat tentang kehidupan Kristus, melainkan juga berbagai hal yang Allah lakukan di sepanjang sejarah, mulai dari penciptaan sampai kepada pemulihan ciptaan itu pada akhir zaman. Selama berada di muka bumi, Yesus menyampaikan perkataan-perkataan dari “Roh Allah . . . yang memberi hidup” (6:63). Ketika Dia memberikan pengajaran yang sulit diterima sehingga orang-orang mengeluh dan banyak yang “mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia” (ay.66), murid-muridNya memilih untuk tetap bersamaNya. Mereka tahu bahwa tidak ada perkataan lain yang dapat memuaskan jiwa mereka. Tuhan senan...

Rancangan Tuhan Yang Sempurna

 Yesaya 43:1 Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Saat Allah membentuk karakter umatNya melalui api pemurnian dalam hidup ini, Dia menegaskan bahwa pengharapan kita berasal dari pengenalan Allah akan diri kita dan juga pengetahuan bahwa kita adalah milikNya (Yes. 43:1). Allah memegang kita dengan kuat dalam kasih, seberapa pun panasnya keadaan yang ada. Kita dikenal olehNya. Kita dikasihiNya. Kita adalah milikNya. Peristiwa kehancuran Yerusalem pada tahun 586 SM dan pembuangan Yehuda selama 70 tahun di Babel sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya lebih dari 100 tahun sebelum itu terjadi (Yesaya 39:6-7; baca juga 2 Tawarikh 36:15-21; 2 Raja-Raja 20:16-18; Yeremia 52:4-7). Namun, Allah tidak meninggalkan umatNya, meski Dia akan menghukum mereka akibat ketidaksetiaan mereka. Dalam Yesaya 40–66, sang nabi berbicara tentang kelepasan dan pemulihan Yehuda dari pembuangan itu. Pasal 40–48 berfokus pada kepulangan d...

Hidup Untuk Kemuliaan Tuhan

Keluaran 31:3-4 Telah Kupenuhi dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan. Ketika bangsa Israel sedang bersiap membangun Kemah Pertemuan dan berbagai perlengkapan lain yang diperlukan untuk ibadah, mereka membutuhkan orang-orang yang ahli dalam bidangnya (Kel. 31:7-11). Allah kemudian menunjuk dua orang perajin terampil, Bezaleel dan Aholiab, untuk melakukan pekerjaan itu dan memenuhi mereka dengan “Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan” (ay.3-4). Selain keahlian khusus yang mereka miliki, Allah juga menguatkan mereka dengan RohNya untuk membimbing pekerjaan mereka. Kesediaan mereka untuk menggunakan bakat unik mereka dalam pelayanan kepada Allah memungkinkan bangsa Israel beribadah kepadaNya dengan benar. Setiap dari kita anak anakNya tentunya diberikan talenta yang berbeda beda, kita gunakan untuk melayani Tuhan. Set...

Tetap Dalam Alur Yang Benar

Efesus 2:10 Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. Tubuh manusia menghasilkan zat-zat kimia yang meningkatkan suasana hati kita ketika kita berbuat baik kepada orang lain. Kita diciptakan untuk merasa bahagia ketika melakukan perbuatan baik. Karena manusia diciptakan Allah yang menjadikan kita serupa denganNya. Efesus 2:10 menunjukkan bahwa memberkati orang lain adalah salah satu tujuan hidup, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.” Ayat ini tidak sekadar memberikan perintah agar kita melakukan pekerjaan baik; secara tidak langsung, ayat tersebut juga mencerminkan sebagian natur kita sebagai ciptaan Allah. Kita tidak perlu melakukan pekerjaan besar setiap saat. Ketika kita melakukan hal sederhana untuk menolong orang lain dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya mendapatkan kepuasan sebagai upahnya, tetapi kita juga tahu bahwa kita sedang menyen...

Pilihan Hidup Yang benar

 Amsal 19:11 bimk Orang yang bijaksana. . . terpuji karena tidak menghiraukan kesalahan orang terhadapnya. Kitab Amsal menyajikan banyak nasihat tentang cara hidup yang bijaksana. Amsal bahkan berkata, “Orang yang bijaksana. . . terpuji karena tidak menghiraukan kesalahan orang terhadapnya” (19:11 BIMK). Memilih belajar untuk “menahan kemarahan” (ay.11) adalah perbuatan yang terhormat. Memang dibutuhkan kesabaran dan “hikmat” (ay.8 ayt) untuk memiliki sikap tersebut, namun alangkah berharganya berkat yang kita terima saat kita mampu menguasai diri dan memilih untuk hidup dalam kasih. Allah berkata pada Salomo, ?Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum kamu tidak ada seorang pun seperti kamu, dan setelah kamu takkan bangkit seorang pun seperti kamu? (1 Raja-Raja 3:12). Sepanjang hidupnya, Salomo banyak menulis amsal. Namun, hikmat dari Allah itu tak membuat Salomo menjauhi perbuatan-perbuatan bodoh yang fatal. Dalam Ulangan 17:16-17, Allah mem...

Bapa Yang Kekal

Yesaya 40:28 Tidak terduga pengertian Allah Sebelum ditemukannya teleskop luar angkasa, Nabi Yesaya seakan berbicara langsung kepada para ilmuwan zaman ini: “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? Tuhan adalah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung” (Yes. 40:28). Ia melanjutkan dengan pengungkapan yang mendahului ucapan ahli astrofisika. “Tidak terduga pengertian Allah” (ay.28). Akan tetapi, jika kita berhenti sampai di sini, kita akan melewatkan keindahan perikop ini. Allah yang tidak bisa diselami oleh pikiran manusia tu bukanlah Pribadi yang menjaga jarak dengan kita. Dia yang menciptakan keenam galaksi tadi, dan semua hal yang lain (ay.26), adalah Allah yang juga “memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (ay.29). Allah penguasa alam semesta itu juga adalah Pribadi yang membantu setiap orang yang berharap kepadaNya untuk “naik terbang dengan kekuatan sayap rajawali” (ay.31). Percayalah, Allah yang tidak terduga itu adalah ...

Selalu Baru Setiap Hari

KPR 3:15 Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Kitab Suci Ibrani dalam bahasa Latin pada zaman itu, yang menerangkan bagaimana wajah Musa berkilauan cahaya setelah berada dalam hadirat Allah (baca Kel. 34:29). Bahasa aslinya menggunakan sebuah kata yang berkaitan dengan “tanduk” untuk menjelaskan “sorot” cahaya yang memancar dari wajah Musa, dan Alkitab Latin Vulgata menerjemahkan hal itu secara harfiah. Musa telah “disalahartikan.” Setelah seorang pria yang lumpuh sejak lahir disembuhkan oleh Petrus dalam nama Tuhan Yesus (Kis. 3:1-10), sang rasul mengatakan kepada saudara-saudara sebangsanya bahwa mereka telah menyalahartikan Yesus (ay.15). “Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh,” katanya dengan penuh ketegasan, “tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati” (Kis. 3:15). Ia melanjutkan, “Dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankanNya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi...

Mengasihi Tanpa Pamrih

Lukas 10:37 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” Dalam percakapan dengan seorang ahli Taurat, Yesus mendefinisikan ulang konsep kasih kepada sesama (Luk. 10:25-37). Ketika diminta Yesus untuk menafsirkan hukum Taurat yang ia kuasai dengan baik, ahli Taurat tersebut menjawab: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ay.27). Kemudian Yesus bercerita tentang dua pemimpin agama yang mengabaikan seorang korban perampokan. Namun, seorang Samaria yang dipandang lebih rendah oleh kebanyakan pemimpin Yahudi zaman itu justru rela berkorban untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan tersebut (ay.30-35). Ketika ahli Taurat tadi menyadari bahwa orang yang telah menaruh belas kasihan kepada korban itu telah menunjukkan kasih kepada sesama, Yesus pun mendorongnya untuk melakukan hal yang sama (ay.36-37). Mengasihi sesama t...