Rancangan Tuhan Yang Sempurna

 Yesaya 43:1

Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.

Saat Allah membentuk karakter umatNya melalui api pemurnian dalam hidup ini, Dia menegaskan bahwa pengharapan kita berasal dari pengenalan Allah akan diri kita dan juga pengetahuan bahwa kita adalah milikNya (Yes. 43:1). Allah memegang kita dengan kuat dalam kasih, seberapa pun panasnya keadaan yang ada. Kita dikenal olehNya. Kita dikasihiNya. Kita adalah milikNya.

Peristiwa kehancuran Yerusalem pada tahun 586 SM dan pembuangan Yehuda selama 70 tahun di Babel sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya lebih dari 100 tahun sebelum itu terjadi (Yesaya 39:6-7; baca juga 2 Tawarikh 36:15-21; 2 Raja-Raja 20:16-18; Yeremia 52:4-7). Namun, Allah tidak meninggalkan umatNya, meski Dia akan menghukum mereka akibat ketidaksetiaan mereka. Dalam Yesaya 40–66, sang nabi berbicara tentang kelepasan dan pemulihan Yehuda dari pembuangan itu. Pasal 40–48 berfokus pada kepulangan dari pembuangan di Babel dan cara-cara Allah akan mewujudkannya. Kepada umatNya, Allah menjamin kasihNya tak akan berakhir, karena merekalah umat pilihanNya. Dialah Allah dan Juruselamat mereka yang telah memilih, menebus, dan memuliakan mereka. Mereka tak perlu mengkhawatirkan orang Babel, pembuangan, atau masa depan mereka. “Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia,” kata Allah meyakinkan mereka, “Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau” (43:4-5).

Sisi yang lain dari hidup kita pasti pernah mengalami penderitaan yang dalam, tetapi ingat selama kita tetap didalam kebenaran dan taat kepada Tuhan maka kita akan melihat begitu dalam dan luar biasanya Tuhan memelihara dan menjaga dan menolong kita.

Apa yang ada dipikiran kita hari ini ketika semuanya tak berjalan sesuai dengan rencana kita, mari biar lah kita menyadari otoritas Tuhan dalam hidup ini. Kasih setia Nya selalu memelihara kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil