Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Sabar Dan Tetap Pegang Janji Tuhan

SABAR DAN TETAP PEGANG JANJI TUHAN Yesaya 4:2 Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi kepermaian dan kemuliaan Saat berbicara kepada bangsa Yehuda dengan perantaraan Nabi Yesaya, Allah membagikan sebuah rahasia: Setelah penghakimanNya atas mereka karena ketidaksetiaan mereka kepadaNya (Yes. 3:1–4:1), sebuah hari yang baru dan mulia akan tiba, sekalipun mereka belum dapat melihatnya sekarang. “Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput” (4:2). Mereka memang akan mengalami kehancuran dan pembuangan di tangan Babel, tetapi sebuah “tunas” baru yang indah akan muncul. UmatNya yang masih tersisa itu dipisahkan (“kudus,” ay.3), dibersihkan (ay.4), dan dipimpin serta dipelihara dengan penuh kasih olehNya (ay.5-6). Tetap selalu mengingat kebaikan Tuhan dan pegang janji Tuhan. Hari-hari kita bisa saja terasa gelap, dan janji-janji Allah belum terlihat p...

Berharap Penuh Pada Tuhan

BERHARAP PENUH PADA TUHAN Filipi 4:6 Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Doa-doa kita juga dapat membawa pengaruh. Kita tidak perlu bertele-tele dalam mengucapkannya. Doa boleh singkat, padat, dan diucapkan kapan saja. Baik saat sedang bekerja, atau berjalan kita dapat tetap berdoa” (1Tes. 5:17). Allah senang mendengar kita berdoa kapan saja di sepanjang hari. Rasul Paulus mengingatkan bahwa kita tidak harus dikendalikan oleh kecemasan atau ketakutan kita, melainkan kita dapat menyerahkan segala beban dan kekhawatiran kepada Allah: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Flp. 4:6-7). Ketika hari-hari hidup kita sedang cerah atau badai kehidupan sedang mengancam, marilah berhenti sejenak dan berd...

BERDAMAI Dan MENGAMPUNI

 BERDAMAI DAN MENGAMPUNI Kejadian 33:4 Esau berlari mendapatkan yakub didekapnya dia Ada beberapa hal yang terlalu berat untuk kita bawa. Beban emosional dari luka batin di masa lalu, misalnya, dapat membebani kita dengan kepahitan dan kebencian. Namun, Allah ingin kita mengalami kebebasan lewat pengampunan yang kita berikan kepada orang lain dan, sekiranya mungkin, berdamai juga dengan mereka (Kol. 3:13). Semakin dalam rasa sakitnya, semakin lama pula waktu yang mungkin dibutuhkan untuk berdamai. Tidak apa-apa. Butuh bertahun-tahun bagi Esau untuk mengampuni Yakub yang telah mencuri hak kesulungan dan berkatnya (Kej. 27:36). Ketika mereka berdua akhirnya bertemu kembali, Esau dengan murah hati mengampuni saudaranya, bahkan mendekapnya (33:4). Tidak sepatah kata pun terucap sebelum mereka menangis tersedu-sedu. Seiring waktu, Esau sudah melupakan amarah yang pernah membuatnya terpikir untuk membunuh Yakub (27:41). Tahun-tahun yang berlalu itu juga memberi Yakub kesempatan untuk mel...
JUJUR APA ADANYA Matius 23:25 Cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan Sebagian perkataan Yesus yang paling keras ditujukan kepada para pengajar agama yang telah menutupi kebobrokan mereka di balik penampilan luar yang bagus. Dia berkata bahwa mereka seperti “kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran” (Mat. 23:27). Mereka tidak mengupayakan “keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan” (ay.23), mereka justru berfokus pada penampilan, membersihkan “sebelah luar” cawan tetapi tidak di dalam yg penuh “rampasan dan kerakusan” yang ada di dalamnya (ay.25). Memang begitu keras Tuhan Yesus menegurnya tetapi memang benar supaya mereka ahli agama bertobat. Memang lebih mudah untuk memoles penampilan yang menarik daripada mengakui dosa dan kebobrokan dengan jujur di hadapan Allah. Penampilan luar yang bagus tidak mengurangi bahay...

Kebenaran yang bersinar

KEBENARAN YANG BERSINAR Yeremia 33:15 Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri Suku Yehuda masih tinggal dalam pembuangan, Nabi Yeremia menyampaikan pesan penuh pengharapan dari Allah: “Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan” (Yer. 33:14) untuk memberikan seorang penyelamat yang “akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri” (ay.15). Salah satu cara orang akan mengenali identitas penyelamat itu adalah berasal “dari keturunan Daud” (ay.15 bimk), yang berarti penyelamat itu adalah keturunan Raja Daud secara fisik. Dalam silsilah Yesus, Allah terbukti setia menggenapi semua yang telah dijanjikanNya. Bahkan, lebih dari itu, ini adalah pengingat bahwa kesetiaanNya di masa lalu memberi kita jaminan bahwa Dia akan setia menggenapi janji-janjiNya kepada kita di masa mendatang.  Meski Daud bisa dikatakan berhasil sebagai raja Israel, kisah dari para penerusnya makin lama makin bermasalah. Raja demi raja gagal hidup dala...

BERKEMENANGAN

 BERKEMENANGAN 1 Korintus 9:27 Aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya. Rasul Paulus mengatakan “Aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya” (1Kor. 9:27). Paulus menyadari bahwa “tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal” (ay. 25). Memang anugerah Allah yang mendasari segala sesuatu yang kita lakukan, kehidupan rohani kita tetap membutuhkan disiplin yang ketat. Ketika kita mendisiplinkan akal budi, hati, dan tubuh kita dengan pertolongan Allah, kita belajar untuk tetap memusatkan perhatian kita kepadaNya, bahkan di tengah berbagai pergumulan  Kota Korintus sering menjadi tuan rumah kejuaraan Isthmian pada tahun-tahun sebelum dan sesudah Olimpiade berlangsung. Para atlet yang berkompetisi diharuskan untuk berlatih minimal selama 10 bulan. Jika tidak melakukannya, mereka akan dicoret dari kejuaraan itu. Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, Paulus menasihati untuk hidup dengan disiplin yang sama seperti yan...

PEMELIHARA JIWA KITA

 PEMELIHARA JIWA KITA Keluaran 16:15 Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan Tuhan kepadamu menjadi makananmu. Cara Allah yang ajaib dalam memelihara bangsa Israel selama 40 THN di padang gurun, seperti tercatat dalam Kitab Keluaran dan Bilangan serta disebutkan di sepanjang Alkitab. Dia memelihara hidup mereka agar mereka tahu bahwa Dia adalah Allah mereka. Takkan pernah Allah meninggalkan orang pilihan Nya. Mujisat Allah dalam pemeliharaan umat' Nya mengubah mata air yang pahit menjadi air minum, menyediakan air dari batu sebanyak dua kali, dan memimpin umatNya dalam tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari. Dia juga menyediakan manna bagi mereka. “Musa berkata kepada mereka: ‘Inilah roti yang diberikan Tuhan kepadamu menjadi makananmu. Beginilah perintah Tuhan: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya’” (Kel. 16:15-16). Tuhan setia dengan kasihNya dalam penyertaan anak Nya. Allah yang sama juga menyediakan “makanan yang secukupnya” (Mat...

AllahYang Maha Hadir

ALLAH YANG MAHA HADIR 1 Tesalonika 5:17 bimk Berdoalah senantiasa. Berbicara dengan Tuhan dalam doa mengingatkan bahwa Dia menyertai dalam segala keadaan, baik maupun buruk. Dengan menceritakan apa yang dialami kepada Allah, meski Dia sudah tahu segalanya, dan kita ditolong untuk selalu mengingat kebaikan Tuhan. Yesaya 26:3 berkata, “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya.” Damai sejahtera hadir ketika kita mengalihkan perhatian kita kepada Allah. Dia sumber damai sejahtera. Apa pun yang dihadapi, marilah senantiasa berbicara dengan Allah dan tetap terhubung dengan Pencipta dan Juruselamat. Ucapkanlah sepenggal doa dan ingatlah untuk bersukacita dan “mengucap syukur.” seperti kata Paulus, itulah yang “dikehendaki Allah” bagi kita (1Tes. 5:18).  Bersyukur dan bersukacita menjadi satu kesatuan dalam diri kita. Sehingga senantiasa merasakan kehadiran Tuhan. "Hakikat doa bukanlah pada bibir yang berucap, melainkan pada hati yang diangkat kepad...

Kesabaran dan ketekunan

KESABARAN DAN KETEKUNAN Yakubus 1:4 Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Kesabaran adalah buah Roh (Gal. 5:22) dan hal ini adalah kualitas penting yang diperlukan untuk menjadi “sempurna dan utuh dan tak berkekurangan suatu apa pun” (Yak. 1:4). Orang yang sabar tetap berkepala dingin saat semua orang di sekitarnya panik. Mereka mungkin berharap situasi yang dihadapinya berbeda dari kenyataan, tetapi mereka tidak merasa itu perlu. Mereka tetap bertekun, karena percaya Allah akan memberikan hikmat untuk bertindak dengan bijaksana (ay.5). Kesabaran merupakan bukti bahwa kita mempercayai Tuhan menjadi sumber kekuatan. Masalahnya, hanya ada satu cara untuk mempelajari kesabaran. Yakobus berkata, “Ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan” (ay.3). Ini bisa berupa ujian besar atau kecil.  Selalu menjadi pelajaran bagi kita kehidupan ini setiap hari, dan selalu kesabaran menjadi hal yg harus kit...

Iman Yang Tetap Tumbuh Dan Berbuah

 IMAN YG TETAP TUMBUH DAN BERBUAH Mazmur 92:13-15 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma. . . . Pada masa tua pun mereka masih berbuah. Alkitab mengatakan “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma. . . . Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar” (Mzm. 92:13-15). Orang percaya yang telah lanjut usia dan tetap dalam kebenaran dapat terus berbuah. Dalam surat Paulus kepada Titus. Laki-laki yang sudah tua hendaknya “sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan” (Tit. 2:2), dan perempuan-perempuan yang sudah tua hendaknya “cakap mengajarkan hal-hal yang baik” (ay.3). Iman tidak tergantung dengan keadaan meskipun usia sudah lanjut tetapi semangat dan kegairahan dalam Tuhan semakin meningkat, Imannya bertumbuh berbuah. Orang percaya yang telah berusia lanjut tidak pernah diminta untuk berhenti berlomba. Bukan dengan fisik tetapi dengan cara hidup yang menghormati Allah hidup taat kepada Firman Tuhan, terus berlomba dan merebut mahkota kehidupan. Ro...

PANTANG MENYERAH

 PANTANG MENYERAH Zakharia 4:6 Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan semesta alam. Ketika Zerubabel, bupati Yehuda, menghadapi tugas yang tampaknya mustahil untuk membangun kembali Bait Allah setelah bangsa Yahudi kembali dari pembuangan, ia sempat patah semangat. Namun, Allah mengingatkannya agar tidak mengandalkan kekuatan atau keperkasaan manusia, melainkan mengandalkan Roh-Nya (Za. 4:6). Allah menguatkannya melalui sebuah penglihatan yang diberikan kepada Nabi Zakharia, yaitu pelita-pelita yang memperoleh minyak dari pohon zaitun di dekatnya (ay.2-3). Sama seperti pelita yang dapat menyala karena terus mendapat minyak, Zerubabel dan bangsa Israel dapat menjalankan tugas yang diberikan Allah dengan mengandalkan kuasa-Nya yang tidak berkesudahan. Saat kita mengandalkan Allah, kiranya kita terus mempercayaiNya dan melakukan apa yang diperintahkanNya kepada kita. Hidup yg jauh dari kata sempurna seringkali membuat patah semangat t...

Tetap berbuat kebaikan

TETAP BERBUAT KEBAIKAN 1 Petrus 2:23 Ketika  Yesus dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil Alkitab menuliskan  kepada orang percaya di Galatia. Jemaat Galatia sedang berjuang melawan pengaruh guru-guru palsu, jadi Paulus berusaha menguatkan mereka  untuk tetap setia kepada Allah dan kasih karuniaNya, dengan “dipimpin oleh Roh” (Gal. 5:18) Dengan demikian, mereka akan menghasilkan buah Roh, yaitu “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (ay.22-23). Roh Allah tinggal di dalam kita, sehingga kita mampu memancarkan kebaikan dan kasih yang berasal dariNya. Kita juga dapat menunjukkan kelemahlembutan dan kemurahan kepada orang-orang di sekitar kita. Adalah lebih indah jika kita tinggal dalam kebenaran dan hidup dalam KASIH. Dalam Kitab Galatia, Paulus memperingatkan bahaya ajaran yang menyata...