Amsal 3:1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku. Amsal memberikan empat pelajaran penting yang sangat diperlukan orang percaya dan terpanggil membawa dampak positif: Percayalah kepada Tuhan (ay.5); takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan (ay.7); muliakanlah Tuhan dengan hartamu (ay.9); janganlah . . . menolak didikan Tuhan (ay.11). Hikmat itu memang mendorong orang percaya untuk memusatkan hidup kepada Allah. Iman juga memiliki dimensi yang menyentuh kehidupan orang lain, berdampak positif. Dalam Matius 5:3-12, Tuhan Yesus perwujudan utama dari hikmat mengajarkan tentang karakter orang-orang yang percaya kepadaNya. Tuhan juga mengingatkan bahwa orang percaya dipilih dan dipanggil untuk memberi dampak yang positif. Kamu adalah garam dunia (ay.13); Kamu adalah terang dunia (ay.14). Setiap kita anak anakNya mendapat kehormatan untuk membiarkan terang bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan yang...
Amsal 15:4 Lidah lembut adalah pohon kehidupan. Kitab Amsal memberikan nasihat yang bijak. Salomo, yang menulis sebagian besar isi kitab ini, membingkai pasal 15 dengan gambaran tentang kerusakan yang serupa mulut orang bebal mencurahkan kebodohan (ay.2), dan mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat (ay.28). Namun, pasal ini dimulai dengan penawarnya Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman (ay.1). Salomo juga menyatakan, Lidah lembut adalah pohon kehidupan (ay.4). Tanggapan yang sabar selalu menjadi kunci Orang yang benar berpikir dahulu sebelum berkata-kata (ay.28 ). Ingatlah perkataan dari amsal ini Alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! (ay.23). Memberikan jawaban yg lemah lembut menandakan kita mengenal kebenaran. Amsal 15 menegaskan bahwa ketegangan antar manusia tidak selalu timbul karena perbedaan. Meski konflik adalah bagian tak terhindarkan dari sebuah hubungan, hal itu bisa merugikan ketika kata-kata terlontar tanpa kendali tidak disampaikan d...
Yohanes 6:9 Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini Allah kerap memakai sesuatu yang tampaknya lemah untuk menunjukkan kuasaNya. Yohanes mencatat bagaimana Tuhan Yesus memberi makan orang banyak (5.000 laki-laki, dan diperkirakan mencapai 15.000 jiwa jika termasuk perempuan dan anak-anak) ketika seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan menyerahkan bekalnya itu (Yoh. 6:9). Daud, seorang gembala muda yang berhasil mengalahkan raksasa karena kepercayaannya kepada Allah (1Sam. 17). Kristus sendiri berulang kali menegaskan bahwa Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi, yang paling kecil dari segala jenis benih (Mat. 13:32). Di tengah krisis dunia yang rumit dan pergumulan pribadi atau keluarga yang mencemaskan, orang percaya cenderung merasa pesimis bahwa tindakannya terlalu kecil untuk memiliki dampak. Alkitab mengingatkan untuk tetap taat dan percaya. Hal-hal kecil dapat berdampak luar biasa ...
Komentar
Posting Komentar