Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Penuh Pengharapan

Mazmur 42:6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? . . . Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku Dalam Mazmur 42, pemazmur merasa seperti seekor rusa yang berlari menyelamatkan diri. Namun, ia juga berkata, inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan (ay.5). Mengingat akan penyembahan kepada Allah mendorong pemazmur untuk tetap memujiNya, bahkan di tengah penderitaan. Ia berkata, Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku! (ay.6). Ketika mengingat Tuhan Yesus dan bahwa setiap orang percaya adalah milik-Nya, maka dimampukan untuk melangkah maju, melewati tantangan dan persoalan hidup. Mazmur 42 adalah nyanyian tentang su...

Janji Tuhan

 Yoel 2:25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan Dalam Yoel 2, Nabi Yoel menyerukan pertobatan kepada bangsa Yehuda setelah terjadinya kehancuran besar akibat serangan belalang yang meluluhlantakkan ladang gandum, kebun anggur, dan pohon-pohon. Ia sudah memperingatkan semua itu akan terjadi sebagai konsekuensi atas pemberontakan mereka terhadap Allah. Namun, Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Dia berjanji akan menolong dan memulihkan mereka jika mereka kembali mempercayaiNya: Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan (2:25). Allah memulihkan Yehuda ketika mereka bertobat dan kembali kepadaNya. Allah juga rindu memulihkan setiap orang percaya. Apa pun keadaan yang di alami saat ini, mari berpaling kepada Allah dan percaya kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa Dia Tuhan, . . . Allahmu dan tidak ada yang lain (ay.27). Dengan setia, Tuhan akan memulihkan apa yang terhilang dan membawa ...

Pribadi Yang Penuh Kasih

Imamat 25:35 Apabila saudaramu jatuh miskin, . . . maka engkau harus menyokong dia . . . supaya ia dapat hidup di antaramu Dalam Imamat 25, Allah memerintahkan bangsa Israel melalui Musa untuk mengizinkan orang-orang yang berkekurangan untuk dapat hidup di antaramu (ay.35). Ini adalah bagian dari tahun Yobel (ay.10) yang ditetapkan Allah saat itulah utang dihapus, orang miskin ditolong, dan para budak dibebaskan (ay.23-55). Allah menegaskan bahwa Dialah yang sudah memimpin umatNya dengan kasih keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, supaya menjadi Allah mereka (ay.38). Allah telah menyediakan tempat tinggal yang baru bagi mereka, dan sekarang umat Tuhan patut meneladani kasih itu dengan membuka rumah dan hati mereka bagi sesama. Lewat karya pengorbanan Tuhan Yesus, orang percaya menerima seluruh kekayaan kasih yang melimpah itu (ay.16). Dengan pertolongan Allah, semua orang tebusanNya rela menyalurkan kasih itu juga secara melimpah kepada orang lain. Saat ...

Allah Memberikan Yang Terbaik

Yeremia 31:3 Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal Kasih Allah bagi umat perjanjianNya jauh lebih besar daripada romansa sesaat. Allah menunjukkan kasihNya yang agung bagi semua orang. Melalui Nabi Yeremia, Allah berkata, Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu (Yer. 31:3). Karena kasihNya, Dia menjanjikan masa depan yang penuh ketenangan dan kasih karunia, serta pemulihan atas apa yang telah hancur (ay.2,4). Meski umatNya berulang kali memberontak, Allah berjanji untuk membawa mereka kembali kepadaNya (ay.9). Berabad-abad kemudian, kasih yang kekal itu digenapi Tuhan Yesus bagi dunia untuk rela menanggung kematian demi kita yang berdosa, bahkan sebelum kita pernah terpikir untuk membalas kasihNya (Rm. 5:8). Kita tidak perlu mencari atau mengupayakan diri memperoleh kasih itu karena kita memang sudah dikasihi Allah dengan kasih yang kekal Allah mendisiplin umat pilihanNya karena pemberontakan mereka. Yerusalem dihancurkan da...

Musim Kehidupan

Yakubus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu Rasul Petrus memperingatkan, Sadarlah dan berjaga-jagalah Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1Ptr. 5:8). Ia tahu kita perlu berjaga-jaga karena serangan Iblis sering datang tanpa diduga saat kita merasa baik-baik saja atau tidak menyangka akan digoda dalam area-area tertentu dari hidup kita. Yakobus juga menasihati agar kita tunduk kepada Allah dan melawan Iblis, maka musuh itu akan lari dari padamu (Yak. 4:7). Cara terbaik untuk melawan Iblis adalah dengan mendekat kepada Allah melalui doa dan firmanNya. Ketika kita melakukannya, Allah mendekat kepada kita (ay.8) melalui RohNya (Rm. 5:5). Yakobus menguatkan kita, Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu (Yak. 4:10). Kita semua menghadapi masa-masa penuh pencobaan dan pergumulan yang sulit. Namun, kita dapat merasa tenang, karena kita ta...

Hidup Sebagai Mata Air

Filipi 2:3 ayt Jangan melakukan apa pun dari ambisi yang egois . . . tetapi dengan kerendahan hati, anggaplah orang lain lebih penting daripada dirimu sendiri. Dalam Filipi 2, membandingkan antara sikap yang menguras kehidupan dan sikap yang mengalirkan kebaikan kepada kehidupan orang lain. Jangan melakukan apa pun dari ambisi yang egois atau kesombongan yang sia-sia; tetapi dengan kerendahan hati, anggaplah orang lain lebih penting daripada dirimu sendiri. Janganlah masing-masing kamu hanya memandang kepada kepentinganmu sendiri, tetapi juga kepada kepentingan orang lain (ay.3-4 ayt). Paulus juga berkata dengan tegas, Lakukanlah semuanya itu tanpa menggerutu atau berbantah (ay.14 ayt). Jangan berfokus hanya pada diri sendiri, sombong, suka menggerutu dan membantah. Ini seperti yang dikatakan Paulus tentang Timotius, Tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu (ay.20). Orang percaya harus menyerupai mata air ...