Penuh Pengharapan
Mazmur 42:6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? . . . Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku Dalam Mazmur 42, pemazmur merasa seperti seekor rusa yang berlari menyelamatkan diri. Namun, ia juga berkata, inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan (ay.5). Mengingat akan penyembahan kepada Allah mendorong pemazmur untuk tetap memujiNya, bahkan di tengah penderitaan. Ia berkata, Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku! (ay.6). Ketika mengingat Tuhan Yesus dan bahwa setiap orang percaya adalah milik-Nya, maka dimampukan untuk melangkah maju, melewati tantangan dan persoalan hidup. Mazmur 42 adalah nyanyian tentang su...