Pribadi Yang Penuh Kasih

Imamat 25:35

Apabila saudaramu jatuh miskin, . . . maka engkau harus menyokong dia . . . supaya ia dapat hidup di antaramu

Dalam Imamat 25, Allah memerintahkan bangsa Israel melalui Musa untuk mengizinkan orang-orang yang berkekurangan untuk dapat hidup di antaramu (ay.35). Ini adalah bagian dari tahun Yobel (ay.10) yang ditetapkan Allah saat itulah utang dihapus, orang miskin ditolong, dan para budak dibebaskan (ay.23-55). Allah menegaskan bahwa Dialah yang sudah memimpin umatNya dengan kasih keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, supaya menjadi Allah mereka (ay.38). Allah telah menyediakan tempat tinggal yang baru bagi mereka, dan sekarang umat Tuhan patut meneladani kasih itu dengan membuka rumah dan hati mereka bagi sesama.

Lewat karya pengorbanan Tuhan Yesus, orang percaya menerima seluruh kekayaan kasih yang melimpah itu (ay.16). Dengan pertolongan Allah, semua orang tebusanNya rela menyalurkan kasih itu juga secara melimpah kepada orang lain.

Saat membentuk Israel sebagai satu bangsa, Allah ingin mereka memperhatikan cara memperlakukan sesama. Salah satunya, mereka dilarang keras memperbudak saudara sebangsa mereka. Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, firmanNya, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang (Imamat 25:35). Jika seseorang jatuh miskin . . . sehingga menyerahkan dirinya kepadamu, maka janganlah memperbudak dia (ay. 39). Bahkan, aturan ini bersifat sementara. Allah berfirman, Sebagai orang upahan dan sebagai pendatang ia harus tinggal di antaramu; sampai kepada tahun Yobel yaitu setiap tahun ke50 ia harus bekerja padamu. Kemudian ia harus diizinkan keluar dari padamu, ia bersama-sama anak-anaknya, lalu pulang kembali kepada kaumnya dan ia boleh pulang ke tanah milik nenek moyangnya (ay. 40-41). Allah menghendaki kita untuk tidak memanfaatkan satu sama lain, melainkan memperhatikan kebutuhan sesama. Dengan kasihNya yang besar melalui Tuhan Yesus, Tuhan  memampukan orang percaya melimpahkan kasihNya kepada orang lain.

Kasih itu bukan sebuah retorika atau hanya kata kata, tetapi kasih adalah gaya hidup anak anak Tuhan, sehingga pribadi Allah tercermin dalam kehidupan kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil