Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Menjaga Komitmen Di Dalam Tuhan

 MENJAGA KOMITMEN DI DALAM TUHAN 1 Tesalonika 5:19 Janganlah padamkan Roh. Dalam 1 Tesalonika, Paulus menuliskan bagaimana Allah membuat pesan Injil disampaikan “bukan . . . dengan kata² saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh” (1:5). Ketika sebagai orang percaya kita menerima pengampunan dari Allah, kita juga terhubung langsung dengan kuasa RohNya dalam hidup kita. Kuasa itu menumbuhkan karakter² di dalam diri kita seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, dan kesabaran (Gal. 5:22-23). Kuasa Roh juga memperlengkapi kita dengan karunia² untuk melayani umat Tuhan, seperti mengajar, menolong, dan membimbing mereka (1Kor. 12:28). Alkitab mengingatkan bahwa mungkin saja seseorang “memadamkan  Roh” (1Tes. 5:19). Bisa jadi kita membatasi kuasa Roh dengan mengabaikan kehadiran Allah atau menolak teguranNya (Yoh. 16:8) Jangan sampai kita hidup terputus dari hubungan denganNya. Kuasa Allah selalu tersedia bagi anak²Nya. Yesus Kristus sangg...

Tidak Binasa

 TIDAK BINASA 2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai . . . Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa. Kristus berkata, “Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa” (Luk. 13:3). Rasul Petrus berkata, Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan  (Kis. 3:19). Kita membaca juga perkataan seseorang yang merindukan bangsanya kembali kepada TUHAN. Dalam kata-kata perpisahannya kepada seluruh orang Israel  (1Sam. 12:1), nabi, imam, dan hakim bernama Samuel berkata, Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti Tuhan, melainkan beribadahlah kepada Tuhan dengan segenap hatimu  (ay.20). Itulah pesannya mengenai pertobatan agar bangsa itu berbalik dari kejahatan dan mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati. Kita semua telah berdosa dan gagal memenuhi standar Tuhan. Karena itu, kita perlu bertobat, Tuhan yang mengampuni dan memampukan kita untuk mengikut Dia. Tuhan sanggup mengub...

Memberitakan Keselamatan Dalam Yesus Kristus

 MEMBERITAKAN KESELAMATAN DALAM YESUS KRISTUS Markus 2:15 Banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia. Orang Farisi terus-menerus terkejut dengan kehadiran Yesus di tempat² yang tidak mereka duga. Dia tidak bergaul dengan orang² yang pantas di mata mereka. Sebaliknya, Markus 2:13-17 berkata bahwa Dia meluangkan waktu bersama pemungut cukai dan orang berdosa (ay.15), orang² yang hidupnya dianggap najis. Meski demikian, di sanalah Yesus berada, di antara orang-orang yang paling membutuhkanNya (ay.16-17). Lebih dari dua ribu tahun kemudian, Yesus masih terus menabur pesan pengharapan dan keselamatan di tempat-tempat tak terduga, di antara orang² yang paling tak disangka-sangka. Dia pun memanggil dan memperlengkapi kita untuk mengambil bagian dalam misi tersebut. Tuhan memakai hidup kita dimana kita berada untuk menyatakan kemuliaan Tuhan, memberitakan keselamatan dalam Yesus Kristus, melalui hidup ini kita memuliakan Tuhan. Orang Farisi menuduh Yesus bergaul ...

Rasa Cukup Dan Bersyukur

 RASA CUKUP DAN BERSYUKUR Matius 6:21 Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Obsesi seperti itu menyingkapkan kekosongan yang terdapat dalam hati manusia. Kita belajar dari Alkitab bagaimana perilaku seseorang yang mengungkapkan kehampaan serupa dalam hatinya. Gehazi telah lama menjadi pelayan andalan nabi besar Elisa. Namun, ketika Elisa menolak pemberian mewah seorang panglima yang disembuhkan Allah dari kusta, Gehazi mengarang cerita untuk mendapatkan sedikit jarahan (2Raj. 5:22). Saat Gehazi pulang, ia membohongi sang nabi (ay.25). Namun, Elisa tahu. Ia bertanya kepada Gehazi, “Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau?” (ay.26). Akhirnya, Gehazi mendapatkan yang ia inginkan, tetapi kehilangan apa yang penting (ay.27). Yesus mengajar kita untuk tidak mengejar harta dunia dan sebaliknya kumpulkanlah harta di sorga (Mat. 6:20). Waspadalah terhadap jalan pintas apa pun untuk menjawab keinginan hati. Mengikut Yesus adalah...

Iman Di Dalam KRISTUS

 IMAN DI DALAM KRISTUS Roma 10:17 Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Kita menemukan frasa iman timbul dari pendengaran dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Paulus rindu agar seluruh saudara sebangsanya, orang-orang Yahudi, percaya kepada Kristus dan diselamatkan (Rm. 10:9). Bagaimana mereka dapat percaya? Melalui iman yang “timbul dari pendengaran . . . oleh firman Kristus” (ay.17). Dalam Roma 10, Paulus menjelaskan mengapa bangsa Yahudi masih belum juga diselamatkan. Bagi bangsa Yahudi, cara untuk hidup benar di hadapan Tuhan adalah dengan menaati Hukum Taurat secara terperinci. Namun, cara Tuhan menyelamatkan yaitu seseorang harus percaya kepada Yesus (Roma 10:3-4). Paulus menyatakan “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (ay.9). Itu berlaku bagi setiap orang, baik orang Yahudi maupun bukan, karen...

Rukun Satu Sama Lain

 RUKUN SATU SAMA LAIN Mazmur 133:1 Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun Melalui Mazmur 133 yg kita renungkan kita bandingkan ketika Rasul Petrus berbicara tentang doa, memberi tumpangan, dan menggunakan karunia² yang kita miliki supaya kita dapat hidup selaras dalam kesatuan demi kebaikan bersama. Ia mendorong kepada orang percaya untuk sungguh² mengasihi satu sama lain (1Ptr. 4:8 ), menerima kehadiran orang lain tanpa mengeluh, dan melayani seorang akan yang lain . . . sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (ay.10). Saat kita meminta Tuhan menolong kita untuk dapat berkomunikasi dan bekerja sama, kita dapat menunjukkan kepada dunia bagaimana kita mensyukuri perbedaan yang ada dan hidup bersama dalam kesatuan. 1 Petrus 4:7-11 mengandung kebenaran dasar yang penting mengenai orang percaya dan karunia roh. Salah satu cara memandang karunia roh adalah dengan melihatnya sebagai saluran pernyataan beragam ungkapan kasih...

KEMERDEKAAN Di Dalam KRISTUS

 KEMERDEKAAN DI DALAM KRISTUS Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Bukan hal yang mustahil kita masih hidup dalam perhambaan meski telah dibebaskan. Dalam surat kepada jemaat di Galatia, Paulus menulis tentang bentuk perhambaan yang lain: menjalani kehidupan di bawah aturan nenek moyang dan dosa. Dalam sebuah ayat yang penting, Paulus mengingatkan mereka: Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan (Gal. 5:1). Orang-orang percaya di dalam Yesus telah dibebaskan dari aturan-aturan buatan manusia, termasuk soal apa yang boleh dimakan dan siapa yang boleh dijadikan teman. Akan tetapi, masih banyak orang percaya yang hidup dalam perhambaan tersebut. Namun, sesungguhnya, begitu kita percaya kepada Tuhan Yesus, Dia membebaskan kita dari kehidupan yang tertekan oleh rasa takut terhadap standar aturan nenek moyang buatan manusia. Kemerdekaan telah ...

Perjuangan Iman Di Dalam Yesus Kristus

 PERJUANGAN IMAN DI DALAM YESUS KRISTUS Ibrani 10:39 Kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup. Melayani Tuhan dengan setia dapat membawa tantangan tersendiri. Para pahlawan iman yang disebutkan dalam Ibrani 11 tentu setuju. Didorong oleh iman kepada Tuhan, mereka biasa menghadapi berbagai keadaan yang tidak nyaman dan situasi yang tak terduga. Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan (ay.36). Iman mereka telah mendorong mereka untuk rela mengambil risiko dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Hal yang sama juga berlaku untuk kita. Hidup beriman mungkin tidak membawa kita ke tempat-tempat jauh yang berisiko. Namun sering kali kita menghadapi tantangan hidup melalui persoalan2 dan pergumulan hidup. Tetapi semua bisa kita hadapi dan lewati dalam pertolongan Tuhan, berkat yang kita terima, bisa pada saat itu juga atau di kemudian hari, akan sepadan dengan perjuangan kita yang penu...

Ketaatan Kepada Tuhan

 KETAATAN KEPADA TUHAN Kejadian 2:16-17 Semua . . . boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya. Sejak awal manusia diciptakan, Tuhan sudah menyatakan pentingnya ketaatan saat kita menerapkan kehendak bebas yang kita miliki. Ketidaktaatan telah membawa kerusakan yang luar biasa kepada Adam, Hawa, dan kita semua, karena dosa mendatangkan kehancuran dan kematian ke dalam dunia (Kej. 3:6-19). Namun, itu bukanlah rancanganNya yang semula. Tuhan telah memberi tahu Adam, Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas kecuali buah dari satu pohon (2:16-17). Ketika mereka mengira bahwa mata akan terbuka, dan akan menjadi seperti Allah, Adam dan Hawa pun memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (3:5; 2:17). Akibatnya, timbullah dosa, rasa malu, dan kematian.  Iblis selalu membelokkan kebenaran Firman untuk menjerat manusia kedalam dosa. Dalam kemurahan hatiNya...

Hidup Dalam Kehendak Tuhan

 HIDUP DALAM KEHENDAK TUHAN Amsal 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Dengan semakin mengenal Allah melalui waktu doa dan firmanNya, kita menjadi lebih yakin untuk melakukan lompatan iman. Lebih dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan. Dan terus melakukan kehendak Tuhan. Kita dapat menemukan ketenangan di saat-saat sulit sekalipun, ketika kita berpegang teguh pada Allah dan mengizinkan Dia menuntun kita melewati perubahan dan persoalan hidup yang terjadi. Tuhan memberikan kekuatan kepada kita ketika kita sungguh sungguh tinggal dalam Kristus.  Tak banyak yang mau tinggal dalam kebenaran tetapi kita mengambil keputusan untuk tinggal dalam kebenaran dan hidup dalam kehendak Tuhan. Umat manusia mempunyai masalah dengan otonomi. Sejak awal, laki-laki dan perempuan manusia yang pertama memutuskan apa yang baik dan yang jahat bagi diri mereka sendiri, dan menolak mengakui Pencipta mereka sebagai Allah mereka (Kejadian 3:6-7).  Seperti kitab-k...

Perlindungan Tuhan

 PERLINDUNGAN TUHAN Mazmur 121:5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu Ayat ini tidak bermaksud mengatakan bahwa orang percaya kebal terhadap rasa sakit atau kehilangan dalam hidup ini (atau bahwa cuaca panas itu tidak berbahaya!). Lagi pula, Kristus memberi tahu kita, bahwa Di dunia kalian akan menderita (Yoh. 16:33 bis). Namun, metafora Allah sebagai tempat kita untuk bernaung sangat jelas meyakinkan kita bahwa, apa pun yang kita hadapi, hidup kita dijaga dalam pemeliharaanNya (Mzm. 121:7-8). Di dalam Dia, kita dapat menemukan ketenangan dengan mempercayaiNya, karena kita tahu, tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasihNya (Yoh. 10:28; Rm. 8:39). Sungguh penyertaan Tuhan dalam hidup ini selalu kita rasakan Tuhan selalu ada dalam hidup kita. Ketika kita taat mengasihi Tuhan, kasih Nya memelihara hidup kita. Mazmur 121 adalah salah satu Nyanyian Ziarah (Mazmur 120–134) yang dikhususkan sebagai buku pujian mini dalam keseluruhan mazmur. Kidung-kidung ...

Proses Yang Tuhan Kerjakan

 PROSES YANG TUHAN KERJAKAN Roma 5:3-4 Kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Banyak orang-orang sering diubahkan oleh pencobaan dan penderitaan yang dialaminya. Namun, Rasul Paulus melangkah lebih jauh dengan meminta kita agar bermegah juga dalam kesengsaraan kita karena melaluinya kita akan memperoleh ketekunan. Ketekunan akan menimbulkan tahan uji; dan tahan uji kemudian menghasilkan pengharapan (Rm. 5:3-4). Paulus tentu sangat mengenal apa itu pencobaan ia bukan hanya pernah mengalami kapal karam tetapi juga dipenjara karena imannya. Meski demikian, ia menulis kepada jemaat di Roma bahwa pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus (ay.5). Sang rasul menyadari bahwa Roh Kudus membuat pengharapan kita di dalam Yesus tetap hidup ketika kita percaya kepadaNya. Apa pun kesulitan yang kita hadapi, ketahuilah bahwa ketika kita berseru T...

Saling Mengingatkan

 SALING MENGINGATKAN Matius 18:15 Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali Tuhan Yesus berkata bahwa murid muridNya dapat untuk memperingatkan saudara saudari seiman tentang hal-hal yang bisa membahayakan kerohanian yaitu dosa. (Mat. 18:15). Jika orang itu bertobat, konflik pun selesai dan hubungan dapat dipulihkan.Jika setelah itu belum mau juga bertobat, maka kita terus mendoakan  dengan kasih Kristus, supaya bertobat. Sebagai orang percaya, marilah berdoa memohon hikmat dan keberanian untuk peduli, sehingga kita dapat mengingatkan satu sama lain dengan penuh kasih tentang bahaya dosa, dan mendapatkan sukacita pemulihan dengan Bapa surgawi. Ketika kita melakukannya, Yesus akan hadir di tengah-tengah kita (ay.20).  Dengan rendah hati dan penuh kasih kita memperingatkan seseorang tentang dosa dalam hidupnya. Minta hikmat dan pengertian kepada Tuhan sehingga kita dapat mengingatkan den...

Musim Di Hidup Ku

 MUSIM DI HIDUP KU Pengkhotbah 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Kitab Pengkhotbah berkata, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya ada waktu untuk menanam dan menuai, untuk menangis dan tertawa, untuk meratap dan menari (3:1-4).  Meski kita tidak selalu dapat mengendalikan setiap musim dan itu hanyalah bersifat sementara dan akan berlalu setelah masanya usai. Meski kita tidak dapat selalu menyelaminya, Tuhan sedang melakukan sesuatu yang berarti di dalam diri kita melalui masa-masa tersebut (ay.11). Seperti halnya tanaman dan hewan tidak melawan hadirnya pergantian musim kita pun perlu membiarkan musim itu melakukan bagiannya. Ditangan Tuhan, setiap musim memiliki tujuannya. Mari kita tunduk pada karya pembaruanNya di setiap musim hidup kita. Tuhan selalu ada dan tidak pernah meninggalkan kehidupan kita. Tuhan mengatur semuanya untuk kebaikan kita anak2Nya. Salomo sebagai penulis Kitab Pengkhotbah, banyak bukti di dalam kitab...

Arah Hidup Yang Jelas

 ARAH HIDUP YANG JELAS Mazmur 139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu Dalam Mazmur 139, Daud berkata kepada Allah, “Engkau menyelidiki dan mengenal aku; . . . segala jalanku Kaumaklumi”(ay.1-3). Pernyataannya mengenai Tuhan yang Mahatahu mendorongnya untuk mensyukuri pemeliharaan dan perlindunganNya yang begitu luar biasa (ay.5). Ketika takjub melihat luasnya pengetahuan Tuhan dan betapa dalam jamahanNya, Daud mengajukan dua pertanyaan: “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapanMu" (ay.7). Ketika kita terjebak dalam situasi-situasi yang membuat kita putus asa dan tak berdaya, tangan Tuhan yang menopang dan menolong. Bahkan saat kita merasa sudah terlalu jauh untuk diampuni, tanganNya tidak kurang panjang untuk menjangkau kita dengan kasih Nya  Allah mengenal umatNya secara pribadi dan intim. Kebenaran itu terungkap jelas lewat perkataan Daud dalam Mazmur 139. Ia berkata bahwa Allah menciptakan set...