Musim Di Hidup Ku
MUSIM DI HIDUP KU
Pengkhotbah 3:1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Kitab Pengkhotbah berkata, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya ada waktu untuk menanam dan menuai, untuk menangis dan tertawa, untuk meratap dan menari (3:1-4). Meski kita tidak selalu dapat mengendalikan setiap musim dan itu hanyalah bersifat sementara dan akan berlalu setelah masanya usai. Meski kita tidak dapat selalu menyelaminya, Tuhan sedang melakukan sesuatu yang berarti di dalam diri kita melalui masa-masa tersebut (ay.11). Seperti halnya tanaman dan hewan tidak melawan hadirnya pergantian musim kita pun perlu membiarkan musim itu melakukan bagiannya.
Ditangan Tuhan, setiap musim memiliki tujuannya. Mari kita tunduk pada karya pembaruanNya di setiap musim hidup kita. Tuhan selalu ada dan tidak pernah meninggalkan kehidupan kita. Tuhan mengatur semuanya untuk kebaikan kita anak2Nya.
Salomo sebagai penulis Kitab Pengkhotbah, banyak bukti di dalam kitab itu sendiri yang mendukungnya. Di Pengkhotbah 1:1, kita membaca, Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Salomo adalah satu-satunya anak Daud yang memerintah sebagai raja di Yerusalem, meski penulisnya menyebut dirinya sebagai Pengkhotbah atau Pengajar. Berbeda dengan perkataan-perkataan Salomo dalam Kitab Amsal yang memberikan hikmat bagi kehidupan di dunia yang berdosa, Pengkhotbah lebih berfokus pada sulitnya hidup dalam dunia, manusia harus takut akan Tuhan.
Kita menyadari bahwa kita terbatas dengan banyak hal tetapi yg kita percayai adalah bahwa Roh Kudus yang memberikan kemampuan dan kekuatan untuk kita melewatinya dengan berhasil. Bersyukur karena rencana Nya indah bagi kita
Komentar
Posting Komentar