Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

Hidup Sebagai Anak Allah

 HIDUP SEBAGAI ANAK ANAK ALLAH Lukas 18:16 _Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: ”Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah._ Tuhan Yesus sangat menyayangi anak-anak. Dia menganggap anak² penting, meski murid²  tidak setuju. Beberapa orangtua mencari Yesus dan membawa anak² mereka kepada Tuhan. Dan “menjamah dan memberkati mereka” (Luk. 18:15). Namun, tidak semua orang senang melihat Tuhan Yesus memberkati anak². Lalu murid²  memarahi para orangtua itu dan meminta mereka berhenti mengganggu Tuhan Yesus. Akan tetapi, Tuhan menegur murid² dan berkata, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku” (ay.16). Tuhan Yesus menjadikan anak² sebagai contoh teladan karena memiliki sikap yang harus kita miliki dalam menyambut Kerajaan Allah. Seorang anak kecil memiliki ketergantungan, kepercayaan, dan ketulusan yang sederhana. Seorang anak jarang menyimpan motivasi tersem...

Hidup Oleh Karena Firman TUHAN

 HIDUP OLEH KARENA FIRMAN TUHAN Ulangan 5:1 Dengarlah, hai orang Israel, ketetapan dan peraturan, yang pada hari ini kuperdengarkan kepadamu, supaya kamu mempelajarinya dan melakukannya dengan setia. Dalam Ulangan 5, Musa meninjau kembali batasan² yang terkandung dalam perjanjian Allah yang mula² dengan umatNya. Di sini, Musa mendorong generasi baru untuk menerima perintah Allah tersebut sebagai perjanjian yang mereka ikat sendiri denganNya (ay.3), lalu ia sekali lagi menyatakan sepuluh perintah (ay.7-21). Dengan mengulangi perintah² Allah dan mengambil pelajaran dari ketidaktaatan generasi sebelumnya, Musa mengajak bangsa Israel untuk dengan rendah hati menghargai dan menyadari kesetiaan Allah. Tuhan telah membukakan jalan bagi umatNya agar mereka tidak menghancurkan hidup mereka sendiri maupun hidup orang lain. Mengabaikan hikmat Allah akan membuat mereka menanggung risiko yang besar. Hari ini, dalam tuntunan Allah, marilah kita menjadikan Firman TUHAN sebagai sumber sukacita, na...

Menyendiri Di Hadirat Tuhan

 MENYENDIRI DI HADIRAT TUHAN Lukas 5:16 Yesus mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. Adakalanya, kesunyian adalah suasana terbaik untuk melangkah maju terutama dalam hubungan kita dengan Allah. Yesus sendiri mengundurkan diri ke tempat yang sunyi dan terpencil untuk berbicara dengan Bapa. Di Lukas 5:16 kita membaca, “Akan tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat² yang sunyi dan berdoa.” Dalam versi lain dituliskan: “Yesus sering pergi menyelinap ke tempat² sunyi untuk berdoa”. Mungkin penekanannya terletak pada kata sering. Yesus rutin melakukannya. Menyendiri dan mau untuk dekat dengan Bapa yaitu membangun hubungan yang intim dengan Tuhan adalah sesuatu yang perlu kita bangun setiap saat karena sesungguhnya kita butuh Tuhan yaitu kekuatan dari Tuhan, hadirat Tuhan menjadi tempat terindah bagi kita anak²Nya. Upaya kita mengundurkan diri ke tempat sunyi demi mengalami kesegaran rohani dalam hadirat Allah akan memampukan kita untuk terus melangkah maju dengan kekua...

Hidup Menyenangkan Hati Tuhan

 HIDUP MENYENANGKAN HATI TUHAN Keluaran 5:24 Tetapi Tuhan berfirman kepada Musa: Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun Allah pun menunjuk Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Musa bersedia, meski sempat enggan. Namun, ketika ia menghadap Firaun, penguasa Mesir itu justru semakin menindas bangsanya (Kel. 5:6-9). “Tidak kenal aku Tuhan itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi,” kata Firaun (ay.2). Orang Israel pun mengeluh kepada Musa, dan itu membuat Musa juga mengeluh kepada Allah (ay.20-23). Tuhan Yesus Tidak pernah ingkar janji Dia selalu menggenapi janji Nya, Israel adalah bangsa Pilihan Tuhan yang selalu dalam rencana Tuhan Yesus yg ajaib. Begitu juga hidup kita bahwa kita adalah anak² Nya orang pilihan Tuhan Yesus yang di kasihi Tuhan. Akhirnya, Allah membebaskan bangsa Israel, sehingga mereka memperoleh kebebasan yang dirindukan tetapi sesuai dengan cara dan waktu Allah sendiri. Begitu juga Allah mengizinkan kita ...

Anugerah Kemurahan Tuhan

 ANUGERAH KEMURAHAN TUHAN Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; . . . itu bukan hasil pekerjaanmu. Dalam Efesus 2, Rasul Paulus menyatakan bahwa pada dasarnya semua manusia adalah orang² yang harus dimurkai (ay.3). Namun, Allah menganugerahkan bagi kita keselamatan, anugerah yang tak layak kita terima, dan yang takkan pernah mampu kita peroleh sendiri, supaya “jangan ada orang yang memegahkan diri” (ay.9). Tidak seorang pun. Ketika kita berserah kepada Allah dalam setiap momen di sepanjang perjalanan kehidupan ini, Roh Kudus akan berkarya untuk mengubahkan karakter kita sehingga kita dapat memiliki karakter Kristus. Sesungguhnya, setiap orang percaya membutuhkan anugerah ekstra. Namun, kita bersyukur bahwa kasih karunia Allah cukup bagi kita (2Kor. 12:9).  Anugerah dan kemurahan Tuhan Yesus itulah yg membuat kita mampu untuk melewati hari dalam hidup kita yang penuh tantangan dan penuh perjuangan. Dalam suka dan duka kita senantiasa tetap dalam T...

Tetap Tenang

 TETAP TENANG 1Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa Menjadi orang percaya pada abad pertama dapat membuat seseorang dikucilkan. Mereka dapat merasa terbuang akibat dianiaya karena iman mereka dan sering kali ditelantarkan keluarga. Rasul Petrus menguatkan orang² terbuang itu dengan menasihati mereka agar tetap menguasai diri dan berdoa (1Ptr. 4:7), memperhatikan satu sama lain dalam kasih (ay.8), dan menggunakan karunia mereka masing-masing untuk pelayanan bersama (ay.10-11). Pada waktunya, Allah memampukan mereka melewati ujian tersebut dengan cara “meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan” mereka (5:10). Dalam masa pencobaan kita harus tetap berdoa, dan Allah akan membawa kita melewati semuanya. Ketenangan dalam hidup kita menentukan supaya kita dapat berdoa dan menang menghadapi semua persoalan dan pergumulan hidup. Petrus menulis fakta bahwa kesudahan segala sesuatu sudah dekat (1 Petrus 4:7) mem...

Langit Baru Dan Bumi Baru

 LANGIT BARU DAN BUMI BARU Wahyu 21:4 Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka. Kitab Wahyu menggambarkan Yesus, Juruselamat kita, sebagai “Anak Domba yang seperti telah disembelih” (5:6; lihat ay.12). Luka² Nya masih terlihat. Luka² yang diperolehNya karena menanggung di dalam tubuhNya sendiri dosa dan keputusasaan umatNya (1Ptr. 2:24-25), supaya mereka dapat memperoleh hidup dan pengharapan yang baru. Kitab Wahyu juga menggambarkan suatu hari di masa depan ketika Sang Juruselamat “menghapus segala air mata” dari mata setiap anakNya (21:4). Di sana, “maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita” (ay.4). Di sana, air yang menyembuhkan akan mengalir “dengan cuma² dari mata air kehidupan” (ay.6; lihat 22:2). Juruselamat kita telah menanggung setiap dukacita, dan kita dapat mengalami perteduhan dan pemulihan dalam kerajaanNya. Jaminan Tuhan Yesus atas hidup kita jelas dan nyata memulihkan kita memberikan pengharapan yg sejati da...

Pengharapan yang Sejati

 PENGHARAPAN SEJATI 1 Tesalonika 4:13 Kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Penghiburan yang kita rasakan datang dari keyakinan kita akan hati Allah yang telah menyatakan diri-Nya melalui Yesus Kristus. Pengharapan yang diberikan Alkitab bukanlah perasaan optimisme buta, melainkan kepastian absolut berdasarkan janji Tuhan yang takkan pernah Dia ingkari. Dalam dukacita, kita dapat bergantung sepenuhnya pada kebenaran agung di dalam Yesus Kristus. Itulah yang dinyatakan Paulus untuk menguatkan orang²  yang mengalami kesedihan. Pengharapan di dalam Yesus Kristus pasti memberikan kita kekuatan dan penghiburan.  Kekuatan yg kita peroleh adalah dari Tuhan Yesus yang senantiasa ada dalam hidup kita melalui Roh Kudus yg menguatkan dan menghibur kita, Tuhan Yesus bekerja dalam kehidupan kita setiap saat,semua pertolongan dan perlindungan Tuhan terjadi karena ketaatan kita kepada Tuhan Yesus. Perikop kita hari ini mengajarkan bahwa Tuhan...

Ketenangan

 KETENANGAN 1 Raja raja 19:12 Sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Ditengah dunia yang bising dan sibuk ini, adakalanya kita merindukan sedikit keheningan. Bahkan berita yang kita tonton dan media sosial yang kita konsumsi menciptakan semacam “kebisingan” yang bersaing untuk menarik perhatian kita. Banyak dari kebisingan itu dipenuhi dengan kata² dan gambar yang memancing emosi negatif. Semua itu akan membuat kita gagal mendengar suara Allah. Ketika Nabi Elia pergi untuk bertemu Allah di Gunung Horeb, ia tidak menemukan Allah dalam angin besar, gempa, ataupun api (1Raj. 19:11-12). Namun, saat Elia mendengar “bunyi angin sepoi-sepoi basa”, barulah ia menyelubungi wajahnya dan keluar dari gua untuk bertemu dengan “Tuhan, Allah semesta alam” (ay.12-14). Dalam doa kita bertemu Tuhan membutuhkan suasana yang tenang dan penuh percaya. Jiwa kita mendambakan keheningan, tetapi lebih dari itu, jiwa kita rindu mendengar suara Tuhan. Carilah ruang hening atau ketenangan dal...

Hidup Seperti Kristus hidup

 HIDUP SEPERTI KRISTUS HIDUP Filipi 2:7 Yesus mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Yesus Kristus “mengambil rupa seorang hamba” (Flp. 2:7) untuk menyelesaikan persoalan hidup manusia. Dia menjadi manusia hidup di muka bumi, mengajarkan kita tentang kebenaran yang menyelamatkan, Firman kehidupan dan sebagai puncaknya, mati di kayu salib karena dosa² kita (ay.8). Pengorbanan tersebut memperlihatkan kerendahan hati Kristus yang dengan taat memberikan nyawaNya sebagai korban untuk menghapuskan dosa kita. Tuhan Yesus datang ke dunia sebagai manusia dan mengalami sendiri apa yang kita alami.  Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk “berjiwa seperti” Juruselamat kita, terutama dalam hubungan kita dengan saudara-saudari seiman (ay.5 bis). Allah sanggup menolong kita untuk mengenakan kerendahan hati (ay.3) dan meniru pola pikir Kristus (ay.5). Tuhan mengajari kita untuk hidup sebagai hamba² yang siap berbuat kasih dan rela turun tangan untuk membantu sesam...

Penuh Harap Pada Tuhan

 PENUH HARAP PADA TUHAN 1Petrus 1:3 ....telah melahirkan kita kembali . . . kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. Bunga-bunga yang indah itu sesungguhnya rapuh sesuai dengan kebenaran penting yang tertulis dalam Alkitab. Dengan mengutip perkataan Nabi Yesaya, Rasul Petrus menulis, “Kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Sebab: Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur (1Ptr. 1:23-24). Tetapi Tuhan  menepati janji²Nya untuk selama-lamanya! (ay.25). Benih Firman TUHAN yang ada dalam hidup kita bertumbuh dan mengubahkan memperbarui kehidupan kita sehingga semakin berkenan kepada Tuhan. Seperti bunga itulah hidup kita di muka bumi ini begitu singkat jika dibandingkan dengan kekekalan. Tuhan telah menaruh keindahan ke dalam hidup kita yang singkat. Melalui Injil keselamatan dalam Yesus Kristus, kit...

Berseru Kepada Tuhan

 BERSERU KEPADA TUHAN 2 Tawarikh 33:12 Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati Tuhan, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, Tuhan menegur Manasye dan rakyatnya, tetapi mereka tidak mau mendengar (ay.10). Namun, akhirnya Manasye tidak bisa lagi mengabaikan Tuhan. Bangsa Asyur menyerang, Manasye ditangkap dengan kaitan, lalu dibelenggu dan diangkut ke Babel (ay.11). Kemudian, Manasye pun melakukan sesuatu yang benar. “Dalam penderitaannya itu ia merendahkan diri terhadap Tuhan Allahnya, dan berdoa mohon pertolonganNya” (ay.12 ). Tuhan mendengar permohonannya dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Manasye lalu meninggalkan penyembahan berhala dan kembali beribadah kepada satu-satunya Allah yang sejati (ay.15-16). Tuhan selalu mendengarkan doa pertobatan yang dinaikkan dengan rendah hati. Tentunya kita selalu mawasdiri dan menjaga hati yang selalu berkenan kepada Tuhan. Di bawah hukum Kerajaan Asyur, sudah lazim apabila raja-raja...

Tuhan Yesus Sumber Jawaban Hidup

 TUHAN YESUS SUMBER JAWABAN HIDUP Mazmur 107:28 Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka Ketika kita beeseru kepada Tuhan dan mengandalkan hikmat serta kekuatanNya, maka akan banyak hal mulai  berubah. Seperti Israel, ketika kita berseru-seru “kepada Tuhan dalam kesesakan kita", merasakan kehadiran Tuhan yang dengan kuasaNya sendiri sanggup mengubah keadaan yang paling menyesakkan, dan  menjawab pertanyaan-pertanyaan kita yang paling menggelisahkan (Mzm. 107:28). Tuhan membuat “badai itu diam, sehingga gelombang² nya tenang” dan mengubah “padang gurun menjadi kolam air” (ay.29,35). Pribadi Tuhan Yesus yang mendengarkan doa kita sanggup mendatangkan pengharapan dari tengah keputusasaan dan kesesakan. Hanya Tuhan yang mengerjakan perubahan tersebut (dalam waktu Tuhan bukan waktu kita). Lewat doa, kita turut serta terlibat dalam perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita perlu untuk terus berdoa dan ...

Ruang Kesaksian Hidup

 RUANG KESAKSIAN HIDUP Kolose 3:17 Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Kolose yang telah memilih untuk hidup bagi Yesus. Ia menguatkan mereka dengan kata-kata berikut: “Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus” (Kol. 3:17). Melakukan segala sesuatu dalam nama Yesus berarti memuliakanNya lewat apa yang kita perbuat sekaligus memperoleh kepastian bahwa RohNya akan menguatkan kita untuk menyelesaikan semua itu. “Segala sesuatu yang kamu lakukan.” Semua kegiatan kita sehari-hari dalam hidup ini, setiap momen di dalamnya, dapat dimampukan oleh Roh Allah dan dikerjakan dengan cara yang memuliakan Tuhan Yesus.  PERBUATAN yang kita lakukan setiap hari berkenaan dengan tanggungjawab yang Tuhan Yesus percayakan kepada kita. Semua kita kerjakan dengan sepenuh hati dan Semua untuk kemuliaan Tuhan. Di...

Perbuatan Kasih

 PERBUATAN KASIH Yesaya 58:6 .....membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, ALKITAB berkata dalam Yesaya bahwa ada satu Pribadi yang menjawab seruan kita di saat kita terjebak dalam masalah yang kita hadapi. Alkitab mencatat juga bagaimana Allah mengecam umatNya yang telah menjalankan ibadah mereka dengan tidak bertanggung jawab. Mereka melakukan praktik²  keagamaan secara buta tetapi menutupi penindasan mereka terhadap orang miskin. (Yes. 58:1-7). Tuhan tidak berkenan atas perilaku mereka, sehingga Tuhan memalingkan wajahNya dari mereka dan tidak menjawab doa mereka (1:15). Tuhan lalu memerintahkan mereka untuk bertobat dan mulai menunjukkan kepedulian kepada sesama (58:6-7). Jika mereka melakukannya, Tuhan berkata, “Kalau kamu berseru, maka Tuhan akan menjawab dengan segera: Aku ada di sini! Yang harus kita lakukan ialah jangan lagi menindas yang lemah, atau melontarkan tuduha...

Hidup Benar Di Hadapan Tuhan

 HIDUP BENAR DI HADAPAN TUHAN Zefanya 3:7 ....Tetapi sesungguhnya mereka makin giat menjadikan busuk perbuatan mereka. Allah memberikan sebuah pesan yang keras kepada bangsa Yehuda melalui Nabi Zefanya tentang tanggung jawab pribadi atas dosa yang telah mereka perbuat (Zef. 1:1,6-7). Setelah menjabarkan penghukuman yang akan dijatuhkanNya atas musuh² Yehuda (Zef. 2), Allah mengalihkan pandangan kepada umatNya yang telah bersalah dan memberontak (Zef. 3). “Terkutuklah Yerusalem, kota bejat yang suka memberontak terhadap Tuhan!” seru Allah (Zef. 3:1). “Nyatanya, mereka lebih giat lagi berbuat jahat daripada sebelumnya” (Zef. 3:7). Tuhan telah menyaksikan perilaku umatNya yang berhati dingin dan ketidakpedulian terhadap hal² rohani, maraknya ketidakadilan, dan ketamakan mereka yang keji, Tuhan memutuskan untuk mendisiplinkan mereka dengan penuh kasih. Tak peduli di antara mereka ada para “pemuka”, “hakim”, “nabi” (Zef. 3:3-4) setiap orang telah bersalah di hadapan Tuhan. Sama dengan m...

Jangan Berbuat Dosa Lagi

 JANGAN BERBUAT DOSA LAGI Mazmur 51:9 Basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Injil Yesus Kristus! Allah, melalui kematian dan kebangkitan Yesus, telah menyediakan pengampunan atas dosa² kita. Adakah dari kita yang tidak pernah merasa perlu membersihkan diri dari segala lumpur dan kotoran dosa yang melekat dalam hidup ini, tentunya kita harus membersihkan diri dengan memohon ampun kepada Tuhan Yesus. Ketika kita dinodai dosa oleh pemikiran atau perilaku egois yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta hilangnya damai sejahtera karena dosa, maka kita harus sungguh-sungguh meminta ampunan kepada Tuhan dan tidak melakukan dosa lagi. Mazmur 51 adalah seruan Daud ketika ia telah jatuh oleh godaan dosa. Ketika seorang nabi menegur sang raja tentang dosanya (lihat 2Sam. 12), Daud mengucapkan doa “Bersihkan aku!”: “Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!” (ay.9). Ketika kita berd...

Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan

 KEMULIAAN HANYA BAGI TUHAN Ibrani 3:4 Setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. Meskipunn Musa mendapat hak istimewa untuk berbicara dengan Allah secara langsung dan memandang rupaNya (Bil. 12:8), ia hanyalah seorang “pelayan” dalam rumah Allah (Ibr. 3:5). Kristus sebagai Pencipta (1:2,10) layak dimuliakan sebagai ahli bangunan segala sesuatu dan sebagai Anak yang mengepalai rumah Allah (3:4,6). KITA sebagai baitnya Tuhan dan Tuhan Yesus yg selalu kita agungkan dan muliakan dalam kehidupan ini. Ketika kita melayani Tuhan dengan setia, Tuhan Yesus, Sang Ahli Bangunan itulah yang layak menerima segala kemuliaan. Pujian yang kita terima, sebagai anak² Tuhan, semuanya hanya milik Tuhan, hanya Tuhan yang layak di agungkan dan di muliakan.  Kita bersyukur di bentuk Tuhan begitu indah di pemandangan Tuhan, dan menjadi tempat kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus bekerja dengan luar biasa dalam hidup kita DIA berkenan tinggal dalam hidu...

Hidup Dalam Kasih Karunia Tuhan Yesus

 HIDUP DALAM KASIH KARUNIA TUHAN YESUS Yohanes 3:21 Barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang. Injil Yohanes bagaikan mercusuar yang memancarkan terang kepada dunia yang gelap. Di dalamnya kita membaca: “setiap orang yang percaya kepada Yesus tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (3:16). Kita menemukan bahwa “barangsiapa mendengar perkataan Yesus dan percaya kepada Allah. . . ia mempunyai hidup yang kekal” (5:24). Lalu, kita mendengar Yesus berkata, ”Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi” (6:35). Sesungguhnya, “barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang” (3:21). JAMINAN yang jelas dari Tuhan Yesus untuk semua orang yang percaya dan mau hidup taat mengasihi Tuhan. Masalah-masalah yang kita hadapi mungkin besar, tetapi Tuhan Yesus lebih besar daripada semua itu. Dia datang untuk memberi kita “hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (10:10). Percayalah kepada Yesus Kristus, DIA lah sumber pengharap...

Manna Dalam Hidup Kita

 MANNA DALAM HIDUP KITA Keluaran 16:15 Musa berkata kepada mereka: Inilah roti yang diberikan Tuhan kepadamu menjadi makananmu. Allah memberikan hujan surgawi yang bergizi kepada umat Israel. Saat melintasi padang gurun, bangsa Israel mulai bersungut-sungut tentang berbagai makanan yang pernah mereka santap di Mesir. Menanggapi hal itu, Allah berkata bahwa Dia akan “menurunkan dari langit hujan roti” untuk memelihara hidup mereka (Kel. 16:4). Setiap hari, setelah embun pagi mengering, tinggallah suatu serpihan tipis yang dapat dimakan. Kurang lebih dua juta orang Israel diperintahkan untuk mengumpulkan sebanyak yang mereka butuhkan pada hari itu. Selama empat puluh tahun pengembaraan umat di padang gurun, pemeliharaan Allah yang ajaib dalam bentuk manna terus memelihara mereka. Tidak banyak yang kita ketahui mengenai manna, kecuali “warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu” (ay.31). Meski mungkin kedengarannya tidak semenarik cokelat di jaman sekarang manna...

Menghargai Pengorbanan Tuhan Yesus

 MENGHARGAI PENGORBANAN TUHAN YESUS Roma 5:8 Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Musa pernah melakukan sesuatu yang kemudian disesalinya. Ketika bangsa Israel berada di padang gurun dan sulit mendapatkan air, mereka mengeluh dengan getir. Maka Tuhan memberikan perintah khusus kepada Musa dan Harun: Katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya (Bil. 20:8). Namun, dalam kemarahannya “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” (ay.10). Lalu, Musa tidak menaati Allah, dengan “mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali” (ay.11). Meski air memang mengalir keluar, tetapi ada konsekuensi tragis yang harus ditanggung. Musa dan Harun sama-sama tidak diizinkan memasuki tanah yang Allah janjikan kepada umatNya. Namun, Allah masih berbelas kasihan dan mengizinkan Musa melihat tanah perjanjian itu dari jauh (27:12-13). Kemarahan menjadi sesuatu y...

Pembaharuan Setiap Hari

 PEMBAHARUAN SETIAP HARI Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu Firman Tuhan menegaskan kepada kita untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai “persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah” (Rm. 12:1), sehingga kita dapat menampilkan Tuhan Yesus dalam setiap aspek kehidupan kita. Teman, sahabat atau anggota keluarga bisa saja membawa  kita agar menjadi “serupa dengan dunia ini” (ay.2). Namun, kita dapat menolaknya lewat cara hidup kita yang sejalan dengan apa yang kita yakini yaitu kehidupan sebagai anak² Allah. Ketika kita taat kepada Firman TUHAN dan memiliki karakter Kristus  yang penuh kasih, kita dapat merasakan bahwa upah bagi ketaatan selalu lebih besar daripada kerugian apa pun. Anakainosis, kata yang berbahasa Yunani diterjemahkan sebagai “pembaharuan” (Roma 12:2) tidak banyak digunakan dalam Perjanjian Baru. Kata itu berarti “pembaruan, renovasi, perubahan total untuk menjadi lebih b...

Emas Murni Yang Teruji

 EMAS MURNI YANG TERUJI Yakubus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan. Yakobus menulis, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran” (Yak. 1:17). Kebenaran dalam konteks pergumulan kita sendiri adalah “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan” (ay.2). Mengapa demikian? Karena kita dikasihi oleh Tuhan yang agung dan tidak berubah. Karena akan semakin terlihat Kilauan cahaya iman kita ketika kita teruji di dalam pergumulan² hidup. Di saat² sulit, kita perlu mengingat pemeliharaan Tuhan yang tidak pernah berubah. Tuhan akan selalu ada bagi kita. Sungguh besar kasih setiaNya.  Surat Yakobus ditulis kepada kedua belas suku di perantauan (Yakobus 1:1). Kedua belas suku penerima surat ini adalah orang-orang Yahudi. Segala sesuatu yang kita ketahui mengenai budaya, masyarakat, dan ident...

Hidup Sebagai Anak² Tuhan Yang Penuh Kasih

HIDUP SEBAGAI ANAK² TUHAN YANG PENUH KASIH Imamat 19:18 Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Ketika bangsa Israel akan tinggal di tanah perjanjian, Allah memberikan sejumlah petunjuk penting tentang bagaimana mereka harus hidup sebagai umat kepunyaanNya. Mereka diperintahkan TUHAN “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Im. 19:18), dan itu termasuk tidak menyebarkan gosip atau menggunjingkan kabar burung, tidak memanfaatkan orang lain, dan terus terang menegur orang yang bersalah kepada kita (ay.9-18). Meskipun tidak mudah untuk mengasihi semua orang, kita tetap dapat memperlakukan sesama dengan penuh kasih, karena Yesus bekerja di dalam hidup kita dan melalui diri kita. Tuhan akan memberikan hikmat dan kemampuan yang kita butuhkan untuk melakukannya dalam upaya kita hidup sebagai umatNya. Imamat 19 adalah satu-satunya tempat di Perjanjian Lama yang memuat perkataan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ay.18), sebuah ajaran mendasar dalam Alki...