Perbuatan Kasih
PERBUATAN KASIH
Yesaya 58:6
.....membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
ALKITAB berkata dalam Yesaya bahwa ada satu Pribadi yang menjawab seruan kita di saat kita terjebak dalam masalah yang kita hadapi. Alkitab mencatat juga bagaimana Allah mengecam umatNya yang telah menjalankan ibadah mereka dengan tidak bertanggung jawab. Mereka melakukan praktik² keagamaan secara buta tetapi menutupi penindasan mereka terhadap orang miskin. (Yes. 58:1-7). Tuhan tidak berkenan atas perilaku mereka, sehingga Tuhan memalingkan wajahNya dari mereka dan tidak menjawab doa mereka (1:15). Tuhan lalu memerintahkan mereka untuk bertobat dan mulai menunjukkan kepedulian kepada sesama (58:6-7). Jika mereka melakukannya, Tuhan berkata, “Kalau kamu berseru, maka Tuhan akan menjawab dengan segera: Aku ada di sini! Yang harus kita lakukan ialah jangan lagi menindas yang lemah, atau melontarkan tuduhan² palsu, atau menyebarkan fitnah” (ay.9). Perbuatan Kasih yang nyata menjadi buah kehidupan ibadah kita yang nyata kepada Tuhan Yesus.
Marilah kita mengasihi sesama. Kita dapat melakukannya, karena Tuhan telah mendengar seruan kita minta tolong dan berkata kepada kita, “Aku ada di sini!”.
Dan itu juga kita tunjukkan dalam kepedulian kita kepada sesama, hidup dalam kasih bukan hanya sekedar selogan tetapi memang harus di praktekkan dan di lakukan dalam kehidupan ini, menjadi teladan dan contoh sebagai anak² Allah yang hidup.
Nabi Yesaya (yang berarti “Allah adalah keselamatan”) menulis kitab nubuat terpanjang dalam Alkitab, yang mencakup enam puluh enam pasal. Yesaya 1:1 memberi keterangan mengenai Yesaya: “Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.” Keterangan tentang raja-raja tersebut menempatkan Yesaya di abad kedelapan SM, pelayanan Yesaya sebagai nabi mungkin berlangsung sekitar enam puluh empat tahun. Kemungkinan Yesaya mempunyai dua anak dan menikah dengan seorang nabiah (7:3; 8:3).
Perbuatan kita sebagai orang percaya anak² Tuhan Yesus harus mencerminkan karakter Kristus,hidup dalam KASIH yang sungguh bukan pura² tetapi nyata dalam perbuatan sehari hari.
Komentar
Posting Komentar