Penuh Harap Pada Tuhan

 PENUH HARAP PADA TUHAN

1Petrus 1:3

....telah melahirkan kita kembali . . . kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.

Bunga-bunga yang indah itu sesungguhnya rapuh sesuai dengan kebenaran penting yang tertulis dalam Alkitab. Dengan mengutip perkataan Nabi Yesaya, Rasul Petrus menulis, “Kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Sebab: Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur (1Ptr. 1:23-24). Tetapi Tuhan  menepati janji²Nya untuk selama-lamanya! (ay.25).

Benih Firman TUHAN yang ada dalam hidup kita bertumbuh dan mengubahkan memperbarui kehidupan kita sehingga semakin berkenan kepada Tuhan.

Seperti bunga itulah hidup kita di muka bumi ini begitu singkat jika dibandingkan dengan kekekalan. Tuhan telah menaruh keindahan ke dalam hidup kita yang singkat. Melalui Injil keselamatan dalam Yesus Kristus, kita mendapatkan awal yang baru bersama Tuhan dan menerima janjiNya tentang hidup yang tak berkesudahan dalam hadiratNya yang penuh kasih. Kita memahami hidup ini singkat dan harus di pergunakan dengan sebaik mungkin untuk menyenangkan hati Tuhan.

Pendamaian adalah suatu tindakan yang terjadi ketika Allah dan manusia (yang telah terasing atau terpisah dari Allah karena dosa² kita) dipertemukan dalam sebuah hubungan pribadi melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Istilah pendamaian dalam bahasa Inggris “atonement” berasal dari bahasa Anglo-Saxon yang berarti “menjadikan satu.” Dalam Perjanjian Lama,  binatang “tidak bercela” (Imamat 14:10) dikorbankan setiap tahun sebagai pendamaian atas dosa (16:34). Ketika Kristus datang, persembahan korban itu diganti dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat, yang “seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian” (1 Petrus 1:19; Yesaya 53:7). Yesus, "Anak domba Allah, . . . menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Semua yang percaya kepada-Nya menerima pengampunan dan hidup baru (Efesus 1:7). Suatu hari, nanti kita akan bersamaNya di Yerusalem Baru merayakan “perjamuan kawin Anak Domba” (Wahyu 19:9).

Kita sangat bersyukur karena keselamatan di dalam Yesus Kristus sehingga hidup kita menjadi berarti dan selalu memiliki pengharapan yang sejati akan kekekalan bersama Tuhan di sorga. Keyakinan kita terhadap keselamatan membuat kita untuk hidup semakin berkenan kepada Tuhan, hidup Kudus dan mengasihi Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil