Menghargai Pengorbanan Tuhan Yesus

 MENGHARGAI PENGORBANAN TUHAN YESUS

Roma 5:8

Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Musa pernah melakukan sesuatu yang kemudian disesalinya. Ketika bangsa Israel berada di padang gurun dan sulit mendapatkan air, mereka mengeluh dengan getir. Maka Tuhan memberikan perintah khusus kepada Musa dan Harun: Katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya (Bil. 20:8). Namun, dalam kemarahannya “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” (ay.10). Lalu, Musa tidak menaati Allah, dengan “mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali” (ay.11).

Meski air memang mengalir keluar, tetapi ada konsekuensi tragis yang harus ditanggung. Musa dan Harun sama-sama tidak diizinkan memasuki tanah yang Allah janjikan kepada umatNya. Namun, Allah masih berbelas kasihan dan mengizinkan Musa melihat tanah perjanjian itu dari jauh (27:12-13). Kemarahan menjadi sesuatu yang merugikan, maka dalam hidup ini penguasaan diri menjadi sangat penting, walau sedang menghadapi persoalan-persoalan yang berat sekalipun maka kita memilih untuk tenang dalam pengharapan kepada Tuhan.

Seperti halnya dengan Musa, begitu juga dengan kita Allah masih berbelas kasihan dengan menjawab kebutuhan kita di tengah ketidaktaatan kita kepadaNya. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Allah dengan murah hati menawarkan pengampunan dan pengharapan kepada kita. Bagaimanapun keadaan kita atau apa pun yang telah kita lakukan, jika kita berpaling kepada Allah, Dia akan menuntun kita kepada kehidupan yang sejati. 

Bilangan 20 diawali dengan kematian Miryam, saudara perempuan Musa (ay.1) dan diakhiri dengan kematian Harun, kakaknya (ay.28-29). Dalam ayat² di antaranya, bangsa Israel lagi-lagi mengeluhkan kekurangan air. Empat puluh tahun sebelumnya, bangsa itu yakin akan memasuki tanah yang telah dijanjikan Allah kepada mereka. Namun, sikap mereka yang menolak untuk mempercayai Allah membuatNya menyatakan bahwa setiap orang dewasa yang berumur dua puluh tahun ke atas (14:29), kecuali Kaleb dan Yosua (ay.30), akan mati di padang gurun. Musa dan Harun dilarang memasuki tanah perjanjian karena dosa mereka di Meriba dekat Kadesh (20:12-13; Ulangan 34:1-4).

Biarlah kita belajar dari bangsa Israel sehingga hidup kita selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan, kita selalu takut akan Tuhan dan mau hidup berkenan, karena kita menghargai pengorbanan Tuhan Yesus yang telah mati dan bangkit bagi kita, menebus dosa kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil