Hidup Sebagai Anak² Tuhan Yang Penuh Kasih
HIDUP SEBAGAI ANAK² TUHAN YANG PENUH KASIH
Imamat 19:18
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Ketika bangsa Israel akan tinggal di tanah perjanjian, Allah memberikan sejumlah petunjuk penting tentang bagaimana mereka harus hidup sebagai umat kepunyaanNya. Mereka diperintahkan TUHAN “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Im. 19:18), dan itu termasuk tidak menyebarkan gosip atau menggunjingkan kabar burung, tidak memanfaatkan orang lain, dan terus terang menegur orang yang bersalah kepada kita (ay.9-18).
Meskipun tidak mudah untuk mengasihi semua orang, kita tetap dapat memperlakukan sesama dengan penuh kasih, karena Yesus bekerja di dalam hidup kita dan melalui diri kita. Tuhan akan memberikan hikmat dan kemampuan yang kita butuhkan untuk melakukannya dalam upaya kita hidup sebagai umatNya.
Imamat 19 adalah satu-satunya tempat di Perjanjian Lama yang memuat perkataan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ay.18), sebuah ajaran mendasar dalam Alkitab. Di Perjanjian Baru, ketika seorang ahli Taurat bertanya, "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" (Matius 22:36), Yesus menjawab: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Dia melanjutkan, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (ay.37-40). Paulus berkata bahwa perintah² itu sudah tersimpul dalam firman ini (Roma 13:9) dan seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini (Galatia 5:14). Kasih kita kepada Tuhan dibuktikan lewat perilaku kita yang penuh kasih kepada sesama.
Kasih menjadi karakter kita sebagai anak²Nya. Dan kita senantiasa melakukan nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang dapat merasakan kasih Tuhan melalui kehidupan kita yang selalu hidup dalam kebenaran firman Tuhan
Komentar
Posting Komentar