Hidup Sebagai Anak Allah

 HIDUP SEBAGAI ANAK ANAK ALLAH

Lukas 18:16

_Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: ”Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah._

Tuhan Yesus sangat menyayangi anak-anak. Dia menganggap anak² penting, meski murid²  tidak setuju. Beberapa orangtua mencari Yesus dan membawa anak² mereka kepada Tuhan. Dan “menjamah dan memberkati mereka” (Luk. 18:15). Namun, tidak semua orang senang melihat Tuhan Yesus memberkati anak². Lalu murid²  memarahi para orangtua itu dan meminta mereka berhenti mengganggu Tuhan Yesus. Akan tetapi, Tuhan menegur murid² dan berkata, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku” (ay.16). Tuhan Yesus menjadikan anak² sebagai contoh teladan karena memiliki sikap yang harus kita miliki dalam menyambut Kerajaan Allah. Seorang anak kecil memiliki ketergantungan, kepercayaan, dan ketulusan yang sederhana.

Seorang anak jarang menyimpan motivasi tersembunyi. Mereka bersikap apa adanya dan tidak berpura-pura. Dengan pertolongan Bapa Surgawi, kiranya kita dapat kembali mempercayai Tuhan dengan memiliki sifat seorang anak, dengan iman dan ketergantungan yang penuh kepada Tuhan.

Dari keempat kitab Injil memiliki fitur utama yang digunakan penulis, dengan inspirasi Roh Kudus, untuk menceritakan tentang Tuhan Yesus. Di Injil Matius, penceritaannya tercakup dalam lima bagian pengajaran utama yang mencerminkan kelima Taurat Musa (Kitab Kejadian-Ulangan). Di Injil Markus, Yesus pertama-tama mengungkapkan siapa diriNya, lalu mempersiapkan para murid mengenai tujuan kedatanganNya. Injil Yohanes berfokus pada sejumlah mukjizat yang membuktikan identitas Yesus.

Sikap dan karakter kita telah berubah karena kita anak² Allah, sehingga hidup kita selalu bergantung penuh kepada Tuhan Yesus, menjadi orang² yg penuh dengan kasih.

Di Injil Lukas, fitur utamanya sering disebut sebagai “Perjalanan Yesus ke Yerusalem.” Ceritanya dimulai ketika Kristus “mengarahkan pandanganNya untuk pergi ke Yerusalem” (9:51) dan diakhiri dengan Dia dielu-elukan di Yerusalem (19:28-48). Injil Lukas adalah hasil dari pengamatan yang teliti (1:1-4) dan dimaksudkan untuk memahami tentang apa yang akan terjadi di Yerusalem, yaitu kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus. Sungguh menakjubkan bagaimana Roh Kudus memakai orang yang berbeda-beda dengan beragam strategi untuk memberitakan kisah terbesar yang pernah diceritakan.

Kita memiliki pengertian yang lebih lagi tentang hidup yang bergantung penuh kepada Tuhan dan memiliki sifat dan motivasi yang benar di hadapan Tuhan, tidak menyimpan hal² yang jahat tetapi senantiasa penuh dengan kerendahan hati dan penuh kasih hidup apa adanya tidak dengan kesombongan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil