Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan
KEMULIAAN HANYA BAGI TUHAN
Ibrani 3:4
Setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.
Meskipunn Musa mendapat hak istimewa untuk berbicara dengan Allah secara langsung dan memandang rupaNya (Bil. 12:8), ia hanyalah seorang “pelayan” dalam rumah Allah (Ibr. 3:5). Kristus sebagai Pencipta (1:2,10) layak dimuliakan sebagai ahli bangunan segala sesuatu dan sebagai Anak yang mengepalai rumah Allah (3:4,6). KITA sebagai baitnya Tuhan dan Tuhan Yesus yg selalu kita agungkan dan muliakan dalam kehidupan ini.
Ketika kita melayani Tuhan dengan setia, Tuhan Yesus, Sang Ahli Bangunan itulah yang layak menerima segala kemuliaan. Pujian yang kita terima, sebagai anak² Tuhan, semuanya hanya milik Tuhan, hanya Tuhan yang layak di agungkan dan di muliakan.
Kita bersyukur di bentuk Tuhan begitu indah di pemandangan Tuhan, dan menjadi tempat kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus bekerja dengan luar biasa dalam hidup kita DIA berkenan tinggal dalam hidup kita, karena kita menjadi baitnya Tuhan.
Ibrani 3:4 mengingatkan kita bahwa “ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah,” dan prinsp ini diperkuat dalam bagian lain dari Alkitab. Di Mazmur 127:1 kita membaca: “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.” Sebelum inisiatif membangun menara Babel tiba-tiba dihentikan, para pembangunnya yang sombong itu membual, "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama” (Kejadian 11:4). Sebelum dipermalukan, Raja Nebukadnezar berkata, "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?" (Daniel 4:30). Namun sesudahnya, ia “memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu” (ay.34).
Hidup ini adalah tempat nya Tuhan di muliakan dan di agungkan sehingga senantiasa setiap hari menaikan ucapan syukur dan penyembahan kita kepada Tuhan. Tidak ada tempat untuk kesombongan dan keangkuhan hidup, karena hidup ini adalah anugerah Tuhan.
Komentar
Posting Komentar