Rasa Cukup Dan Bersyukur
RASA CUKUP DAN BERSYUKUR
Matius 6:21
Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Obsesi seperti itu menyingkapkan kekosongan yang terdapat dalam hati manusia. Kita belajar dari Alkitab bagaimana perilaku seseorang yang mengungkapkan kehampaan serupa dalam hatinya. Gehazi telah lama menjadi pelayan andalan nabi besar Elisa. Namun, ketika Elisa menolak pemberian mewah seorang panglima yang disembuhkan Allah dari kusta, Gehazi mengarang cerita untuk mendapatkan sedikit jarahan (2Raj. 5:22). Saat Gehazi pulang, ia membohongi sang nabi (ay.25). Namun, Elisa tahu. Ia bertanya kepada Gehazi, “Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau?” (ay.26). Akhirnya, Gehazi mendapatkan yang ia inginkan, tetapi kehilangan apa yang penting (ay.27).
Yesus mengajar kita untuk tidak mengejar harta dunia dan sebaliknya kumpulkanlah harta di sorga (Mat. 6:20).
Waspadalah terhadap jalan pintas apa pun untuk menjawab keinginan hati. Mengikut Yesus adalah jalan yang sejati untuk memenuhi kekosongan hati. Hati² dengan tawaran iblis yang menyenangkan tetapi menjerat manusia, kita tahu bahwa dunia isinya kebohongan dan tipu muslihat.
Raja Aram menawarkan hadiah bagi siapa saja yang dapat menyembuhkan Naaman dari kustanya (2 Raja-Raja 5:5-6). Setelah Allah memakai Elisa untuk menyembuhkan Naaman, Elisa menolak menerima hadiah apa pun. Namun, Gehazi, hamba Elisa, sangat tamak dan menyalahgunakan kedudukan yang dipercayakan kepadanya. Ia menipu dengan meminta 3.000 uang perak dan dua setel pakaian yang bagus dari Naaman (ay.22-24). Atas ketamakan dan penipuannya, Gehazi dihukum berat (ay.27).
Alkitab jelas-jelas menyatakan bahwa sifat tamak tidaklah pantas bagi mereka yang percaya kepada Yesus (Efesus 5:3; Kolose 3:5), terutama bagi mereka yang menyebut diri sebagai hamba Allah (1 Timotiius 3:3,8; Titus 1:7).
Rasa cukup menjadi ajaran Tuhan Yesus, dengan bersyukur menerima apa yang Tuhan sudah berikan dan sediakan. Tidak perlu iri dengan keberadaan orang lain yang lebih dari kita. Tuhan Yesus senantiasa yang memelihara hidup kita.
Komentar
Posting Komentar