Janji Tuhan
Yoel 2:25
Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan
Dalam Yoel 2, Nabi Yoel menyerukan pertobatan kepada bangsa Yehuda setelah terjadinya kehancuran besar akibat serangan belalang yang meluluhlantakkan ladang gandum, kebun anggur, dan pohon-pohon. Ia sudah memperingatkan semua itu akan terjadi sebagai konsekuensi atas pemberontakan mereka terhadap Allah. Namun, Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Dia berjanji akan menolong dan memulihkan mereka jika mereka kembali mempercayaiNya: Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan (2:25).
Allah memulihkan Yehuda ketika mereka bertobat dan kembali kepadaNya. Allah juga rindu memulihkan setiap orang percaya.
Apa pun keadaan yang di alami saat ini, mari berpaling kepada Allah dan percaya kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa Dia Tuhan, . . . Allahmu dan tidak ada yang lain (ay.27). Dengan setia, Tuhan akan memulihkan apa yang terhilang dan membawa kamu ke dalam hubungan denganNya.
Bagi orang percaya, mungkin dampak terbesar dari Yoel 2 terlihat ketika Petrus mengutipnya dalam khotbah di hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:17-21) dan menunjukkan dengan tepat keabadian rencana Allah untuk menyelamatkan dan memulihkan ciptaanNya (Yoel 2:28-32). Petrus memang mengutip Yoel 2 untuk menjelaskan karya Allah pada masa itu di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2:22-24), tetapi sebagian nubuatnya menunjuk lebih jauh ke masa depan. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi . . . Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu (Kisah Para Rasul 2:19-20, lihat juga Yoel 2:30-31). Peristiwa-peristiwa sebelum Pentakosta menggenapi sebagian nubuat itu, sementara kedatangan kembali Kristus akan menggenapi sisanya! Kesetiaan Allah memberikan keyakinan untuk hidup dalam hubungan yang dekat dengan Tuhan dan menantikan masa depan yang cerah dalam hadiratNya.
Di tengah dunia yang tidak menentu, mari terus berharap pada Tuhan, biarkan Tuhan berotoritas mengatur jalan hidup setiap kita, dengan PERCAYA penuh akan Tuhan.
Komentar
Posting Komentar