Hidup Sebagai Mata Air
Filipi 2:3 ayt
Jangan melakukan apa pun dari ambisi yang egois . . . tetapi dengan kerendahan hati, anggaplah orang lain lebih penting daripada dirimu sendiri.
Dalam Filipi 2, membandingkan antara sikap yang menguras kehidupan dan sikap yang mengalirkan kebaikan kepada kehidupan orang lain. Jangan melakukan apa pun dari ambisi yang egois atau kesombongan yang sia-sia; tetapi dengan kerendahan hati, anggaplah orang lain lebih penting daripada dirimu sendiri. Janganlah masing-masing kamu hanya memandang kepada kepentinganmu sendiri, tetapi juga kepada kepentingan orang lain (ay.3-4 ayt). Paulus juga berkata dengan tegas, Lakukanlah semuanya itu tanpa menggerutu atau berbantah (ay.14 ayt).
Jangan berfokus hanya pada diri sendiri, sombong, suka menggerutu dan membantah. Ini seperti yang dikatakan Paulus tentang Timotius, Tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu (ay.20).
Orang percaya harus menyerupai mata air yg bermanfaat, untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Paulus menegaskan konteks pembicaraannya tentang hal kerendahan hati pada awal suratnya. Dari penjara, ia menulis, Kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku (Filipi 1:7). Karena sama-sama menerima kasih karunia Allah, jemaat Filipi harus menganggap yang lain lebih utama dari pada diri sendiri (2:3).Dengan hidup tanpa cela, mereka menjadi anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini (ay. 15). Dengan hidup rendah hati akan bercahaya di antara seperti bintang-bintang di langit (ay. 15) dan membawa penguatan bagi sesama.
Hidup sebagai anak anak Tuhan harus mengedepankan sikap rendah hati dan selalu menjadi mata air bagi sesama
Komentar
Posting Komentar