Tetap berbuat kebaikan
TETAP BERBUAT KEBAIKAN
1 Petrus 2:23
Ketika Yesus dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil
Alkitab menuliskan kepada orang percaya di Galatia. Jemaat Galatia sedang berjuang melawan pengaruh guru-guru palsu, jadi Paulus berusaha menguatkan mereka untuk tetap setia kepada Allah dan kasih karuniaNya, dengan “dipimpin oleh Roh” (Gal. 5:18) Dengan demikian, mereka akan menghasilkan buah Roh, yaitu “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (ay.22-23).
Roh Allah tinggal di dalam kita, sehingga kita mampu memancarkan kebaikan dan kasih yang berasal dariNya. Kita juga dapat menunjukkan kelemahlembutan dan kemurahan kepada orang-orang di sekitar kita. Adalah lebih indah jika kita tinggal dalam kebenaran dan hidup dalam KASIH.
Dalam Kitab Galatia, Paulus memperingatkan bahaya ajaran yang menyatakan bahwa orang bukan Yahudi yang percaya kepada Yesus perlu menaati hukum yang diwahyukan kepada Musa. Ini salah satu isu yang paling diperdebatkan di tengah komunitas jemaat mula-mula; banyak yang sulit memahami mengapa orang bukan yahudi yang sudah percaya tidak diwajibkan untuk mematuhi persyaratan hukum Taurat yang diilhami oleh Allah (seperti sunat; lihat Galatia 5:6). Namun, Paulus berpendapat bahwa dalam rencana Allah, hukum Taurat hanya memiliki peran pengajaran yang bersifat sementara (3:23-25). Hukum itu tidak memiliki kuasa untuk mengatasi dosa. Kristus membebaskan dan memampukan orang-orang percaya untuk “dipimpin oleh Roh” (5:18) dalam kehidupan yang diwarnai kasih (ay. 22-25).
Kasih Tuhan Yesus yg selalu memelihara dan memberikan kekuatan sehingga hari berganti hari selalu merasakan kasih setia Tuhan yg selalu baru
Komentar
Posting Komentar