Firman Tuhan Yang Hidup Dan Berkuasa

Yohanes 6:68

Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

Di dalam Alkitab terdapat “perkataan hidup yang kekal” (Yoh. 6:68), dan melaluinya Allah menyatakan diriNya kepada kita melalui AnakNya. Pasal pertama dari Injil Yohanes mengatakan bahwa Yesus adalah “Firman yang bersama-sama dengan Allah dan . . . adalah Allah” (1:1). Kemudian dikatakan bahwa Dia “diam di antara kita” (ay.14). Alkitab bukan hanya mencatat tentang kehidupan Kristus, melainkan juga berbagai hal yang Allah lakukan di sepanjang sejarah, mulai dari penciptaan sampai kepada pemulihan ciptaan itu pada akhir zaman.

Selama berada di muka bumi, Yesus menyampaikan perkataan-perkataan dari “Roh Allah . . . yang memberi hidup” (6:63). Ketika Dia memberikan pengajaran yang sulit diterima sehingga orang-orang mengeluh dan banyak yang “mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia” (ay.66), murid-muridNya memilih untuk tetap bersamaNya. Mereka tahu bahwa tidak ada perkataan lain yang dapat memuaskan jiwa mereka. Tuhan senantiasa menyediakan harapan, arahan, penghiburan, dan kebenaran melalui perkataan Kitab Suci.

Firman Allah menjadi kekuatan kita. Firman Tuhan adalah hidup dan berkuasa mengubahkan hidup.

Dalam Yohanes 6, Yesus mengajar bahwa murid-muridNya “tidak mempunyai hidup di dalam diri mereka” jika mereka “tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya” (ay. 53). Ajaran ini sulit sekali untuk mereka pahami (ay. 60). Setelah Kristus menjawab pengikutNya yang “bersungut-sungut” (ay. 61) dengan mengatakan, “Tidak ada seorang pun dapat datang kepadaKu, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya” (ay. 65), banyak dari antara “murid-muridNya . . . tidak lagi mengikut Dia” (ay. 66).

Meski pesan Yesus tersebut sulit diterima, ajaran itu juga berisi harapan akan kebangkitan, suatu tema yang bisa kita lihat dengan adanya kata hidup. Perikop ini menerangkan kematian Kristus sebagai persembahan tubuhNya yang diberikan “untuk hidup dunia” (ay. 51). Siapa pun yang menerima karya penebusan dosa ini dengan iman, ia menerima kasih karunia Allah dan “mempunyai hidup yang kekal dan . . . akan dibangkitkan pada akhir zaman” (ay. 54). Petrus tampaknya memahami sebagian dari pesan itu, dengan berkata, “PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal” (ay. 68).

Sesungguhnya Menjadi kebanggaan yang luar biasa kita memiliki Allah yang hidup bukan sekedar angan angan tetapi DIA nyata memelihara kita, DIA juruselamat kita penebus dosa kita, Dialah Tuhan Yesus Kristus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil