Pilihan Hidup Yang benar

 Amsal 19:11 bimk

Orang yang bijaksana. . . terpuji karena tidak menghiraukan kesalahan orang terhadapnya.

Kitab Amsal menyajikan banyak nasihat tentang cara hidup yang bijaksana. Amsal bahkan berkata, “Orang yang bijaksana. . . terpuji karena tidak menghiraukan kesalahan orang terhadapnya” (19:11 BIMK). Memilih belajar untuk “menahan kemarahan” (ay.11) adalah perbuatan yang terhormat. Memang dibutuhkan kesabaran dan “hikmat” (ay.8 ayt) untuk memiliki sikap tersebut, namun alangkah berharganya berkat yang kita terima saat kita mampu menguasai diri dan memilih untuk hidup dalam kasih.

Allah berkata pada Salomo, ?Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum kamu tidak ada seorang pun seperti kamu, dan setelah kamu takkan bangkit seorang pun seperti kamu? (1 Raja-Raja 3:12). Sepanjang hidupnya, Salomo banyak menulis amsal. Namun, hikmat dari Allah itu tak membuat Salomo menjauhi perbuatan-perbuatan bodoh yang fatal. Dalam Ulangan 17:16-17, Allah memperingatkan bahwa ketika Israel memiliki raja, ia tak boleh memelihara banyak kuda (lambang kekuatan militer) atau mempunyai banyak istri dari negeri asing (lambang kebohongan politik untuk mengukuhkan kekuasaannya). Jelaslah bahwa ini berarti seorang raja harus mendapatkan perlindungannya hanya dari Allah, Raja Israel yang sejati. Salomo dengan mengabaikan peringatan ini, dengan mengumpulkan begitu banyak kuda sampai harus membangun kota-kota untuk memelihara mereka (1 Raja-Raja 10:26). Selain itu, ia menikahi 700 istri dan 300 gundik (11:3). Wanita-wanita itu membelokkan hati Salomo dari Allah (ay.4). Karena kepergian Salomo ini, Allah mendatangkan hukuman atas dirinya (ay. 9-13). 

Hikmat dari Tuhan Yesus memberikan alur dan jalan yang baik. Sehingga kita tak salah jalan dan tersesat dalam pergumulan hidup yg berat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil