Semua Untuk Kebaikan

SEMUA UNTUK KEBAIKAN

Ibrani 12:10

Allah menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

Adakalanya Allah harus mendisiplinkan kita, dan penting bagi kita untuk memahami alasannya. Koreksi yang diberikan Allah tidak didorong oleh niat untuk membalas, melainkan oleh kasihNya sebagai Bapa yang mempedulikan kebaikan kita (Ibr. 12:6). Allah juga rindu agar kita “beroleh bagian dalam kekudusanNya,” dengan menikmati kelimpahan dari “buah kebenaran yang memberikan damai” (ay.10-11). Hati hati keegoisan menimbulkan kesengsaraan, tetapi kekudusan menjadikan kita utuh, bersukacita, dan “indah” seperti Dia.

Koreksi dari Allah juga diberikan dengan kasih dan kerinduan untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang dikehendakiNya.

Dalam penjelasan tentang disiplin Allah yang penuh kasih (Ibrani 12:5-6), penulis Kitab Ibrani mengutip Amsal 3:11-12. Amsal 3 terkenal karena ayat 5-6: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Ketika menghadapi kesulitan, kita mungkin merasa bahwa tidak sepantasnya kita mengalami itu semua, dan menganggap Allah bertindak dalam hidup kita hanya untuk mendisiplin kita. Namun, konteks Amsal 3 memberikan gambaran tentang hidup yang dijalani bersama Bapa Surgawi kita. Terkadang, seperti anak-anak yang menyimpang, kita menjauh dari Allah, terutama ketika kita lebih mengandalkan pengertian kita sendiri. Disiplin-Nya membawa kita kembali bukan hanya untuk memperbaiki perilaku tetapi juga untuk membawa kita kepada hubungan yang erat denganNya. Bapa kita yang baik mengasihi kita dan ingin kita berada di jalan yang benar.

Seringkali disiplin dari Allah disalah artikan, tetapi kita bersyukur untuk semua yg Allah  kerjakan dalam hidup kita karena semua untuk kebaikan kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil